Injil

Injil Berbahasa Minang

Lah, terus kenapa kalau ada Alkitab bahasa Minang ? Takut orang Minang murtad dan pindah agama ke Kristen ? Kalau gitu, protes juga dong, minta Menkominfo hapus "Arabic Bible" juga karena bahasanya mirip Alquran.

Harusnya pak Gubernur ini bangga, bahwa bahasa Minang dikenal dan dimasukkan dalam aplikasi Injil. Siapa tahu orang Kristen jadi tertarik untuk belajar bahasa Minang. Itu kan promosi budaya Minang ? Mikir ko terbalik sih..

Hapal Kitab Suci Di Negeri Religi

Ilustrasi

Mudah2an pula kelak di semua Universitas Negeri riuh anak2 berbahasa percakapan menggunakan bahasa Arab, Ibrani, Sansekerta dan Pali, serta bahasa Mandarin. Sungguh meriah nampaknya jika mereka yg beragama berbeda bercakap dengan menggunakan bahasa kitab suci masing2. Si muslim bercakap menggunakan bahasa Arab, oleh si Kristen dijawab dengan menggunakan bahasa Ibrani. Si muslim bercakap menggunakan bahasa Arab dijawab oleh si Hindu dengan menggunakan bahasa Sansekerta.

Kritik Atas Ceramah Dr Zakir Naik

Ilustrasi

Al-Qur’an dan Sains

Tema favorit lain adalah soal ketidakotentikan Alkitab. Biasanya, dia membeberkan ayat-ayat dalam Alkitab yang dianggapnya saling bertentangan satu sama lain atau tidak sesuai dengan sejarah atau sains. Ini tema klasik tentang tahrif (falsifikasi) yang diulang-ulang, dan kembali ditonjolkan dalam debat-debat yang dilakukan oleh Rahmatullah Kairanawi di India dan Deedat di Afrika Selatan. Saya juga tak perlu mengulangnya di sini.

Bahasa Arab Tidak Eksklusif Dimiliki Umat Islam

Bible Berbahasa Arab

Oleh: K. El-Kazhiem
 

Pada 10 Desember 2007, edisi bahasa melayu The Catholic Herald memakai kata ‘Allah’ dalam menyebut Tuhan. Kemudian warga muslim di Malaysia berang. Pemerintahnya ikut-ikutan berang. Mereka menetapkan ‘Allah’ jadi eksklusif untuk orang Islam. Inilah yang aneh. Entah orang Islam atau orang Malaysia yang terkenal suka mengklaim. Padahal, kata ‘Allah’ sudah digunakan orang Timur Tengah jauh sebelum adanya Kristen atau Islam.

Pages