Hak

Zonasi Sekolah Itu Pemerataan Hak

ilustrasi

Saya kira sistem zonasi bisa dipahami dengan filosofi demikian. Kata Mendikbud, tujuan Zonasi adalah pemerataan. Sekolah negeri adalah public service. Anak bodoh, anak pintar semua punya hak. Kalau soal ada anak yang gak bisa masuk, itu harus dianggap sebagai kekurangan pemerintah dalam menyediakan 'public service', pemerintah harus mengejarnya.

Zonasi Berkeadilan

ilustrasi

Sekolah top itu juga tidak bisa lagi semena-mena dalam menyingkirkan anak didik yang bernilai rendah dari lingkungan mereka.

Sudah jadi rahasia umum, jika anak didik tidak bisa mencapai rata-rata kelas yang biasanya dipatok tinggi, orang tua diperingatkan dan di jelaskan bahwa secara tidak langsung anaknya tidak cocok di sekolah “ber standard tinggi”.

Antara Hak dan Kewajiban

Tapi di negeri ini, hak tampak lebih prioritas daripada kewajiban. Di negara yang masih suka teriak-teriak soal HAM dan Demokrasi, tapi mengesampingkan Hukum, apa boleh buat masih bisa dikata bar-bar. Apalagi jika menyeret dogma agama untuk pembenaran. Yang diteriakkan di jalanan, adalah soal penuntutan hak-hak rakyat dan kewajiban pemerintah. Tapi bagaimana soal hukum tentang ‘kewajiban’ rakyat atas ‘hak’ negara? Karena bukankah rakyat kuat negara kuat?

Pemilu, Hak Atau Kewajiban?

Ilustrasi

Negeri ini lucu. Tidak ada upaya sistematis buat membatasi atau mendiskriminasi pemilih seperti gerrymandering. Pemilu berlangsung di hari libur. Namun tidak juga ada hukuman bagi mereka yang tidak memilih. Di tengah dua kemungkinan ekstrem ini, para pemilih Indonesia berdiri. Bebas dari restriksi maupun penalti. Bisa jadi kita adalah negara yang diberkati dengan kehendak bebas di bilik pemilu. 
Namun nampaknya minimnya konsekuensi membuat kita berpikir terlampau pendek. 
***

Sesat Logika Tweet Tengku Zulkarnain

Ilustrasi

Diantara hak itu adalah memberikan arahan atas ketaktahuannya. Apakah kita pernah menerima atau memberikan arahan kepada orang-orang Islam yang lain yang membutuhkan arahan, baik dalam hal pengetahuan maupun pekerjaan dan peluang-peluang mencari nafkah? Boro-boro, yang ada peluang-peluang itu kita simpan baik-baik hingga mati kelak.

Mendebat Cadar

Ilustrasi

KEDUA: DEBAT HAM

Halo yang mau debat soal HAM dan teriak atas nama HAM... Jika kita sepakat bahwa cadar bukan "kewajiban" agama, maka level penggunaan cadar itu ya hanya semisal dengan sarung, yang kalau di daerah santri sebagai simbol "kesempurnaan" agama seseorang. Maka, kalau Anda teriak soal HAM, maka larangan pakai sarung, sandal jepit, dan kaos oblong di UIN juga melanggar HAM.

Keadilan Sosial Bagi Penghayat

Ilustrasi
Dengan memanfaatkan “ajaran klasik”, mereka menerapkan beragam sanksi bagi pengikutnya yang berpindah keyakinan; dari pencoretan hak waris dan eksklusi keluarga hingga ancaman hukuman mati.

Bagi saya, alih-alih meminta Penghayat kembali ke pangkuan Islam atau merasa kecewa jumlah umat Islam akan berkurang, kita sebagai Muslim justru berkewajiban melindungi Penghayat dari ancaman diskriminasi, termasuk diskriminasi dalam pencatatan agama di KTP. 

Pages