HTI

Gp Ansor Minta Maaf , Exit Strategy Yang Cerdas

Selain HTI, insiden pembakaran di Garut itu juga dimanfaatkan untuk menggoyang kredensial dan wibawa Ma’ruf Amin sebagai cawapres. Kubu lawan Jokowi yang kehabisan bahan bakar untuk membohongi rakyat lewat ikatan pete, mendapat peluang meraup dukungan dari Islam radikal. Apalagi Jawa Barat adalah lumbung suara terbesar setelah Jawa Timur. Basis Islam tradisional di propinsi ini tidak bakal menerima penjelasan apapun soal insiden pembakaran bendera. Namun mereka menerima pertobatan.

Provokasi HTI di Hari Santri

Ilustrasi

HTI jauh lebih buruk dari Partai Komunis. Masyarakat awam tidak mudah menerima dan mengidentifikasi HTI sebagai anasir yang berbahaya. Mereka memakai bahasa dan simbol yang relatif sama. Mereka pandai membaur dan memperlihatkan diri sebagai sosok yang suci sembari mulutnya menebar kata-kata suci. Rasisme, Primordialisme dan Absolutisme organisasi ditutupi dengan ayat-ayat suci. Pola dan Metode gerakan mengadopsi Komunis dan Fasis.

Ini Bukti Pendemo Bendera HTI Pesanan

Ilustrasi

 Logistiknya bagaimana? Cetak spanduk kilat ukuran panjang 6 meter saja butuh waktu 1 jam. Kalau hanya 1 warna, butuh 30 menit. Berarti panjang 500 meter butuh paling tidak 40 jam. Tidak cukup 24 jam. Atau mungkin menyambung sekitar 250 bendera sepanjang 2 meter? Rajin banget, ya? Dan dari mana mencari 250 bendera putih bertuliskan kalimat tauhid kalau bukan dicetak khusus? Belum lagi puluhan bendera putih dan hitam yg dikibarkan selama aksi.

"Membakar" Banser, "Menghanguskan" NU dan "Melenyapkan" NKRI

Ilustrasi

Jadi mengapa sekelompok kecil masyarakat yang marah pada tindakan Banser itu siapa? Merekalah yang ingin mengganti NKRI dengan khilafah. Selama ini niatan mereka selalu dihalangi oleh NU dan konsisten berdiri terdepan menjaga NKRI. Berbeda dengan Ormas lain, NU satu sikap soal NKRI bahkan dalam setiap khotbah, ceramah atau pengajian NU selalu ditekankan mengenai hal ini. Mengapa NU getol menjaga NKRI?

Banser "Dibakar" Malah Makin Besar

Ilustrasi

Tapi lebih dari itu, yang saya suka dari heboh soal BANSER bakar bendera ini akan mendorong semakin militannya anak anak muda NU. Sebagai sesama anak bangsa, tentu saja saya suka jika kader kader pemudanya makin maju.

Jadi anak muda NU yang belum ikut BANSER segeralah merapat ke kantor NU terdekat. Berorganisasi dan ngaji yang tememen pasti semua akan sampai pada titik temu.

Radikal Intoleran Takut Terhadap Banser

Ilustrasi

Namun semenjak pemerintahan berganti dan Jokowi menjadi Presiden, masa-masa keemasan mereka perlahan mulai pudar. Mereka melakukan show-off dengan aksi demo berjilid-jilid, secara sporadis melakukan tindakan intoleran serta persekusi. Minggatnya dedengkot pimpinan mereka merupakan kekalahan simbolis kelompok itu dalam pertarungan politik non-pemilu.

Pages