jenggot

Hijrah, Artis, Syar'i Yang Kekinian

ilustrasi
Jika artisnya sekelas alm Uje, UYM dan sejenisnya yang memang punya latar belakang pendidikan agama yang bersambung sanadnya saya rasa baik, tapi sekelas artis cetakan Liqo kemudian diberi panggung saya rasa ini masih jauh dari harapan standar prioritas. Alih-alih sedang berdakwah yabg mengharuskan mempunyai standar disiplin ilmu yang terjadi adalah justru audiensnya jauh lebih alim. 

Kirain Ulama, Ternyata Bukan

ilustrasi

Buat yang awam, tetap saja susah membedakannya. Sebab orang awam tahunya ulama itu dari kostum, atribut, sorban, jenggot, cingkrang, dan yang kelihatan mata telanjang.

Orang awam mengenal ulama asalkan pintar ceramah, sering ngisi kajian, banyak nampil di yutub, asalkan viewernya banyak, yang ngelike banyak, subscribernya banyak.

Rocky Gerung Menghina Guru

ilustrasi

Sebelum tulisan ini dibuat Saya dapat kiriman info dari guru SMA Saya. Ia mengatakan saat acara di Jawa tengah Rocky Gerung menganggap tampilannya di ILC adalah tempat dirinya ngibul. Sungguh tak elok. Ngibul artinya apa. Membohongi publik? Atau apa? Apakah Ia memainkan kecerdasan intelektual filsafatnya untuk ngibul dan merendahkan orang lain?

Jenggot Aksessoris Atau Jenggot Ideologis

Ilustrasi

Orang-orang di negara maju tahu mana yang asesoris mana yang ideologis dan esensi. Jenggot bukan lagi hal yang perlu dibicarakan. Mereka sudah melewati masa itu ratusan tahun lalu. Mereka bicara renewable energy, pemerataan kesejahteraan, mobil listrik, kereta cepat, ekplorasi tempat hidup baru di planet lain, tanaman pendek umur dengan produktivitas tinggi. Di sini kita membicarakan asesori hingga berlarut-larut dan menggunakan dalil abad ke 6 M, 15 abad silam.

Perbedaan Umat Islam di Indonesia dan Arab

 

Nah kalau di Indonesia saya melihat ada kecenderungan umat Islam (meskipun tidak semuanya) kalau sudah memakai gamis merasa paling nyunah, paling saleh, paling alim, paling dekat dengan Tuhan, dan paling layak masuk syurgah. Bukan hanya itu saja, mereka juga mengaggap umat Islam yang belum bergamis dianggap belum nyunah, belum Islami dan seterusnya.

Jenggot Sekedar Aksesoris Tapi Akhlaknya Jauh dari Akhlak Rasulullah

Kiai asal Cirebon ini menegaskan, percuma saja jika jenggot sekadar asesoris, tapi akhlaknya jauh dari akhlak Islam, tidak mengikuti akhlak Rasul. Karena misi yang paling subtansi dari Rasulullah adalah membangun akhlak.

Jika berjenggot malah menjadikan sombong, merasa paling benar, paling Islam, paling mengikuti sunnah Rasul, itu berarti bertolak belakang dengan sifat Rasululllah.

Ilusi Kaum Jenggoters

Kaum jenggoters memang terbiasa menghibur diri untuk hal-hal yang membuat mereka mestinya merasakan sedih perih kalau mengetahui kenyataan sebenarnya. Maka dikaranglah cerita-cerita oleh para buzzer bahwa ada konspirasi dalam penangkapan tokoh-tokoh politik yang kadung mereka kultuskan. Juga soal rencana kunjungan Raja Salman, yang katanya akan menemui Sang Imam Besar Ormas Anu karena marah mengetahui beliau dikriminalkan. Konon informasi di media-media sosial yang disebar para buzzer, mendapat share hingga puluhan ribu. Ck Ck ckkk....

Jubah, Jenggot dan Bahasa itu Hanya Budaya Saja

 

Oleh : Sumanto Al Qurtuby

Bahasa, jubah dan berjenggot itu bagian dari budaya Arab dan Timur Tengah sejak zaman bahoela jauh sebelum Islam lahir pada abad ke-7 M. Karena itu jangan heran jika anda melihat komunitas Kristen Arab juga berjubah, meskipun tentu saja ada yang tidak, sebagaimana Arab Muslim: ada yang berjubah, juga ada yang tidak. Suka-suka mereka.

Pages