Ideologi

Meski Ormas Terlarang, PKS Tetap Gauli HTI

Ilustrasi

Kita tahu bahwa HTI berbahaya karena ingin mengganti system dengan khilafah. Lantas apa fakta-fakta sesungguhnya tentang HTI? Pertama, HTI itu sesungguhnya parpol bukan ormas. Hizbut dalam terminologi bahasa artinya partai. Hanya untuk mengelabui masyarakat dan pemerintah didaftarkan sebagai Ormas. Kedua, HTI telah ditolak lebih dari 15 negara muslim. Artinya meski warganya mayoritas muslim, mereka tidak menggunakan khilafah. Ketiga, Sistem pancasila merupakan bentuk Negara kesepakatan, dan tidak mentolerir perubahan.

Kupas Tuntas Metodologi Cuci Otak-Ghazwul Fikri

SENJATA UTAMA : JARGON
Kalau anda menyaksikan ikhwan atau kader Tarbiyah sangat piawai menciptakan jargon, tidak perlu heran. Penanaman jargon kepada otak kader secara terus menerus merupakan bagian yang tak terpisahkan. Hal ini sebenarnya lumrah saja dan dilakukan di berbagai organisasi,--termasuk partai politik. Perbedaannya, --dalam pola kaderisasi tarbiyah--, jargon diciptakan dengan meminjam ungkapan-ungkapan agama, sehingga ia menjadi suci lagi mensucikan.

Menyikapi Terorisme Di Rutan Mako Brimob

Ilustrasi
Begitu pula dg isu anti-Amerika Serikat (US). Benar bahwa sejarah terorisme modern berkaitan erat dg peran US pada masa perang dingin dg Uni Soviet yg meradikalkan sebagian kecil umat Islam atas nama perjuangan anti-Soviet. Benar pula, bahwa saat ini pengaruh US kpd semua pemerintah dan negara di seluruh penjuru dunia itu eksis.
 

Membungkam Jubir HTI Di Pengadilan

Ilustrasi

(Tapi yang pasti saya mulai tidak tertarik ide Khilafah Hizbut Tahrir karena isinya hanya dogma, bukan diskusi, isinya propaganda bukan kajian kritis, untuk semua persoalan yang dibahas, jawabannya cuma satu: Khilafah. Apapun masalahnya, jawabannya Khilafah. Saya masih ingat buletin-buletin HTI era SBY yang membahas kenaikan listrik dan BBM, proyek yang mangkrak dan investasi asing, semua solusinya: Khilafah.

Cara Santri NU Meneladani Rasulullah dalam Bernegara

Ilustrasi

Dalam literatur ilmu ushul fiqh, Muhammad SAW dipandang memiliki beragam kapasitas. Selain sebagai Rasulullah SAW, beliau juga orang Arab yang lekat dengan budaya Arabnya, penggembala, pedagang, sekaligus seorang pemimpin negara. Umat Islam harus jeli membedakan beragam kapasitas Nabi Muhammad SAW tersebut agar tidak salah kaprah dalam mengikuti ajarannya. Terkait dengan masalah ini, para ulama ushul era klasik dan pertengahan seperti Abi Muhammad Ibnu Qutaybah al-Daynuri (w.

Pages