Isu

Cacing Parasit Itu Memang "Mematikan"

Ilustrasi

Menurut saya, isu cacing parasit dalam ikan kemasan bisa jadi salah satu strategi perang asimetris untuk memutus mata rantai para mafia laut itu. Cacing itu kini benar-benar "mematikan". Masyarakat instan sebagai konsumen ikan kemasan berangsur-angsur kembali kepada ikan segar sebagaimana yang sering dikampanyekan oleh pemerintah. Merosotnya permintaan komoditas ikan kemasan memang mengorbankan "sebagian" produsen lokal meskipun faktanya bahan baku yang didapatkan melalui "impor".

Penebar Hoax, Petarung Cengeng

Ilustrasi

Bos partai naik alphard berpendingin, wangi, nenteng hape mutakhir, lha kader-kader di bawahnya bingung bayar cicilan motor, mumet mikir harga beras dan rokok yang naik. Itupun belum mikir dana buat beli kuota untuk ber'jihad' menjadi cyber army sambil pisuh-pisuhan di medsos. Hahaha. Lha kalau sudah tercyduk, coba dicek, berapa sahabat yang mau menjenguk di bui. Boro-boro membantu, tanya nomor rekening buat membantu sewa pengacara saja nggak ada, kok.

Imunisasi Radikalisme dan Hoax

Ilustrasi

Bahkan mereka jarang sholat, karena menganggap kewajiban sholat belum tegak sebelum negara Islam tegak. Demikian juga syariat yang lain. Dan yang depresi tidak hanya anak yang jadi korban, tapi juga orang tua dan lingkungannya. Beberapa orang tua yang merasa anaknya baik-baik saja di kampus, ternyata anaknya sudah DO dengan meninggalkan banyak hutang.

Membaca Manuver Politik Nurmantyo

Ilustrasi

Belajar dari pengalaman Pilkada DKI 2017. Terlalu mahal ongkos sosial yang harus kita bayar. Kegaduhan, kebencian, perpecahan dsb. Sampai-sampai kita juga harus "mengorbankan" salah satu putra terbaik bangsa yang telah membawa Jakarta lebih baik, hanya karena isu SARA dalam Politik Identitas. Bayangkan jika hal yang sama terjadi dalam skala nasional. Padahal Jakarta yang masyarakatnya relatif rasional dan terdidik, dampak "kerusakannya" begitu terasa.

Asma Nadia dan Komunisme

Ilustrasi

Ditengah keduanya, lalu muncul sosialisme. Paham ini sadar tidak mungkin menghapuskan kepemilikan individu, menghapuskan negara, tapi juga jangan biarkan pasar mengatur semuanya. Karena itu sesuai namanya, menyatakan bahwa tujuan sosial seharusnya dirumuskan bersama (the good of society is collectively defined), dan negara diberi mandat untuk mengatur agar tujuan bersama itu tercapai. Misalnya lewat distribusi kekayaan.

Pages