Intoleran

Islam Kaku dan Teror Teologis

Ilustrasi

Hal lain yang perlu dicatat kenapa Islam kaku itu tidak laku adalah karena para elit kelompok Islam kaku sebenarnya menyembunyikan "kepentingan sekuler-duniawi” yang dibungkus dengan jargon-jargon sakral-ukhrawi. "Perjuangan Islam” yang mereka serukan hanyalah bungkus, strategi, taktik, dan jargon kosong belaka untuk menarik minat sebanyak-banyaknya para "konsumen” Muslim.

Penolakan Abdul Somad oleh Hongkong Indikasikan Tolak Radikalisme?

Ilustrasi

Terlepas dari unsur komersil yang tercium keras, pemulangan Somad mengindikasikan bahwa Hong Kong mulai mengkhawatirkan kemungkinan masuknya paham radikal ke komunitas asing disana. ( baca: https://www.google.co.id/…/hong-kong-police-alert-terror-th…).

Rekomendasi Untuk Menkopolhukam Tangani Kelompok Radikal

Ilustrasi

Misal, kata Republik Indonesia sdah ditulis oleh ulama Aceh tahun 1871 dengan Jumhuriyah Indonesiyah sblum Tan Malaka menulis "Republik Indonesia" tahun 1925.

Pada tahun 1871 Seorang ulama Acer bernama Syekh Ibrahim bin Husain Buengcala (Kuto Baro, Aceh), telah menulis nubuatan kapan "Jumhuriyah Indonesia" akan merdeka.

Saat Kelompok Intoleran Hadapi Kelompok Nasionalis

Ilustrasi

Mereka juga masuk di partai-partai dan ormas serta berbagai lembaga kajian atau LSM. Yang mereka lakukan kerap membangun opini yang membodohi publik dan meninabobokan publik kepada persoalan-persolan sederhana agar tak fokus kepada kejahatan mereka yang senantiasa menikmati uang rakyat tanpa tujuan yang jelas. Ada pula yang mengambil peran sebagai cukong yang mengongkosi berbagai pembentukan opini, terutama lewat berbagai media massa.

Pages