Hina

Kedhaliman Yang Nyata

Ilustrasi

"Seandainya tidak ada yang melaporkan, maka saya sendiri yang akan melaporkannya. Terlepas dari Agama atau penganut Kitab Suci lain menyikapinya, bagi saya ini sudah menyangkut substansi dasar dari Akidah saya, yaitu Rukun Iman. Dimana salah satunya adalah wajib mempercayai Kebenaran Kitab Suci. Makanya saya juga mempertanyakan Ghirah dari mereka yang selama ini berteriak-teriak atas nama Membela Agama.

Jadi Ulama Mana Yang Kau Bela?

Ilustrasi

Kini Kiai Ma'ruf melakukan tindakan yang sama. #Sukmawati kepepet, dia butuh perlindungan. Butuh sosok yang dianggap bisa melegitimasi penerimaan permohonan maafnya kepada umat Islam. Kiai Ma'ruf pun menjadi bemper. Tidak apa-apa, itu adalah resiko yang dihadapi beliau sebagai seorang penyeimbang, dan saya yakin beliau memahami posisinya.

Dalam Kondisi Sakit, Ketum PBNU Tetap Difitnah

Ilustrasi

Tapi begitu Kyai yang kami cintai Ketua Umum PBNU sakit, kalian jadikan bahan lelucon bahkan kalian mendo'akan keburukan untuk beliau. 
Sudah siapakah kalian dan keluarga kalian, jika doa buruk itu akan kembali ke kalian sendiri??

Tidak kah kalian malu, kalian buka lapak herbal dg mengatasnamakan " Pengobatan Nabi- Thibun Nabawi" tapi akhlakmu sama sekali tidak meneladani Nabi??

Ketua MUI Jagakarsa Hina Banser, Bui Menanti

Ilustrasi

Kasus itu berawal dari postingan Sulaiman di group WA MUI Jakarta Selatan. Mentalitas manusia yang tidak layak lagi disebut ustadz bahkan pimpinan ormas keagamaan. Untungnya ada yang memberitahu ke Banser. Saat diminta tabayun dan penjelasan lewat jaringan pribadi, Sulaiman tidak menjawab. Hal itu makin membuktikan perilakunya salah. Karena tidak direspon juga, Banser melapor ke kepolisian.

Pages