Haters

Nanik S Deyang VS Ratna Sarumpaet

ilustrasi

Namum demikian, walaupun penuh dengan kebencian dan kebohongan, tapi postingan2 Nanik di FB benar-benar menjadi idola banyak orang. Satu status, bisa ratusan bahkan ribuan likes dan shares. Tapi ya begitulah kalau sudah benci buta, peduli itu hoaks atau bukan, asal memuaskan nafsu, langsung di-likes dan share.

Para Perusuh Medsos Di NKRI

ilustrasi

Politisi maupun pendukung mental tempe dan pecundang macam ini hanya punya satu tujuan, berkuasa dulu urusan belakangan. Meskipun junjungannya menjadi Presiden Boneka pun tidak masalah, asalkan lawannya jatuh. Mau Indonesia terbakar hebat, rusak dan terpecah-belah, emang dipikirin asal mereka pegang kendali di Indonesia. Slogan anti aseng-asing hanya berlaku jika bisa dijadikan sebagai amunisi untuk menjatuhkan lawan.

Menyelamatkan ASN Radikal

ilustrasi

Presiden RI bukan Imamul A'zham 'alami (pemimpin umat Islam dunia) sebagaimana persepsi kaum radikal tetapi Presiden adalah Imamul A'zham di wilayah hukumnya (wilayatul hukmi). Presiden RI Ulil Amri untuk warga negara Indonesia. Dia wakil rakyat Indonesia untuk melindungi, menjaga keamanan, menciptakan kesejahteraan, mengadakan fasilitas-fasilitas kehidupan dsb. Tentu saja objek sasaran dari aktivitas pengurusan Presiden adalah al-muwathin/warga negara Indonesia (WNI).

Pembenci Jokowi Banyak Terhasut Provokasi Dan Hoax

ilustrasi

Pada sesi foto bahkan saya masih enggan mengeluarkan kamera saya. Saya malah asyik mentertawakan ibu ibu disebelah saya yg teriak teriak memanggil namanya, “Pak Jokowi.. Pak Jokowi” .. dipanggung belakang panitia juga dia mau selfie. Saya pikir ndeso banget ini ibu ibu sampai segitunya. Namun pak Jokowi mundur juga kebelakang untuk menyalami kami di panggung belakang tempat panitia dan pers. Banyak yg mengeluarkan ponselnya untuk minta berfoto. Mungkin karena kecapekan beliau berkata “sudah sudah”..

Bounded Rationality

Ilustrasi

Herbert Simon menambal celah lain dari teori klasik Smith. Kompetensinya adalah psikologi kognitif organisasi. Menurutnya, manusia tidak pernah bisa benar-benar menjadi makhluk rasional, dalam arti membuat keputusan dengan tujuan maksimisasi keuntungan. Pada kenyataannya, perilaku dan kognitif manusia terbatas dalam membuat keputusan rasional. Konsep ini disebut dengan bounded rationality (rasionalitas terbatas).

Para Pembenci Itu Masih Ada

Kejadian tragis yang memilukan menjadikannya sebagai manusia dengan perasaan paling halus. Setiap malam ia bersujud. Mengadukan kegudandahan hatinya kepada Tuhan semesta alam. Disaksikan malaikat dan langit purba Arabia, doanya selalu menggetarkan. Air matanya meleleh, menandakan kesedihan yang menghujam.

Pada masa hidupnya, ada seorang desersi tentara yang dikejar-kejar tentara pemerintah. Tentara disersi itu kelaparan dan hidup tanpa perlindungan. Dia memutuskan satang datang kepada lelaki mulia itu.

Independent Observer, “Obor Rakyat” Versi Bahasa Inggris?

Ilustrasi

Pun ketika penulis mencari tahu dari beberapa rekan jurnalis, siapa redaktur Independent Observer, jangankan tahu nama redaksinya, nama media itu saja baru tahu. Lantas mengapa mereka menggunakan edisi bahasa Inggris? Ada 3 alasan, pertama mereka mencoba merangkul kelas menengah pemilih Jokowi. Kedua, Tidak sembarang orang tahu dan faham apa yang mereka tulis sehingga dimasa mendatang tidak ada masalah.

Pages