Hina

Habib Ali Al Jufry, Amien Rais dan Takfirisme Indonesia

Ilustrasi

Petuah ini seakan pas dengan kasus-kasus di negeri ini. Menggunakan masjid untuk kampanye politik kekuasaan dan provoksi. Mengutib ayat-ayat dan jargon-jargon agama demi kepentingan politik kekuasaan dan kelompoknya.

Dikotomi Partia Allah dan Partai Syaiton dalam kampanye politik-kekuasaan. Padahal yang diusungnya serta lawannya bisa jadi sama-sama partai Syaiton.

Kedhaliman Yang Nyata

Ilustrasi

"Seandainya tidak ada yang melaporkan, maka saya sendiri yang akan melaporkannya. Terlepas dari Agama atau penganut Kitab Suci lain menyikapinya, bagi saya ini sudah menyangkut substansi dasar dari Akidah saya, yaitu Rukun Iman. Dimana salah satunya adalah wajib mempercayai Kebenaran Kitab Suci. Makanya saya juga mempertanyakan Ghirah dari mereka yang selama ini berteriak-teriak atas nama Membela Agama.

Jadi Ulama Mana Yang Kau Bela?

Ilustrasi

Kini Kiai Ma'ruf melakukan tindakan yang sama. #Sukmawati kepepet, dia butuh perlindungan. Butuh sosok yang dianggap bisa melegitimasi penerimaan permohonan maafnya kepada umat Islam. Kiai Ma'ruf pun menjadi bemper. Tidak apa-apa, itu adalah resiko yang dihadapi beliau sebagai seorang penyeimbang, dan saya yakin beliau memahami posisinya.

Pages