Ilmiah

Proporsi, Representasi Dan Delusi

ilustrasi

Sampai di situ, hubungan antara proporsi dan representasi masih tampak normal. Tetapi fakta sejarah politik tidak demikian. Masyumi, jelmaan MIAI, tak pernah memperoleh suara lebih dari 25%. Suara Masyumi tidak cocok dengan proporsi demografi Muslim yang 87% dari total penduduk Indonesia. Pada 1952, NU malah sudah keluar dari Masyumi sebelum mimpi Masyumi untuk menjadi rumah politik semua orang Islam terwujud. Pemilu 1955, suara Masyumi hanya 20.9%, selisih tipis dengan NU di angka 18.4%.

Setelah Buka Data, Giliran Dana Lembaga Survey Dipersoalkan BPN

ilustrasi

Di titik inilah, inkonsistensi kembali terjadi. Dari soal menggugat data, sekarang lari ke relevan atau tidak atau soal dana. Padahal forum kemarin menjadi sarana ideal untuk masing-masing pihak menunjukan metodologi atau bahkan dana yang dimaksud dari pelaksanaan quick count bagi lembaga survei dan real count yang dilakukan oleh BPN.

Dunia Ilmiah Digugat Kepentingan Politik?

ilustrasi

Anehnya, di tengah munculnya ancaman ini, ada sebagian akademisi sendiri yang seakan-akan ikut arus menyetujui dan bahkan menjadi bagian penggempur melawan dunianya sendiri. Hasil ilmu pengetahuan yang selama ini diyakini sebagai hasil kerja objektif digugat oleh kelompok akademisi ini. Ada gejala kontaminasi politik di kalangan orang-orang terdidik sendiri.

Pages