Intimidasi

Awas, Perempuan dan Anak-anak Jadi Sasaran Persekusi Kaum Intoleran

Ilustrasi
Sebut saja ibu Indri Sorraya Zulkarnain, mereka tidak sekedar memaksa si ibu ini untuk menandatangani surat pernyataan tapi massa yang berada dilingkungan rumahnya mencapai 60 orang. Bukan hanya itu, perempuan bertempat tinggal di Tangerang ini mendapat berbagai ancaman melalui akun medsosnya. Padahal Sorraya hanya mengkritik pimpinan FPI Rizieq Shihab yang sikapnya tidak bertanggungjawab atas kasus yang membelitnya. Contoh lain, Nurul Indra yang warga Batam melakukan aksi menyalakan seorang diri.

Polisi Evakuasi Anak Cipinang Korban Persekusi dari Rumahnya

Mereka tiba dengan mengendarai 3 mobil Toyota Avanza yang bertuliskan Jatanras. Mereka langsung masuk ke dalam rumah dan berbincang dengan keluarga Mario.

Mereka tampak keluar dari rumah 15 menit kemudian. Mario beserta beberapa keluarganya ikut ke mobil polisi.

Teror vs Teror

Sampai saat ini bisa dibilang teror mereka berhasil. Pelaku teror dengan menggunakan agama berhasil memaksakan kehendak mereka dengan menggerakkan massa, melakukan tekanan atas nama umat.

Dampak dari keberhasilan teror mereka adalah ketakutan. Ketakutan ini mewabah di banyak lapisan masyarakat mulai dari rakyat kecil sampai pengusaha. Para pelaku teror ini berhasil membangun paradigma bahwa situasi akan kacau dan ekonomi akan terganggu jika tuntutan mereka tidak terpenuhi.

Pilkada DKI, Intimidasi dan Ali Syariati

Seorang kawan bercerita, bagaimana ada seorang bocah perempuan yang terus menangis meminta orang tuanya memindahkannya dari sekolah karena setiap hari kawan sekolahnya mengolok dengan sebutan " China kafir, Anak Ahok, gantung china". Atau bagaimana ketakutannya warga komplek perumahan dengan mayoritas Thionghoa saat membaca beragam Spanduk dan ujaran kebencian " Aksi bela Islam, Ganyang China atau Usir China Komunis". Sayatan luka peristiwa 98 masih berbekas basah dalam ingatan mereka, dan ujaran kebencian itu menjadi cuka yang kembali menoreh pedih.

Kebencian Sudah Meracuni Dunia Anak-anak, Intimidasi Menimpa Anakku

Adanya ayat dalam kitab suci yang melarang memilih calon dari agama lain. Namun itu bukanlah ayat yang terputus, selalu dibarengi dengan klausul sebab dan penyebab serta deskripsi lanjutan yang bisa multitafsir. Sehingga satu tafsir tidak otomatis menjadi benar atau dianggap kebenaran mutlak, karena itu masih jadi rahasia Tuhan. Dalam agama islam, Al Qur’an merupakan kitab suci yang 80% isinya adalah kiasan, bukan substansi. Substansi dalam Al Qur’an hanya seputar larangan memakan sesuatu yang haram, disini mutlak tidak ada penafsiran lain.

Cagub DKI Agus - Silvy Intimidasi Pendukung dengan Bai'at

Ilustrasi

Dalam demokrasi, kepemimpinan berasal dari rakyat, untuk rakyat, pada rakyat. Dalam demokrasi, rakyatlah pemegang kekuasaan tertinggi. Hal ini d wujudkan dengan meletakkan hukum d atas segalanya. Seorang lurah, camat, walikota, gubernur, mentri, bahkan presiden pada teorinya tdk kebal hukum.

Pages