Hina

Yang Dibilang Plonga Plongo Makin Sulit Ditumbangkan

Ilustrasi

Dulu aja FPI demo Ariel pake nyebut2 ganyang pornografi. Giliran kader Gerindra keponakan Prabowo bikin video porno ga ada demonya. Kasus Ahok dituntut segera diselesaikan, giliran imam besar kena kasus hukum minta dihentikan. Islam ga gitu ajarannya. Entah yang itu islam apa. Kalau sekarang imam besarnya merekomendasikan Prabowo jadi capres pilihan umat islam, eyang harap gagal jadi presiden aja, deh. Soalnya pak Jokowi jauh lebih serius membangun negara.

Tukang Nyinyir, Kalian Menghina Mereka

Ilustrasi

Sebagian kawan2 itu bahkan bukan pemilih Presiden Jokowi. Mereka orang2 profesional yang menahan diri tak berkomentar nyinyir dan miring kepada Presiden di medsos, karena sadar periuk nasi mereka ya di profesionalitas mereka. Tentu mereka kecewa kerja keras mereka dilecehkan atau direndahkan oleh hoaks yang sengaja disebarkan

Gus Yahya dan Statemen Konyol Petinggi PKS

Ilustrasi

Di kesempatan lain, di sebuah simposium pemikiran Gus Dur di UI, yang juga saya turut hadir dalam satu sesi dengan Gus Yahya. Beliau mengatakan, "Gus Dur yang hebat begitu saja menuai badai kritik, apalagi Gus cilik kaya aku. Emange sopo aku. Ya, kudu akeh gus-gus cilik, anake kiai kampung yang mau berbagi peran dan tugas untuk menerjemahkan gagasan Gus Dur dalam berbagai strategi dan level".

Anomali Cebong Kampret

Ilustrasi

3.BAHAYA
Kontroversi pengumpulan KTP dan Babo yang dikecam bagi saya adalah anomali di kubu kecebong menghadapi gebrakan PKS lewat 2019gantipresiden. Ada keresahan yang memuncak memastikan Jokowi terpilih lagi namun tidak tahu bagaimana caranya.

Penggalangan massa yang dipaksakan akan kontra-produktif untuk meraih massa mengambang yang harusnya menjadi focus kecebong untuk memastikan Jokowi terpilih kembali.

Habib Ali Al Jufry, Amien Rais dan Takfirisme Indonesia

Ilustrasi

Petuah ini seakan pas dengan kasus-kasus di negeri ini. Menggunakan masjid untuk kampanye politik kekuasaan dan provoksi. Mengutib ayat-ayat dan jargon-jargon agama demi kepentingan politik kekuasaan dan kelompoknya.

Dikotomi Partia Allah dan Partai Syaiton dalam kampanye politik-kekuasaan. Padahal yang diusungnya serta lawannya bisa jadi sama-sama partai Syaiton.

Pages