Hormat

Lagi, Presiden Jokowi Tunjukkan Adab Pada Pejuang

Ilustrasi

Presiden ingin menunjukkan, bangsa ini dibangun BUKAN UNTUK BUBAR.

Bangsa ini akan terus melangkah maju dan sejahtera, di bawah pemimpin yang percaya diri dan optimistik. Di bawah pemimpin yang terus bergeming terhadap fitnah merajalela

Sembari tak akan melupakan jasa para pendahulu dan pinisepuh dalam perjuangan kemerdekaan RI

Maka Menagislah Kamu Indonesia

Ilustrasi

Jangankan berelasi terhadap agama berbeda, di kalangan sendiri kita gemar menegasikan kelompok lain. Tak muncul dari kita keberanian untuk mengaku bahwa tindak kekerasan atas nama Tuhan adalah keniscayaan tafsir dalam agama mana pun yang tak bisa disangkal. Kita perlu dengan rendah hati menerima kenyataan, menjadikan itu tanggungjawab komunal.

Pena, Politik dan Kematian

Ilustrasi

Ketika mengajar di kelas, saya lebih suka pakai papan tulis dan spidol. Membuat bagan, peta dan tak terkecuali menulis aksara Arab/ayat Alquran. Sebenarnya bikin juga power point, tapi jarang saya tampilkan kalau tak terpaksa. Misalnya, menampilkan data gambar dan audio. Saya sering berkelakar di depan mahasiswa, jangan2 saya banyak bikin point2 tapi tak ada powernya. Apalagi kalau listrik mati. Hehehe.

Ia Membungkuk, Mengirimkan Cinta

Ilustrasi

Pada saat ia bisa melayani rakyatnya, detik itu pula ia menjadi pemimpin hebat. Kekuatan dahsyat menghormati dan melayani ini tidak harus bersemayam pada sosok yang gagah perkasa atau sosok seorang jendral. Tidak.

Kekuatan itu bisa saja bersemayam di dalam sosok kurus kering seorang tukang kayu yang sekilas akan terbang tertiup angin paling lembut sekalipun.

Jokowi Yang Sopan dan Baik Hati

Ilustrasi

Saya yang berada tak terlalu jauh dari panggung, dapat menyaksikan langsung momen-momen penting itu. Para santri dan alumni terkesima, termasuk sebagian tokoh dan Kiai yang duduk di sekitar saya. 
"Ya Allah, cek sopanna pak Jokowi, buru sateya engkok nangale presiden engak reyah (Ya Allah, sopan sekali pak Jokowi, baru sekarang saya melihat presiden seperti ini)", KH. Abdullah Faqih berbisik di dekat saya, saat menyaksikan Jokowi merunduk merendahkan badannya di hadapan guru-guru saya.

Hari Ibu Menyerupai Orang Kafir?

Ilustrasi

"Ketahuilah bahwa Tasyabuh (menyerupai) dengan Ahli kitab tidak makruh dalam semua hal. Kita makan dan minum, mereka juga melakukan hal itu. Keharaman dalam tasyabuh adalah (1) Sesuatu yang tercela (2) Kesengajaan meniru mereka. Sebagaimana disampaikan oleh Qadli Khan dalam Syarah Jami' Shaghir. Dengan demikian jika tidak bertujuan menyerupai ahli kitab maka tidak makruh" (Al-Bahr Ar-Raiq 2/11)

Pages