haji

Antara Suster Lucy Agnes dan Annisa Hasibuan

Ilustrasi

Kenapa terus menerus tulis status tentang tema ini?

Supaya yang muslim belajar membuka pikiran. Membela habis spirit-de-corps muslim dengan membabi buta dan kacamata kuda saklek, sama sekali tidak membantu ummat, saat ini. Masa-masa ini kita diperlihatkan bahayanya sifat saklek-kaku-berhenti pada simbol/label ini, begitu menjadi mobocracy: kelompok besar yang mau mengatur kebajikan publik.

Taktik Cerdas Jokowi Optimalkan Tabungan Haji

Ilustrasi

Bagaimana bila saatnya diperlukan untuk membiayai perjalanan haji? tidak perlu kawatir. BUMN Tabungan Haji Malasyia adalah fund managert yang bekerja secara modern yang sehingga likuiditasnya terjamin.  Karena mereka punya sendiri Bank dan Asset management company yang bertindak sebagai agent likuditas walau dana masih tertanam di berbagai sektor usaha. Apa yang terjadi ?

Haji Di Mata Warga Saudi

Oleh : Sumanto Al Qurtuby

Catatan “Antropologi Haji” (6)

Sudah lama saya penasaran tentang apakah warga Saudi semua berhaji? Tentu saja yang sudah “akil-baligh” atau yang dewasa, bukan yang anak-anak, dan yang mampu karena haji itu hanya wajib bagi yang mampu saja (baik mampu secara fisik maupun finansial). Ternyata jawabannya sangat mengejutkan: tidak semua warga Saudi (apapun afiliasi keislaman mereka: Sunni, Syiah, Wahabi, dst) yang dewasa dan mampu itu pernah menjalankan ibadah haji. Lo, kok bisa?

Tampang Sopir dan Pembantu (Catatan Antropologi Haji)

Oleh : Sumanto Al Qurtuby

Malam itu, bus yang membawa saya, istri, dan rombongan “kandidat” haji lain (mayoritas warga ekspat profesional dari Pakistan, India, dan Arab, selain penduduk Saudi tentunya) yang berangkat dari Dammam ke Makah berhenti di sebuah kota untuk istirahat sejenak untuk makan-minum, ke toilet, salat, atau sekedar “selonjoran” biar kaki dan tubuh tidak kaku-regeng kayak tiang listrik. Di tempat itu ada cukup banyak bus malam dari berbagai kota yang berhenti istirahat.

Upaya Kurangi Masa Tunggu Haji, Presiden Minta Tambahan Kuota dan Ingin Manfaatkan Kuota Haji Filipina, Jepang, Singapura

REDAKSIINDONESIA-Dalam upaya mengurangi masa tunggu umat Islam di tanah air yang akan menunaikan ibadah haji, Pemerintah Indonesia selain meminta tambahan kuota dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, juga bermaksud memanfaatkan sisa kuota yang tidak negara tetangga.

Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada wartawan seusai mengunjungi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) PPN Karangantu, Kasemen, Kota Serang, Banten, Minggu (11/9) sore.

Haji Pengabdi Setan

Oleh: KH. Ali Mustafa Yaqub

Jamaah haji Indonesia yang pulang ke Tanah Air, bila mereka ditanya apakah Anda ingin kembali lagi ke Mekkah, hampir seluruhnya menjawab, ”Ingin.” Hanya segelintir yang menjawab, “Saya ingin beribadah haji sekali saja, seperti Nabi SAW.”

Jawaban itu menunjukkan antusiasme umat Islam Indonesia beribadah haji. Sekilas, itu juga menunjukkan nilai positif. Karena beribadah haji berkali-kali dianggap sebagai barometer ketakwaan dan ketebalan kantong. Tapi, dari kacamata agama, itu tidak selamanya positif.

Pages