Hoax

Di Hadapan Tuhan Tak Ada Yang Anonim

Ilustrasi

Dan kita terkejut melihat massif dan terstrukturnya narasi di atas.

Saya ingin menegaskan bahwa apa yang mereka lakukan itu keliru dan salah besar. Tidak benar kita sekarang sedang berperang. Pemerintah tidak memerangi umat Islam. Kita sesama umat Islam tidak sedang berperang di Indonesia ini. Kita tidak pula sedang berperang dengan non-Muslim sesama warga negara Indonesia.

Pemalsu Hadist, MCA dan Penyebar Hoax

 

Sebagai rujukan kedua setelah Quran, tentu saja adalah perkataan Nabi. Dengan berjalannya waktu, kondisi sosial politik masyarakat muslim juga berubah, menyebabkan mulainya ada misinformasi/disinformasi yang merusak perkataan Nabi. Ada yang karena lupa, ada yang karena kalimatnya terbalik, tapi mulai muncul juga kalimat rekayasa untuk kepentingan politik.

Media Sosial dan Adu Domba, Mengapa Kita Mudah Terpengaruh?

 Konon sumber hoax tidak banyak dan hanya dari kelompok tertentu yang ingin memecah belah bangsanya sendiri. Saya tidak akan membahas sumbernya dari mana, yang saya bahas bagaimana selama ini kita meresponnya. Kita tiba-tiba bisa benci dengan seseorang begitu mendalam hanya karena membaca status. Bahkan dengan orangnya saja tidak kenal, ketemu juga belum pernah, apalagi ngobrol.

Umat Islam dalam Pusaran Gelombang Kabar Bohong

Satu persatu peserta berkisah dan membenarkan bahwa persebaran berita bohong dan ujaran kebencian masih menjadi persoalan yang menuntut penyelesaian. Pelan-pelan solusi dirumuskan dan salah satunya mengerucut pada pentingnya literasi media bagi kaum muda. Dalam diskusi itu terungkap bahwa kelompok anak muda di akhir masa SMA dan awal-awal masuk kuliah adalah yang paling rentan terpapar hoax dan hate speech.

Hoax dan Culture Shock

Perilaku ini kemudian berimbas ketika masyarakat bertransformasi ke dalam Network society. Segala informasi yg berseliweran di linimasa dibaca dan dipercaya bgt saja tanpa melihat faktualitas informasi dan validitas sumber, yg penting sesuai dgn apa yg ingin dipercayanya. Fenomena ini disebut selective exposure. Anda hanya ingin percaya pd informasi yg sesuai dgn perspektif anda tdk peduli informasi itu salah.

Pages