Intoleran

Institut Tarbiyah Bandung?

ilustrasi

Resep Bang Imad itu terbukti manjur menarik minat. Bukan hanya dari kampus ITB, tetapi juga mahasiswa dari kampus lain. Alumni-alumni kader LMD didikan Salman ITB kemudian jadi anak panah hadirnya badan kerohanian di kampus-kampus. Masjid Arief Rahman Hakim di UI Jakarta menjadi basis dakwah dengan kegairahan baru. IPB Bogor melahirkan Badan Kerohanian Islam (BKI). Gairah yang ditabur Salman ITB itu menggeliat pula di Jamaah Salahuddin UGM dan ITS Surabaya.

Dari Beternak Intoleran Hingga Merangkulnya

ilustrasi

Seperti ini adalah cara berpikir yang aneh. Kita bertarung atau disuruh bertarung dengan kelompok intoleran-radikal, tapi aparat (oknum?) malah merangkul. Padahal yang benar justeru ormas besar Islam dengan diambil beberapa gelintir tokohnya diminta untuk merangkul dalam arti mendidik mereka baik dengan soft atau lebih dari itu. Sementara bagi aparat penegak hukum harus tegas dalam menjalankan hukum.

Provinsi Kebarat-Baratan yang Intoleran

Bagaimana mereka menghadiri misa Natal setiap tahun? Gereja terdekat jaraknya 120 kilometer. Bayangkan. Hanya untuk ibadah, mereka harus berjalan sejauh Jakarta-Bandung.

Syarat ibadah harus di rumah ibadah memang lucu. Wong sholad ied, disunnahkan justru digelar di lapangan. Bukan di masjid. Jadi saya yakin, saban lebaran warga muslim di sana banyak yang ikut jemaah ied di ruang publik.

Belajar Dari Marawi, ISIS Berada Didepan Beranda Kita

ilustrasi

Sederhananya, sebelum invasi kota, ISIS sendiri sudah berkembang di dalam melalui sel tidur, para penyusup penghianat yang membuka gerbang penyerangan.

Karenanya, baik Filipina dan terutama pemerintah Indonesia tidak bisa memandang ISIS sebagai ekstrimis gerilya ala FARC Kolombia, karena jelas sangat berbeda.

Welcome To Dubai

ilustrasi

Mereka adalah sel tidur yang pergerakannya mirip sel kanker. Bergerak mematikan di dalam senyap! Mereka sudah merebut banyak masjid, banyak majelis, banyak pesantren, bahkan begitu banyak umat yang nantinya akan disiapkan untuk merebut dan merubah bentuk negara. Tak ada lagi NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika. Semuanya akan dirubah menjadi Khilafah! Sebuah tujuan utopis yang sebenarnya hanyalah cara untuk menghancurkan sebuah negeri.

Teroris Dan Agama Islam

ilustrasi

Saya tidak akan pernah mendukung siapapun pelaku bom bunuh diri, pembunuhan ataupun peperangan yang selalu terjadi saat ini. Alangkah indah perbedaan konflik di atasi secara damai dengan otak yang jernih. Tetapi hal seperti ini nampak nya tidak akan terjadi kerena banyak manusia yang haus kekuasaan dan mengatas namakan agama untuk meraih kekuasaan tersebut.

Pages