iyyas subiakto

Jokowi Menang 100%

Memasuki malam, Prabowo kembali deklarasi dengan klaim kemenangan 62%, plus sujud syukur, dan masih tanpa Sandi. Eh..lagi-lagi setelahnya ada deklarasi lagi, disini ada Sandi, tapi tanpa ekspresi, pucat, dingin, tidak ceria seperti biasa. Anak mami berubah jadi anak mini. Semua 3 deklarasi dgn klaim kemenangan dimana posisi angka QC terus berjalan pada posisi 54,5% Jokowi, dan 45,5% Prabowo. 

Belajar dari Selandia Baru

 

Sekarang seolah damai menjadi ancaman, negeri tenang seperti Selandia Baru, terguncang gara2 akal pincang. Jangan tanya dia siapa dan kenapa membantai orang beragama apa, kita saja juga sama, ada orang minta suara azan di kecilkan, malah orangnya dimasukkan penjara, izin rumah ibadah dipersulit, keyakinan orang lain di anggap ancaman, padahal kelakuannya yg membuat orang lain tak nyaman.

Supersemar, TIket Masuk Orba

 

Prosesnya begitu luar biasa terencana, katanya CIA ikut jg disana, Soekarno dipaksa ke istana Bogor, dari sana Surat Perintah itu keluar yg isinya entah siapa yg mengarah, apakah benar Soekarno atau dia dipaksa menandatangani dgn tekanan, walahu a'lam bishawaf, hanya Soeharto, Yusuf, Amir Machmud dan Basuki Rachmad, mereka ber 4 dan berlima bersama Tuhan yg lebih tau pastinya, dan apa isinya.

Gundukan Tanah 340.000 Hektare Itu Cuma Putingnya

 

Justru setelah ada suara itu, skrg pemerintah harus merevisi uud agraria agar kepemilikan lahan peroraran maupun korporasi bs diatur ulang. Orba sudah tak ada jgn kelakuannya dipiara. Mumpung ada Jokowi hal ini bisa diperbaiki.

Ketimpangan kepemilikan tanah petani dan korporasi ibarat langit dan bumi, bgt juga pribadi2 yg dulu dekat dgn sang priayi pemegang kendali negeri, apapun bisa dibagi, selagi ada bagian yg bs dibicarakan.

Ketika PS Diminta Ganti Pampers

 

Teman2 tanya ke saya, berapa skor tadi malam kalau diibaratkan main bola. Ya.. PS itu kalahnya bkn 12:0, tapi tiang gawangnya sampai kecabut kena bola yg ditendang Jokowi.

Singkatnya, debat tadi malam makin mempertajam posisi Jokowi, sementara PS makin seperti batu es, meleleh habis dimakan waktu, ini bedanya batu karang yg ditempa ombak dgn es batu yg dikeraskan sesaat, dia tidak kuat karena memang kerangkanya bukan benda padat. Jadinya cuma sesaat, berkelebat, kemudian minggat.

Pages