hijab

Jilbab Dulu dan Sekarang

Ilustrasi

Dalam dirinya terkumpul samudra Syariat dan Hakikat. Saya pernah dua kali bertemu beliau. Saya tidak menjumpai kiai mengajar santri seserius beliau. Beliau mengajar malam, dinihari sampai menjelang subuh.

Kitab yang dibaca juga tidak main-main, ribuan halaman, belasan jilid dibaca dan dimaknai kata perkata. Seperti kitabTafsir Thobari, al-Aziz Syarah wajiz dll.

Jilbab, Pakaian Taqwa Seekaligus Ekslusifitas Kebencian

Ilustrasi

Hidup ini butuh biaya, behijab panjang butuh biaya, sholat butuh biaya, umroh butuh biaya, sekolah butuh biaya, bahkan untuk bertausyiah pun butuh biaya. Tidak ada aktifitas yang tidak membutuhkan biaya. Dan keseimbangan dalam hidup antara beribadah dan mencari uang sangat ditekankan baginda Rosul, bhw kita wajib mengejar dunia sekencangnya seolah2 akan hidup 1000 tahun lagi, dan kita wajib beribadah kepadaNya dengan giat seolah2 akan mati besok.

Agama Artis

Ilustrasi

Jadilah mereka berkawin dengan sesama selebritis. Aktor yang pandai bicara soal agama. Artis yang bersangkutan berharap suaminya bisa membimbing dia ke " jalan yang benar." Namun ketika berumah tangga, artis itu menemukan keimanan suaminya sama dangkalnya. Akhirnya mereka bercerai. Artis tadi yang tadinya berjilbab menguraikan lagi rambutnya. Publik riuh rendah menghujat dan mendukung hingga sang artis merasa tertekan.

Hijab Syar'i

 

Kalau memang cantikan pakai hijab, ya kenapa ngga dilepas aja hijabnya? Kan kalau keluar rumah ngga boleh cantik-cantik? Ngga boleh menarik? Heran saiah.

Lebih bingung lagi kalo yang muji cowo. Ni orang maksudnya apa? Dia cuma sopan aja, mau flirting, atau dia emang ada fetish khusus sama hijab? Semacam yang fetish sama seragam suster/perawat atau polwan gitu.

Hijab Itu Syariat Yahudi

Ajaran tentang hijab memang disyariatkan dalam teks-teks dan Kitab Suci umat Yahudi (seperti Talmud). Jauh berabad-abad sebelum Al-Qur’an hadir, Kitab Suci Yahudi sudah mengsyari’atkan tentang hijab ini. Karena itu tradisi hijab ini bukan hanya “sangat Islami” tetapi juga “sangat Yahudi”. Bukan hanya “sangat Qur’ani” tetapi juga “sangat Talmudi”.

Pages