Hoax

One Day One Hoax (Bodoh)

Ilustrasi

Sudah diberikan klarifikasi oleh pihak GP Ansor bahwa itu tidak benar. Namun untuk keberadaan banner ini, saya masih belum tahu apakah benar ada atau tidak dan dipasang dimana. Yang pasti ini merupakan ulah tangan-tangan jahil yang hanya ingin mengadu-domba dan memecah-belah. Kaum seperti ini harus ditegasi. Jangan sampai negeri ini dikuasai oleh mereka, bisa bahaya! 
.

Kisah Sebuah Reuni

Ilustrasi

Si D yg nggak bisa hadir pada acara reuni penasaran, berapa banyak temannya yg datang ke acara. Dia mendapat jawaban beragam...ada yg bilang cuma 10 orang, ada yg bilang lebih dari 50 orang. Tidak ada yg bisa menyebut jumlah yg pasti berapa persisnya jumlah yg hadir. Seminggu kemudian seperti biasa pagi hari Penjaga Sekolah (PS) membersihkan lingkungan sekolah. PS melihat ke mading OSIS, berharap fotonya terpampang disana, di tengah kerumunan alumni yg sedang reuni.

Internet Sehat

Ilustrasi

Dalam konteks penjajahan informasi ini, bagaimana cara kita meneladani nilai-nilai kepahlawanan?

~ Meskipun terasa utopis, kita harus berani bermimpi bahwa hoaks dapat diberantas. Tak hanya bermimpi, kita juga harus mau berkontribusi dengan apapun yang kita miliki. Minimal dengan membangun imunitas diri (daya kritis, prasangka baik, dan rajin silaturrahmi)

Menghilangnya Para Penggerak Tagar 2019 GP

Ilustrasi

Mereka ini terlihat terbiasa melakukan hal-hal yang tidak jujur, kotor, menodai demokrasi, culas, bahkan menghalalkan cara agar memenangkan Pilpres 2019. Jika memang kemudian para penggerak tagar GP benar-benar “ditarik” karena melakukan beberapa kesalahan, tim juru bicara yang ditunjuk secara resmi ternyata kapasitasnya tidak jauh lebih baik. Dari berbagai ajang diskusi baik di media elektronik maupun media sosial, terlihat tim kampanye Prabowo hanya sibuk menyerang petahana.

Jangan Percaya Hoax

Ilustrasi

Kalian semua pasti tahu, Ijtima Ulama saja saya abaikan. Dua kandidat cawapres yang mereka sodorkan saja saya reject, begitupun nantinya HTI, jangan dikira saya punya mimpi khilafah seperti mereka. Saya terlahir sebagai orang Kristen. Keluarga saya juga Kristen taat, mana mungkin saya rela melihat negara ini diubah menjadi khilafah. Kalau HTI berani macam macam, saya penggal mereka sampai ke akar akarnya. Indonesia adalah Pancasila, sesuai dengan keputusan para founding father.

Jurus Dewa Mabuk Prabowo

Ilustrasi

Potret ini menggambarkan bahwa ajang Pilpres sebagai perwujudan demokrasi Indonesia bukan semakin maju. Selain kabar bohong, fitnah, hoax, ternyata ada capres dan parpol yang tidak benar-benar ingin mendewasakan demokrasi kita. Sebagian kecil elit partai ada yang memang tidak serius memberikan pendidikan politik yang makin dewasa. Sungguh upaya yang menyedihkan melihat perkembangan demokrasi yang selayaknya kita menjadi Negara yang elegan dalam penyelenggaraan demokrasi.

Memprihatinkan, Konflik Akar Rumput Soal Politik

Ilustrasi

Kembali, rakyat bawah, akar rumput lah yg menelan kerugian terbesar,mereka gaduh, hiruk bahkan konflik akar rumput tidak hanya merugikan secara materi dan moril, bahkan kehilangan nyawa.

Sekiranya, para petinggi politik itu mampu menunjukan bahwa ajang kontestasi, bahwa ajang pemilihan adalah kegiatan demokrasi yg sejatinya di penuhi gelak tawa riang gembira.

Semiotika Bendera Jonru

Ilustrasi

Kasus Bendera yang baru-baru ini hangat pun punya semiotika nya tersendiri. Kalau Banser, yang kebetulan menjadi lawan politik kelompok islam radikal yang juga secara kebetulan bersembunyi di ketiak kubu Prabowo, menyatakan itu bendera HTI dan kemudian dienyahkan dengan cara dibakar maka kelompok islamis itu meradang dan tersulut amarahnya seketika. Alasan bahwa itu bendera tauhid diangkat-angkat untuk menutupi kemarahan politik mereka.

Prabowo Kembali Ngawur

Ilustrasi

Cobalah renungkan kembali. Dari pernyataan Indonesia Bubar 2030 yang referensinya hanya dari novel fiksi. Lalu tampang wartawan yang tak bisa belanja di mall. Tampang Boyolali yang tak mampu ke hotel berbintang hingga menuai protes keras warga Boyolali. Lalu mengatakan 99% rakyat Indonesia hidup pas-pasan menurut Bank Dunia, dan itu langsung dibantah oleh Bank Dunia.

Pages