Jihad

Kenapa Kyai Cenderung Menghindari Bab Jihad?

ilustrasi

Jadi, menurut Gus Baha’, fatwa2 serius yg nantinya akan membuat orang berubah menjadi ekstremis, sengaja dihindari para kiai karena berisiko memicu perpecahan, chaos, bahkan safkud dimâ’ (pertumpahan darah).

“Anda jangan pernah berfatwa dgn meluncurkan satu kalimat, yg dgn kalimat itu, bisa saja darah2 orang yg seharusnya dihormati, malah justru mengalir (pembunuhan),” pesan Gus Baha’.

Jihad Dan Kekalahan Capres

ilustrasi

Apalagi kayak ibu-ibu yang melintas barusan di linimasa saya, yang sampai berdoa semoga azab turun kepada mereka yang konon berbuat curang. Nggak kapok-kapoknya sosok Tuhan dipakai jadi tameng. Hak Tuhan untuk menghakimi selalu kepingin kita gantikan. Masih percaya diri selalu mengira diri suci dan yang lain selamanya hina. Thus kalau terbukti tidak ada yang curang dan prasangka kalian jatuh jadi fitnah, kalian sendiri sudah siap terima azabnya? Doa itu tidak selalu satu arah, ya.

Jihad Atau Perusak?

Ilustrasi

"Jika seandainya saja mereka berperang di satu tempat,maka keadaan sekitar tidak akan rusak separah ini.Kejadiannya, mereka berperang dari satu tempat yang utuh hingga hancur kemudian loncat mencari tempat yang lain. Dan beginilah keadaannya". Beliau sejenak diam mengusap matanya.
"Rumahku di tengah bangunan reruntuhan itu" tunjuknya kepadaku.
"karena belom layak untuk ditempati,maka saya dan anak sekaligus cucu menginap di rumah saudara untuk sementara waktu".

Saat Kalimat Tauhid Hanya Kedok

Ilustrasi

Karena ambisi politik bakul obatpun di ulamakan
Karena ambisi politik tokoh negarawan hilang kenegarawanannya.

"Para preman itu akan menjadi gelandangan politik selamanya".
Yang berkata demikian jasadnya sudah terkubur dalam bumi, tapi kalian yang masih hidup di atas bumi justru memperjelas ucapan sang guru bangsa, bahwa negeri ini banyak premannya.

Seruan Reuni Jihadis Pasukan "Monaslimin"

Ilustrasi

Reuni 212 ini bak jadi lahan 'Jihad' bagi kaum 'Monaslimin' seantero-negeri. Beberapa ancaman agak halus dilontarkan tatkala ada alumni yang tidak ikut reuni. Seperti salah satunya, dicap sebagai 'kaum munafik'. Atau bahkan seperti mahasiswa di suatu kampus yang diwajibkan untuk ikut reuni. Jika tidak ikut, nilai tidak keluar.
.

Banser Siap Mati Jaga NKRI

Ilustrasi

BANSER bukan ornamen alat politik partai, bukan milik perorangan ataupun bisa diklaim kepemilikannya oleh tokoh masyarakat tertentu. Pasukan berani mati itu adalah milik seluruh Kiyai dan para Santri NU se-Indonesia. Yang kemudian jiwa dan raga militan BANSER dihibahkan oleh para Ulama NU untuk menjaga kedaulatan bangsa, hingga titik darah penghabisan.

Pages