intoleransi

Maka Menagislah Kamu Indonesia

Ilustrasi

Jangankan berelasi terhadap agama berbeda, di kalangan sendiri kita gemar menegasikan kelompok lain. Tak muncul dari kita keberanian untuk mengaku bahwa tindak kekerasan atas nama Tuhan adalah keniscayaan tafsir dalam agama mana pun yang tak bisa disangkal. Kita perlu dengan rendah hati menerima kenyataan, menjadikan itu tanggungjawab komunal.

Negeri Tanpa Dendam

Ilustrasi

Ketika ditanya apakah ia masih menyimpan dendam dan kemarahan atas semua kekerasan, penghinaan dan penganiayaan yang dilakukan rezim dan lawan politiknya, dengan tenang ia menjawab, ”Memang ada rasa marah, bahkan takut karena kehilangan kebebasan sekian lama. Namun, jika saya melangkahkan kaki keluar dari penjara dan tetap menyimpan dendam, itu berarti saya masih terpenjara oleh mereka.

Agama, Pengendalian Diri dan Radikalisme

Ilustrasi

Persis di situ soalnya. Agama tidak berdaya membuat Anda lebih baik. Keputusan final berada di tangan Anda sendiri. Andalah penentu kebaikan maupun kejahatan, bukan Agama. Entah seberapapun agungnya nilai-nilai dalam agama yang Anda anut, semua terlihat hina ketika Anda mengingkarinya. Jadi, apa guna agama?

Senjakala Kedamaian Jogjakarta?

Ilustrasi

Pejah gesang melu Sultan. Adalah teriakan ketika Sultan tunjuk siapa partai yang dipilihnya. Tak heran jika Golkar terus mendominasi Jogya selama puluhan tahun. Dalam benak masyarakat Jogya, adalah keberkahan batin mempunyai seorang Sultan. Suasana kebatinan menyebabkan masyarakat Jogya lebih lentur dalam menerima cobaan. Mengalah dan mengalah pada kekuatan yang makin lama makin menjajah, termasuk radikalisme yang jahiliyah.

PDIP Amankan Pilkada di Jawa dari Intoleransi

Ilustrasi

Di Jateng..
PDIP sebenernya bisa mengusung cagub sendiri. Karena tak mau Jateng lepas dan pede yang sedikit mengendur, PDIP berusaha menggandeng parpol laen. Terutama pemegang suara NU, yaitu PKB atau PPP. Gus Yusuf dari PKB atau anak mbah Maemoen Zubair sudah sejak sebulan lalu didekati.

Giliran Admin BNI Syariah Posting Tentang Intoleransi

Ilustrasi

Dan masih banyak oknum serupa yg bekerja di berbagai instansi negara, BUMN, PNS yg menikmati fasilitas negara tapi doyan fitnah kepada negara. Akun @digembok di twitter banyak "menguliti" PNS2 yg sering share fitnah dan hoax. Beberapa diantaranya tercyduk dan mengakui kesalahannya. Sayangnya cuma pengakuan di selembar kertas bermeterai. Belum ada sanksi yg lebih tegas kepada oknum2 seperti ini.

Pages