Hasil

Dinamika Politik Dan Kekeliruan Yang Dibenarkan Masyarakat

ilustrasi

Ketua Kajian Ilmu Dakwah IAIN Walisongo Semarang, Misbahul Ulum, dalam artikel berjudul 'Meluruskan Makna Jihad' berpendapat, jihad adalah ajaran vital dalam Islam. Bahkan, Rasulullah memosisikan jihad sebagai salah satu amal yang paling dicintai oleh Allah setelah amalan shalat dan berbakti kepada orang tua. Jihad juga wujud tanggung jawab seorang muslim terhadap agamanya.

Beneran Gugatan Ke MK Mencari Keadilan?

ilustrasi

Kalau sudah tahu tidak adil dan kalian memang bener2 pengen keadilan itu musti ditegakkan, kenapa kalian ga teriak2 menuntut Prabowo diadili juga? Coba deh pikir baik2. Apa bener kalian itu memang lagi nyari keadilan? Kok kalian diem aja lihat Prabowo bisa bebas jalan2 ke luar negeri, sementara Ratna Sarumpaet musti menanggung derita sendirian? Hati nurani kalian ditaruh dimana kok kayaknya ga ada sedikitpun kelihatan peduli soal peri kemanusiaan dan perikeadilan?

Kivlan Zen, Permadi Dan 22 Mei People Power Omong Kosong

ilustrasi

Minoritas DPR PKS, Gerindra dan PAN berteriak ingin membentuk Pansus Pemilu. Lah katanya Prabowo menang kok malah tidak percaya? Intinya, mereka memaksakan kemenangan. Caranya membohongi rakyat. Rakyat menjadi korban kebohongan kubu Prabowo. Logika waras hendak diganti dengan kegilaan tanpa batas.

Ada Yang Provokasi Untuk Tidak Akui Hasil Pemilu 2019

ilustrasi

Dan kita sebagai masyarakat yang menginginkan kedamaian di Indonesia ini terus ingatkan pada para pendukung 02 supaya mereka jangan mau dimanfaatkan oleh orang2 yang haus kekuasaan...
Ingatkan saudara... Keluarga... Teman dan sahabat kita yang mendukung kubu 02... Jangan mau digerakkan untuk membuat kerusuhan... Mereka yang diakar rumput yang akan dikorbankan melawan aparat... Sedangkan para elite nya hanya memerintah tanpa mau berdarah2... 

Quick Count Bengkulu, Kebenaran Ilmiah VS Kebenaran Politik

ilustrasi

Semakin banyak sampel, maka dana dan logistik yang dibutuhkan akan lebih besar. Indikator bertujuan memprediksi hasil Pilpres untuk nasional, bukan provinsi. Karena jumlah TPS di Bengkulu hanya 6.165 TPS (0,76% dari total TPS se-Indoneisa), maka jumlah sampel yang diperlukan hanya 23 TPS (0,77% dari jumlah total sampel TPS). Untuk memprediksi Pilpres secara nasional jumlah ini cukup untuk menghasilkan MoE +/- 1%.

Proporsi, Representasi Dan Delusi

ilustrasi

Sampai di situ, hubungan antara proporsi dan representasi masih tampak normal. Tetapi fakta sejarah politik tidak demikian. Masyumi, jelmaan MIAI, tak pernah memperoleh suara lebih dari 25%. Suara Masyumi tidak cocok dengan proporsi demografi Muslim yang 87% dari total penduduk Indonesia. Pada 1952, NU malah sudah keluar dari Masyumi sebelum mimpi Masyumi untuk menjadi rumah politik semua orang Islam terwujud. Pemilu 1955, suara Masyumi hanya 20.9%, selisih tipis dengan NU di angka 18.4%.

Pages