Jan Ethes

Warisan Berharga Dari Sang Kakek

ilustrasi

Masih banyak pelajaran lainnya - berupa nilai-nilai kehidupan utama - yang ditanamkan ke bawah sadarnya. Bahkan tanpa sadar Ethes belajar tentang kesabaran, kepasrahan, keteguhan menghadapi berbagai tikaman lawan yang jahat dan busuk.

Ethes belajar bagaimana menghadapi badai-badai terbesar dunia, dan mengepakkan sayap rajawali melintasi badai itu.

Mati Akal

Gempuran fitnah dan mesin kebodohan dalam tahun terakhir memang makin kelihatan masuk ranah kepanikan. Adalah barisan pendukung paslon No.2, yg makin menggila kelakuannya. Gak tanggung-tanggung mesin hoaks berkapasitas tak terbatas diinstall dimana-mana. Dan yg mencengangkan bgt ketauan mereka ngelesnya seragam. Gak pakai malu, malah pakai serangan balik tanda otaknya kebalik.

Jan Ethes Merepotkan Mbah Waslu

 

“Hai, sedang apa, Mbah?”
“Kok manggilnya Mbah, toh?”
“Kan namanya Mbahwaslu?”
“Oh, oke. Gini Jan Ethes, lagi nyari namamu. Kok nggak ada dalam daftar timses kakekmu!”
“Untuk apa cari nama saya, Mbah?”
“Untuk dibuat laporan, bener nggak tudingan kamu ikut kampanye kakekmu.”
“Terus, laporan itu untuk apa, Mbah?”
“Untuk dilaporkan nanti..”

Presiden Kok Ngemall?

Kenapa Jokowi bisa sesederhana itu, karena jadi presiden itu amanah, beliau paham betul itu, gayanya tak berubah sejak dari tukang mebel, jadi walikota, gubernur dan skrg jadi presiden. Yg pendahulunya apalagi yg digantikannya, jalan saja paspampres 6 lapis, jangankan mau selfie, belum senyum saja kita sudah disuruh menepi. Ini bakal sama halnya kalau pedagang kuda berkuasa, kita salah senyum saja dia langsung keras ringkikkannya. Hei anda mau dengar saya ngomong, atau anda yg ngomong. Dasar Boyolali.

Pages