humaniora

Jokowi Logatnya Jawa dan Bilang Alfateka, Kok Ribut Sih?

Ain (ع) jadi (Ngain) ini secara gramatikal Arab memang salah, tapi secara kebiasaan tidak perlu dipersoalkan atau dibesar-besarkan. Bisa jadi Jokowi memang seperti lazimnya orang Jawa lainnya yang melafadzkan seperti itu. Yang jadi masalah adalah, jika hal ini dibesar-besarkan karena alasan politis atau semacamnya. Sungguh tidak elok dan justru, kita sebagai muslim, harusnya instropeksi. Mengapa?

Mereka Yang Persoalkan Ucapan Al Fatekah Karena Kurang Gaul dan Piknik Jauh

Kami akhirnya bergaul dgn masy setempat krn saya ikut majelis taqlim dan suami saya ikut pengajian bapak2 yg biasa dilaksanakan pd malam hari. Dari situ pula saya tau bahwa dlm beberapa pelafalan bahasa arab, kadang d lidah masy. kurang tepat tapi hal itu tdk mjd masalah dan tdk pernah dibesar-besarkan. Misalnya, mrk biasa menyebut ngalhamdulillah, dan astaghfirulloh al adim.

Adat dan Aurat

Ini Indonesia. Nusantara. Hanya di sini masuk materi dakwah dalam nilai-nilai kisah negara Hastinapura diiringi langgam dan gamelan jawa. Lalu mengapa berkebaya sekarang dianggap santri gadungan? Apakah tingkat spiritualitas antum sudah paripurna di atas para wali sembilan? Padahal antum hafal hadits mutawattir bahwa Allah tidak melihat tubuh-tubuh kalian, tidak pula melihat gambar dan bentuk diri kalian. Yang Allah lihat adalah: Hati-hati kalian.

Ucapan Alfatekah, Jangan Menilai Keislaman Orang dari Semacam Itu

Tetapi, meski makhraj tidak sempurna, tajwid tidak menguasai, kecintaan terhadap Islam dan kepada Yang Menurunkan Islam tetaplah berkobar. Kakek saya, sekarang 90 tahun, tidak lepas dari sholat jama'ah lima waktu, di masjid kampung yang kebetulan beliau mewakafkan tanahnya. Yang beliau kalau menyebut, sama persis, Al Fatekah. Sebagaimana sebagian masyarakat lain ketika mengajak orang membacanya dalam berbagai kesempatan.

Belajar Agama Dulu Sebelum Menuduh Bencana Karena Salah Pemerintah

Pertama, Kamu kaji lagi deh ayat berikut ini...

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun. (QS Al-Anfal 33)

Pages