Haters

Buru Para Penyebar Hoak, Pak Presiden!

Ilustrasi

Lingkaran inti pendukung Jokowi harus bergerak cepat, tidak boleh lagi sibuk mengikuti acara-acara seremonial atau kongkow-kongkow relawan. Para aktivis pergerakan yang pro revolusi mental harus segera dikumpulkan dan digerakkan untuk menghadapi pergerakan-pergerakan tersembunyi atau terang-terangan yang menghina ideologi dan konstitusi negara, terlebih lagi yang menghina dan merendahkan harkat dan martabat manusia.

Kelompok Intoleran di Sosmed Serbu Page Katakita

Ilustrasi

Rupanya paska mengunggas status tentang KSN, banyak pihak yang tidak terima. Fanspage dengan follower 600ribu lebih itu reviewnya turun drastis hingga tadi malam sudah 2,5 bintang. Pagi ini review sudah tidak ditemukan disana. Ada beberapa akun yang memang terus memantau perkembangan FP Katakita itu. Salah satunya Tri Widayanti, Siti Halimah, Rendy dan masih banyak lagi.

Kelompok Haters Adalah Penyakit Sosial Yang Menular

Oleh : Hanny Setiawan

Demokrasi digital sudah hadir dengan segala kebaikan dan keburukannya. KawalPemilu.org, Jasmev, WikiDPR.org, sampai TemanAhok.com hanyalah sebagian contoh bagaimana demokrasi digital atau politik digital dalam lingkup lebih kecil harus mulai dipelajari dan diperhitungkan.

Salah satu keburukan dari demokrasi digital percepatan penularan kebencian terhadap masyarakat oleh kelompok haters. Saya menyebutkan hanya kelompok haters karena kelompok lovers, pendukung, simpatisan bukanlah penyakit karena mereka menyebar kebaikan.

Jokowi si Kodok Celamitan, Semua Salah Jokowi

 

Oleh: Tante Liza

Lagi dan lagi hinaan terhadap presiden. Itulah kelakuan kaum Salahnya Jokowi (Salawi) tak bermoral. Sehingga sampai detik ini, kaum salawi yang belum juga puas lebih suka melontarkan hinaan-hinaan kelas ketengan, fitnah-fitnah keji kelas pinggiran. Hal itu dilakukan untuk memuas-muaskan diri alias onani alias masturbasi.

Dilepas di Bogor, Jokowi Tak Ingin Kodok-Kodoknya Lekas Mati

 

REDAKSIINDONESIA - Jokowi dan kodok-kodoknya. Topik kodok kembali hangat setelah Presiden Jokowi melepaskan tiga karung kodok berjumlah 150 ekor di halaman depan kompleks Istana Bogor pada Minggu pagi (3/1/2016). Selain itu, Presiden Joko Widodo juga melepas 190 ekor burung di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat.

Pages