humaniora

Malunya Anies Baswedan, Keturunan Arab Tapi Tidak Bisa Bahasa Arab

Seorang Netizen, Prof. Dr. Nadirsyah Hosen, Dosen Hukum di Australia dan Ahli Agama Islam memberikan komentar, kalau Rois artinya sudah “ketua” jadi tidak perlu ditulis double: Ketua Rois, artinya Ketua ketua.

Ditimpali twit Prof Nadir, buru-buru Anies Baswedan menghapus twitnya. Tapi sudah terlanjur terungkap ketidaktahuannya dalam bahasa Arab.

Ahok, Kartini, dan Kebangkitan Perempuan dalam Politik

Tanpa Ahok, mungkin saya tidak akan bisa terinspirasi sejauh ini. Momen magang bersamanya adalah momen ketika saya memutuskan bahwa politik adalah sebuah keharusan. Sejak selesai magang dengannya, saya bukan hanya menulis tapi juga mendirikan LSM Perempuan Politik bersama teman-teman magang saya untuk membangkitkan kesadaran perempuan terhadap politik. Semuanya karena terinspirasi oleh Ahok.

Hidup Yang Terpotong Seperti Sekuel Film

Bisa jadi yang sekarang menang dalam sebuah kontestasi, pada pertarungan berikutnya mengalami kekalahan. Lalu lawannya yang dulu kalah dan sekarang menang akan menggunakan lagi argumen yang sama : kebanaran akhirnya menang. Mereka yang tadinya benar, kini menjadi salah. Mereka yang tadinya salah, kini menjadi benar. Hanya karena menang dalam pertandingan. Absurd, bukan?

Terimakasih Ahok, Terimakasih Djarot..

Terimakasih sudah menaikkan derajat orang miskin

Yang selalu diperebutkan demi suara saat pemilihan pemimpin

Yang tinggal di pinggir kali dan menjadi sasaran mencari uang lewat penelitian lembaga yang katanya perduli

Tetapi mereka sesungguhnya penjual kemiskinan yang hakiki

 

Terimakasih sudah menempatkan mereka di tempat yang layak

Dengan kulkas dan kompor gas

Dan tempat tidur yang jarang mereka lihat

 

Bukan ayah dan ibunya yang berterimakasih kelak

Kerancauan Pemikiran, Aqidah dan Syariat HTI

Ketiga, Ahlussunnah Wal-Jama’ah meyakini dan mengikuti metodologi ta’wil terhadap ayat-ayat al-Qur’an yang dianggap mutasyabihat. Penakwilan terhadap ayat-ayat mutasyabihat ini telah diajarkan oleh sahabat dan ulama salaf yang saleh seperti Ibn Abbas, Sufyan al-Tsauri, al-Bukhari, Ahmad bin Hanbal, al-Thabari, Ibn Hibban dan lain-lain.

Jenggot Sekedar Aksesoris Tapi Akhlaknya Jauh dari Akhlak Rasulullah

Kiai asal Cirebon ini menegaskan, percuma saja jika jenggot sekadar asesoris, tapi akhlaknya jauh dari akhlak Islam, tidak mengikuti akhlak Rasul. Karena misi yang paling subtansi dari Rasulullah adalah membangun akhlak.

Jika berjenggot malah menjadikan sombong, merasa paling benar, paling Islam, paling mengikuti sunnah Rasul, itu berarti bertolak belakang dengan sifat Rasululllah.

Islam Politik Yang Tidak Islami

Imam Thabari melaporkan meninggalnya sang Khalifah dengan cukup mencurigakan. Malamnya sehabis minum-minum dan makan banyak, Khalifah tidur dan meninggal. Nasib al-Mufawwad, mantan putra mahkota, juga tidak jelas setelah itu. Spekulasi beredar di kalangan sejarawan lain bahwa al-Mufawwad telah dibunuh, dan wafatnya Khalifah al-Mu’tamid karena diracun. Wa Allahu a’lam.

Pages