ilmu pengetahuan

Pergeseran Makna Mati

ilustrasi

Tahun 1747 seorang ahli kesehatan James Lind dari Britain, mencoba beberapa grup pelayaran diberi buah jeruk dan yang lain tidak. Grup tanpa jeruk akan kehilangan satu per satu anggotanya karena serangan penyakit scurvy. Yang makan jeruk selamat. Kebiasaan para pelaut saat itu berbekal roti dan dendeng saja. Asupan vitamin kurang. Itulah penyebab penyakit scurvy yang mematikan. Angkatan laut kerajaan Inggris tidak percaya temuan Lind. Tapi James Cook percaya.

Sentimen Agama dan Pembunuhan Nalar

Ilustrasi

Contohnya adalah teks viral ini. Begitu orang membaca judul "Kyiai dan Pendeta", maka sentimen Islam Kristen langsung on. Nalar pun auto-switch off. Sudah, Anda tidak perlu pakai nalar untuk membaca pesannya. Di akhir teks, Anda setuju. Bahkan, lebih dari itu, Anda ikut menyebarkannya, mungkin. Anda merasa dengan begitu Anda sudah menjadi Muslim yang saleh dan ikut menyelamatkan umat dari pesta sesat tahun baru.

Gaj Ahmada dan Kematian Ilmu Pengetahuan

Di sini, saya mulai mengerti bahwa di era media sosial ini ternyata banyak temuan baru dalam dunia ilmu pengetahuan. Yang lebih menarik, temuan itu dilakukan tidak melalui verifikasi dan pembuktian melalui perdebatan di forum akademik ataupun jurnal-jurnal ilmiah internasional, yang sebelumnya didapatkan melalui proses riset yang panjang. Pengetahuan ilmiah itu dapatkan dan dibuktikan dengan perasaan dan bukti keberagamaan yang kuat bahwa ada yang salah dengan bukti sejarah dan ilmiah saat ini.

Pentingnya Ilmu Pengetahuan, Cerdas Intelektual dan Kaya Spiritual

Oleh : Erizeli Jely Bandaro

Ternyata IP Ahok ketika lulus dari Trisakti hanya 2,7 tapi dia berhasil menjadi pengusaha dan kemudia berkarir di bidang politik. Spritualnya pun kuat. Dia mampu menjadikan empat anak asuhnya cum laude di Trisakti dan dapat beasiswa melanjutkan kuliah di luar negeri. Ini lagi satu fakta bahwa nilai IP dan asal kampus tidak menjamin apapun tapi "sikap hidup" oranglah yang membuat ia something else...

Pages