humaniora

Tipu 35 Ribu Jamaah , Tilep 500 Milyar, Kok Gak Ada Laskar yang Demo ?

Mencermati bisnis pasangan suami istri tersebut, bisnis umroh-nya bisa di bilang sebagai bisnis tipu-tipu atau hoax semata dengan menawarkan biaya yang sangat murah untuk menarik perhatian umat islam yang ingin menunaikan ibadah umrah.  Kenapa hoax? Karena bisnis Andika tersebut  memang  memenuhi tiga syarat suatu perkara disebut hoax.  Yaitu , pertama,  bisnisnya menyesatkan,  kedua  direkayasa dengan sengaja, dan ketiga ybs  menutupi informasi yang sebenarnya.

Hijab Yahudi

Apa yang saya sampaikan ini sekedar contoh kecil bahwa sebuah tradisi atau budaya itu tidak bersifat "eksklusif". Manusia adalah makhluk yang sangat dinamis dan "mobile" dari satu tempat ke tempat lain, dan karena itu proses pinjam-meminjam dan "take and give" sebuah tradisi dan budaya yang dipandang positif dan bermanfaat adalah hal yang sangat lumrah dan biasa.

35 Ribu Jamaah Umrah Ditipu, Uang 500 Miliar Digelapkan, tapi tak Ada Demo Penistaan Agama

"Jadi jumlah jemaah, informasi yang sudah berhasil mendaftar dan membayar itu kurang lebih 70.000 orang, jadi jumlah cukup besar 70.000 orang dan hanya 35.000 yang sudah berangkat. Sisanya 35.000 orang tidak bisa berangkat dengan berbagai alasan," beber dia.

Usia Senja dan Kegelisahan Buya Syafii Maarif

Kekecewaan Buya Syafii pada dunia Arab saat ini pernah ditumpahkan di hadapan syeikh Yusuf al-Qardhawi, suatu ketika. Kata Buya, “Ya Syeikh, aina al-Islam al-aan?” Saat itu, kata Buya, Yusuf Qrdhawi juga tidak bisa memberi jawaban yang memuaskan. Bahwa ajaran luhur Islam sebagai rahmatan lil alamin justru tertutupi dengan perilaku binal beberapa oknum pemeluknya. Padahal umat Islam dinyatakan sebagai umat yang menjadi saksi atas semua manusia.

Jangan Lupa Sejarah: Jika Santri Madrasah Diniyah dan Pesantren Tidak ada, Indonesia tak Akan Pernah Ada

Dulu ada tokoh pendidikan nasional bernama Douwes Dekker. Siapa itu Douwes Dekker? Danudirja Setiabudi. Mereka yang belajar sejarah, semuanya kenal. (Leluhur) Douwes Dekker itu seorang Belanda yang dikirim ke Indonesia untuk merusak bangsa kita. Namun ketika Douwes Dekker berhubungan dengan para kyai dan santri, mindset-nya berubah, yang semula ingin merusak kita justru bergabung dengan pergerakan bangsa kita.

Patung Berhala dalam Diri Kita

Berhala adalah sesembahan selain Tuhan. Setiap orang punya sesembahan sendiri-sendiri. Dalam batin manusia ada “patung-patung berhala” yang punya kehendak untuk dituruti: kesombongan, keserakahan, hasrat berkuasa, dan semacamnya. Berhala dalam batin itu tampak dalam bentuk material dalam keseharian manusia: uang, barang mewah, kursi kekuasaan, sikap gila hormat dan seterusnya. Kadang kala, Tuhan, atau ayat-ayat-Nya, diperalat untuk memuaskan kehendak berhala itu.

Dinas Gangguan Mental Beragama

Yang patut disesalkan, pola komunikasi seperti itu ternyata bukan berhenti di dunia maya saja. Wajah-wajah bengis, nyinyir, dan gemar mencaci pihak lain bukan merupakan wajah tunggal makhluk yang berdomisili di dunia maya semata. Di dunia nyata, perangai kita nyatanya tidak kalah bengisnya.

Buktinya, peristiwa pembakaran MA yang diduga mencuri amplifier musala itu membuka peta kesadaran kita, betapa keputusan yang diambil oleh segelintir masyarakat itu basisnya adalah informasi yang kadar keakurasiannya masih sangat rendah.

Full days School ala Muhadjir Gedabrus

Referensi itu di kaji, di telaah d pahami secara bertingkat, paling dasar Akhlaqul banain, meningkat adabul taklimu wal mutaalim, meningkat lagi sulamut taufiq, meningkat lagi Tanbighul ghofilin, naik lagi nashoihul ibad, berlanjut hingga ihya ulumudin. Bagi santri akhlaq , budi pekerti dan berkarakter luhur itu dimensinya Transenden. Anak berani membentak, banyak berleha leha, kurang ajar dan tidak patuh pada orang tua itu dimensinya dosa. Dan itu di praktekan dalam di siplin ketat.

Tolong Dicatat, yang Ingin Merobohkan Patung Kong Cho Itu Bukan Orang Tuban

Waktu saya sekolah di MTs Negeri Tuban, Kelenteng Kwang Sing Bio yang jadi tempat berdirinya patung itu cuma berjarak satu kali lompatan pagar. Bersama sekolah saya, kelenteng itu berada di sebuah pertigaan kecil di jalan Pantura, pinggir pantai Tuban. Nama pertigaan itu Gerdu Laut.

Pages