humaniora

Catatan Tuan Guru Bajang : Bacaan Shalat Jokowi Sangat Terang

Tiga kali kali Pak Jokowi mempersilahkan saya jadi imam, "Ayo, Tuan Guru". Saya minta Beliau yang jadi imam. Menghormati tamu. Sekaligus ingin tahu bacaan shalat sehari-hari Beliau.

Ternyata bacaan Beliau sangat terang. Rakaat pertama membaca Surah Al-Humazah dan rakaat kedua membaca Surah Quraish.

Jokower Berantem Saat Ini, Akhirnya terpilah Yang Tulus dan Ab-abu

Yang kedua. Hargai mereka yg "murtad" jadi jokower. Tiap orang punya alasan. Ada orang milih karena figur, ada yg karena nilai/idealisme, ada jg yg karena ikut2an. Kyai MA jelas bukan figur nyenengin untuk sebagian orang, jd pahamilah alasan ini. Jangankan kyai MA, Jokowi sendiri jg bukan figur yg nyenegin buat sebagian jokower kok.

Dasar Dungu!

Ini politik bung. Bukan studi kasus mata kuliah psikologi. Justru Jokowi sedang mempertontonkan seni berpolitik tingkat tinggi, dimana dalam hitungan menit dia harus mengambil sebuah keputusan yang penting dan strategik. Untunglah Tuhan mengaruniakan otak encer, tak sedungu kamu Rocky, sehingga Jokowi mampu lolos dari pilihan yang sulit.

Jangan Serahkan Negara ini Pada Prabowo

Negara Islam lain bagaimana? Siria, Yaman, Afganistan, Pakistan, semua berdarah-darah. Ada survei di media sosial, pertanyaannya:

من هو المسؤول الأكبر عن دمار العالم العربي؟ 
Siapa yang paling bertanggung jawab atas kehancuran negara-negara Arab? 89% diantaranya menjawab الحكام العربي, jawabannya, penyebabnya para pemimpin Arab sendiri.

Jangan Golput Gegara Ma'ruf Amin Cawapres

Yang patut dipahami kita semua adalah adalah terpilih atau tidak Jokowi, nasib Anda tetap sama jika Anda tidak berusaha. Bisa lebih buruk malah. Prestasi Jokowi berada di luar Anda dan mungkin sedikit bersinggungan dengan kehidupan nyata Anda. Dampaknya mungkin lebih banyak tidak langsungnya ketimbang langsung terasa seperti makan cabe.

Surat Terbuka untuk Kampret

Kami juga tahu kamu kecewa dengan pilihan pak Prabowo yang memilih Sandiaga, bukan ulama hasil rekomendasi Ijtima Ulama. Apalagi kampret 212 dan kampret HTI, mimpi kalian melihat Prabowo Sandiaga berjuang untuk NKRI bersyariah ataupun mendirikan khilafah sejujurnya makin jauh. Sandi akan sibuk mengembalikan investasi plus returnnya, bukan membuang waktu memikirkan khilafah seperti kalian.

Pages