intoleransi

Mengungkap Motif Kampanye Anti Poligami Dalam Kacamata Radikalisme Di Indonesia

ilustrasi

Pola yang sama itu pun bisa kelihatan dari kampanye Poligami dan #Indonesiatanpapacaran yang sedang marak dilakukan di Indonesia oleh kelompok-kelompok pendukung Khilafah. Kedua kampanye di atas bertujuan untuk menciptakan perempuan-perempuan dan anak-anak gadis yang tidak boleh berpikir, tidak boleh bernalar dan tidak boleh memiliki rasa.

Radikalisme, Kampus Dan Religiusitas Pancasila

ilustrasi
Dalam kaitan ini, HTI telah lama membudayakan pemikiran pendirinya, Taqiyudin al-Nabhani tentang kepribadian Islam (al-Syakhsiyyah al-Islamiyyah). Di dalam pikiran ini, seorang Muslim yang menerima sistem politik non-Islam (demokrasi dan negara-bangsa) telah mengalami kepribadian yang terbelah. Secara akidah ia menganut Islam, namun dalam kehidupan bermasyarakat tidak menggunakan Islam.

Welcome To Dubai

ilustrasi

Mereka adalah sel tidur yang pergerakannya mirip sel kanker. Bergerak mematikan di dalam senyap! Mereka sudah merebut banyak masjid, banyak majelis, banyak pesantren, bahkan begitu banyak umat yang nantinya akan disiapkan untuk merebut dan merubah bentuk negara. Tak ada lagi NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika. Semuanya akan dirubah menjadi Khilafah! Sebuah tujuan utopis yang sebenarnya hanyalah cara untuk menghancurkan sebuah negeri.

Hotel Mumbay

ilustrasi

Mengingatkan saya pada beberapa artikel menarik, yang bahas begini: apakah agama yang memberi penafsiran sehingga mengarahkan perilaku seseorang, atau sebenarnya seseorang sudah punya default moralnya sendiri (terbentuk dari berbagai faktor) lalu dia memilih jenis penafsiran yang memberi pembenaran pilihan moralnya itu.

Singkat kata: film yang layak tonton.

Arus Radikalisme Di Indonesia, Menyusup Dalam Pilpres

ilustrasi

Oleh karena itu siapapun yang pemikirannya melemahkan NU, mensuport gerakan puritanisme Islam akan saya lawan. Lawan dengan pemikiran dan akademik bukan dengan gelut dan senjata. Kita manusia bukan harimau yang berantem dengan cakarnya, atau serigala yang menerkam dengan taringnya.

Meramaikan Insiden Selandia Baru, Melupakan Yaman

ilustrasi

Bahkan Di Tanah Air Sendiri Tidak Terlihat Sama Sekali Aksi Bela Yaman Ataupun Aksi Peduli Tragedi Yaman Seperti Yang Sering Di Gaungkan Oleh Kaum Wahabi Di Saat Menggelar Aksi Perduli Syiria.
Lalu Dimanakah Letak Keadilan Itu ?
Karena Hingga Sekarang Keadaan Negeri Yaman Masih Dalam Kondisi Yang Menggenaskan Akibat Serbuan Kerajaan Khowarij Wahabi Arab Saudi Beserta Sekutunya Yang Kejam Dan Tidak Berperikemanusiaan.

Antara Supremasi Kulit Putih dan Intoleran Indonesia

 

Membunuh 49 orang Islam di Selandia Baru pada tahun 2019.

Modusnya selalu sama yaitu membunuh korbannya di tempat peribadatan. Orang keturunan India dibunuh di Kuil Sikh, orang Kristen kulit hitam dibunuh di gereja, orang Yahudi dibunuh di sinagoga, dan orang Islam dibunuh di masjid.

Pages