ILC

Bedah Statemen Felix Siaw dalam Perspektif Ilmu Mantiq

Ilustrasi

Di video, Felix sedang berargumen dengan model semacam itu. Ia sedang meyakinkan pada publik bahwa hanya Felixlah satu satunya yg representatif berbicara mengenai Turki Utsmani di Indonesia (ingat, dia memakai redaksi "di Indonesia", bukan "dibanding Abu Janda"). Pdhl kita tak tahu kepakaran dia seperti apa dibanding ulama ulama kaliber Indonesia. Saya malah melihat, Felix ini mirip katak dalam tempurung.

Level Felix Siaw, Eggi Sujana, Al Khathath Memang Narasi Ustadz Abu Janda dan Deny Siregar

Ilustrasi

Dan terjadilah yang awam ini ikut-ikutan ngamuk dengan abu janda ( Permadi Heddy Setya ), ada pula yang mengaku paling berjasa dengan NU, padahal dia sendiri tak paham dengan NU. Seolah NU butuh manusia unyu2 yang baru baper overdosis agama ini, yang levelnya baru debat kusir dengan rekan kerja satu PT. Padahal kalau otaknya mau berfikir waras, justru kita-lah yang butuh NU, bukan NU yang butuh kita.

Benarkah Felix Siaw Paling Faham Turki Utsmani di Indonesia?

Ilustrasi

Apakah Felix pernah dengar kiai-kiai khos atau sepuh NU yang sudah belajar agama dari sejak balita, yang tumbuh besar di lingkungan pesantren, yang berasal dari keluarga santri dan kiai, yang hidupnya jauh dari urusan follower FB, yang sudah berkelana ke pelosok-pelosok menemui jutaan umat dan mendidik ratusan juta orang dari masa ke masa, yang hidupnya sangat zuhud dan selesai dengan dunia? Pernah dengar?

Pembully Denny Siregar Itu Apa Kemampuannya?

Ilustrasi

Nature seorang penulis jelas beda dengan pembicara dan pendebat. Denny bukan pendebat verbal yang harus menang dan gak boleh kalah. Dia adalah pendiskusi. Dia lebih dekat dengan gaya analitis-deskriptif, bukan argumentatif. Nah orang-orang itu kan taunya cuma satu: elo ngomong, gue denger. Itu aja.

Membela Abu Janda dan Publik Speaking Yang Bagus

Ilustrasi

Orang yang pandai menulis, ternyata belum tentu pandai berbicara. Begitupun sebaliknya, orang yang pandai berbicara, belum tentu pandai menulis. Kita membutuhkan orang-orang moderat yang pandai menulis, sekaligus pandai berbicara. Sebab dakwah Islam dalam konteks sekarang ini mesti bervariasi dan multi-metode.

Cukup Nasionalisme dan Tangan Tuhan yang Bekerja

 

Pembahasan DS tidak menggigit. Sementara AJ yg terlihat lebih percaya diri, seperti kurang menguasai materi saat mengemukakan masalah bendera Rasulullah. Selain argumennya mudah dipatahkan oleh Felix, keterangan Prof. Mahfud MD pun mendukung argumen Felix. Disini Felix seolah bisa menyombongkan diri dengan keilmuannya. Tapi beberapa detik kemudian, Prof Mahfud justru menghantam secara lugas statmen Felix tentang negara khilafah.

Pages