habib rizieq

Antara Ahok dan Momon

Maka, jika Ahok kalian tuduh telah melecehkan agama, maka Momon adalah "mbahnya atau dedengkotnya" melecehkan agama.

Ahok sudah berbuat banyak sekali untuk pembangunan dan kemajuan Jakarta serta menciptakan pemerintahan yang bersih dan tidak korup, semua demi kemakmuran warga Jakarta, tapi masih saja kalian tidak menghargainya. Sementara si Momon kerjaannya cuma bikin ribut dan bikin onar, malah dibiarkan meraja-lela.

Kapolri, Kapan Kau Tuntaskan Kasus Hukum Pelaku Makar?

Ilustrasi

Contoh lain, yakni ceramah Alfian Tanjung yang beberapa kali terbukti memfitnah Istana sebagai sarang PKI. Bukan hanya itu, beberapa pejabat negara seperti Deputi Kantor Staf Presiden hingga Tetan Masduki dituduh sebagai PKI dibiarkan saja. Sudah selayaknya hal-hal ini tidak dibiarkan. Polisi itu alat negara, memiliki perangkat hukum dan legitimasi untuk melakukan tindakan. Mengapa dibiarkan saja?

Teror vs Teror

Sampai saat ini bisa dibilang teror mereka berhasil. Pelaku teror dengan menggunakan agama berhasil memaksakan kehendak mereka dengan menggerakkan massa, melakukan tekanan atas nama umat.

Dampak dari keberhasilan teror mereka adalah ketakutan. Ketakutan ini mewabah di banyak lapisan masyarakat mulai dari rakyat kecil sampai pengusaha. Para pelaku teror ini berhasil membangun paradigma bahwa situasi akan kacau dan ekonomi akan terganggu jika tuntutan mereka tidak terpenuhi.

Para Perusak Tenun Kebangsaan

Ini penting, karena dia dilabeli ulama, habib pula. Kalau ulamanya bejat, umatnya mau ikut siapa? Kita ini begitu gobloknya sehingga pasrah menerima penghinaan ini. Rizieq bebas berkeliaran dengan kebenciannya, sementara ia tersangkut masalah moral yang fatal. Ke mana muka kita sebagai umat yang katanya wasaton (ideal) hendak disembunyikan. Dalam agama lain, jika pemuka agama terlibat skandal, otomatis jabatan kegamaannya dibekukan sampai terbukti sebaliknya. Jika terbukti bersalah ya dicopot.

MUI Kerja untuk Umat, Bukan Politisasi Ayat, Tolak Sholatkan Mayat Apalagi Main Pecat

Ilustrasi

Fenomena penolakan jenazah merebak diberbagai tempat. Meski tokoh agama, NU dan Muhammadiyah menyarankan tidak mempolitisasi rumah ibadah maupun menyangkutpautkan jenazah dengan pilihan politik, mereka tetap tidak surut. Yang mencuat menjadi polemic yakni ditolaknya nenek Hindun disholatkan di musholla dekat rumahnya. Imam masjid sendiri menyolatkan dirumah nenek Hindun dan tidak membawa ke musholla.

Rizieq dan Sekutunya

 
Bagaimana bisa terjadi Rizieq yang dulu menyebut Hary Tanoe dengan sebutan Hewan sekarang bersama sama mendukung Anies Baswedan di Pilkada DKI melawan musuh lama Rizieq yang disebutnya si Kutil Babi ??

Mulut kotor Rizieq tak sampai disitu, Wiranto pun jadi sasarannya :"Tatkala Habib Rizieq menyebut Bapak Wiranto dengan kalimat "penjilat pantat Cina" dikarenakan mendukung Ahok sebagai Cagub," ujar Andin di DPP Partai Hanura 

Langkah Kuda yang Sempurna

Saya malah melihat kunjungan itu sebagai langkah positif, terutama pada posisi Wiranto sebagai Menkopolhukam yang notabene adalah perwakilan pemerintah.

Salah satu pemikiran strategis Sun Tzu dalam "the art of war" adalah dekatlah pada sekutumu, tapi lebih dekatlah pada musuhmu. Merapat kepada mereka yang berlawanan sebenarnya adalah senjata yang efektif. Dengan semakin dekat, maka musuh akan semakin sulit bergerak.

Urus Saja Moralmu

Sebagian lagi sibuk menyangkal bahwa itu fitnah. Memang belum terbukti kebenarannya. Meski potongan-potingan puzle itu sudah mulai membentuk mozaik utuh. Tapi mari untuk sementara kita berpraduga tidak bersalah.

Yang mengherankan FPI yang biasanya galak, dikit-dikit lapor, dikit-dikit demo, kali ini cuma sibuk menangkis-nangkis. Sikapnya tumben defensif. Tapi sekali lagi sikap itu juga tidak lantas menjadi pembuktian bahwa kasus itu benar terjadi.

Pages