humaniora

TGB dan Serangan Propaganda Arrahmah.com - Media Sejenis Terhadapnya

Tuan Guru Bajang yang dulu dipuja kini justru diolok-olok oleh sebagian muslim kita hanya karena ia secara terbuka mendukung Jokowi. Apa karena ini faktor politik semata hingga menisbikan sosoknya sebagai ulama—yang sekali lagi, sempat diagung-agungkan oleh kelompok ini—apalagi doktor studi Islam Alumnus dari Universitas Al Azhar ini pun sempat turut serta dalam aksi 212 dan lain sebagainya hingga dianggap representasi islam?

Mendukung Pemimpin itu Mendukung Rekam Jejak Policy

Contoh 3 saja kebijakan dia sebagai gubernur Jakarta
• KJS dan KJP yang menarasikan pengenalan perbankan kepada warga kelas bawah dan transaksi non tunai
• pemihakan terhadap moda transportasi massal. Keberanian Jokowi membangun MRT (setelah jadi wacana 20 tahun) contohnya
• Tranparansi dan penerapan tender dan penganggaran elektronik. Sehingga UMKM yang tanpa koneksi bisa bersaing mendapat proyek pemerintah

Harus Dipecat dan Dihukum

Si ibu memohon ampun sambil menangis ketakutan. Permintaan maaf tidak digubris. Malahan Yusuf, demikian nama polisi itu, menendang muka sang ibu. Tidak hanya itu, Yusuf melepas sepatu dan menghantam kepala ibu tadi dengan sangat keras hingga sepatunya terlempar jauh.

Polisi sudah membebaskan tugaskan anggotanya yang biadab itu. Tapi itu tidak cukup dibebas tugaskan.

Menolak Lupa : Di Kuil Penyiksaan Orde Baru

Saat itu, Maret 1998, politik Indonesia sedang panas. Di tengah aksi protes
mahasiswa, Sidang Umum MPR kembali mengangkat Soeharto sebagai Presiden RI. Di
kampus, gerakan menentang rezim Orde Baru kian marak. Setiap hari, kemarahan
membara di sekujur negeri. Kota-kota dibungkus selebaran, spanduk, dan poster.
Indonesia pun terbelah: pro atau anti-Soeharto.

Pages