iyyas subiakto

Ketika China Bersin

China, misalnya yg semula di olok kena korona karena makanannya, skrg dunia baru tau rasa, bgt China meriang seluruh dunia ikut demam. Dari sudut ketersediaan obat dunia saja misalnya, ternyata China memasok 3/4 kebutuhan obat anti biotik dunia, belum yg lainnya, milyaran dollar pemasukan pariwisata amblas, komoditi pertanian, perikanan hancur. Selandia Baru mengobral harga lobster sampai 40%, krn tdk ada export ke China, gimana kalau China mogok makan, berhentilah semuanya.

Tragedi Kemanusiaan Jakarta

Strategi gila memakai agama sbg alat pengoyak kekuatan kebaikan yg nyata dari seorang Ahok sangat besar taruhannya, andai saja waktu itu posisi Ahok menang Jakarta bisa membara, dia kalah, sekaligus dia menjadi martir atas kelangsungan bangsa ini, dia di korbankan utk memuaskan nafsu durjana para setan pengendus yg rakus dlm kekuasaan dan kekayaan, hanya ada dua di benak kepala mereka kuasa dan harta, negara no lima.

Puncak Pertarungan Jokowi-JK

Apakah itu salah, tidak juga, tidak ada yg melarangnya, hanya akhlak yg bicara, itupun kalau masih ada. Karena sulit mengekang nafsu berkuasa, sekaligus menampik peluang usaha. Itu bedanya dia dgn Jokowi, Jokowi pengusaha yg berhenti setelah jadi politisi. Anaknya saja yg punya usaha catering tidak pernah mau menerima orderan pemda. Itu AKHLAK DAN ETIKA. Bukan aji mumpung perut gembung dada membusung.

Pasangan Serasi GUbernur DKI

Prilaku Anies sang Gubernur hasil kawin silang antara jualan agama dan nafsu berkuasa orang-orang di belakangnya, akhirnya keluar anak celaka yg membuat Jakarta porak poranda. Anies memang tak seimbang karena dia datang setelah Ahok, kapasitasnya bak bumi dan langit, mau kepalanya dijadikan kaki, dia tetap tak bisa mengejar prestasi dan cara Ahok menata Jakarta. 

Keram Otak

Kelas manusia halusinasi yg sampai keram otak adalah gubernur DKI, dia selalu berhayal bak ngebayangin negeri dongeng, air hujan mau di masukkan ke bumi, ramainya orang berspeda di Jakarta maka dibuat jalan utk speda, ramainya pejalan kaki, maka harus dibuat terotoar lebar, lelapnya warga Jakarta saat tidur shg harus pasang Toa utk di bangunin saat banjir, pompa air harus di istirahatkan saat banjir. Sekarang anak buahnya bilang pohon yg di tebang di Monas sdg di istirahatkan di kebun bibit, ini semua seperti ngajak gila massal.

Pages