Gus Mus

Sikap Tokoh NU Saat Kalah Pilpres

Ilustrasi

Apalagi ketua umum PB NU, kyai Said Aqil mendukung Prabowo. Tapi pak Jokowi "mendapatkan" dukungan Kyai Hasyim Muzadi (eks ketum PBNU).

Juga dukungan 2 onderbouw NU yang paling besar: GP Ansor (mas Nusron dan Gus Yaqut) dan Muslimat NU (Ibu Khofifah). Dan tentu saja satu lagi keluarga Hasyim Asy'ari dari jaringan Cak Imin (PKB)

Jangan Berguru Pada Ustadz yang Abu-Abu

Dai

Syarat menjadi 'Alim adalah belajar dan syarat belajar termasuknya belajar dari Orang Alim, dan belajar dalam hal Ilmu agama tidaklah cukup dengan hanya membaca saja. Ini baru satu syarat saja, belum yang lainnya....

Kita ini punya Ulama kaliber internasional yang memenuhi semua syarat di atas, Simbah Yai Maimoen dan Simbah Yai Mushthofa Bisyri, lalu jika ada emas, kenapa pilih tembaga?

Gusmus, Gusku

 

Sumatera Barat memang mengubah cara pandang saya dengan sangat radikal. Saya jadi sangat kritis dan hobi berdebat. Saya kehilangan unggah-ungguh, kesopanan ala Jawa. Semua orang saya kritik, tak terkecuali Gusdur, Gusmus, juga kyai-kyai lain. Bacaan ayat kurang fasih, saya persoalkan. Pemaknaan kitab kurang fokus, saya permasalahkan. Ceramah kurang enak, saya cemooh. Setiap waktu saya menggerutu.

Mereka yang Dikafirkan

 

Gus Dur, yang di hina buta mata buta hati, liberal, bahkan kafir oleh sekelompok orang yang tidak suka dirinya. Padahal, Gus Dur ahli kitab kuning, cucu dari pendiri NU dan anak dari KH. Wahid Hasyim, kurang apalagi coba? Berkat Gus Dur, Islam yang identik dengan teroris menjadi Islam yang lembut. Saat peralihan rezim Soeharto, banyak konflik agama di tiap daerah, tapi Gus Dur mampu meredamnya. Sehingga kita bisa lihat, Indonesia bersatu dan damai.

Dua Mutiara Ditengah Umat

 

Gus Mus mengatakan, bahwa para sufi terkadang setelah mengucapkan Allahu Akbar langsung pingsan, karena mereka mengerti, bahwa kalimat takbir ialah kalimat suci yang mana kita harus merendahkan diri dan mengecilkan diri ketika mengucapkan takbir. Bukan petantang petenteng merasa paling benar, setiap orang disalahkan hanya karena berbeda, apalagi takbir untuk demo. Allah ko di ajak kampanye.

Jangan Hancurkan Dakwan dengan Sikapmu yang Egois dan Tidak Dewasa

"Atheis dimusuhi karena tidak bertuhan. 
Bertuhan dimusuhi karena tuhannya beda. 
Tuhannya
sama dimusuhi karena nabinya beda. 
Nabinya sama dimusuhi karena alirannya beda. Alirannya sama dimusuhi karena pendapatnya beda. Pendapatnya sama dimusuhi karena partainya beda. Partainya sama dimusuhi karena pendapatannya beda."
Apa kamu mau hidup sendirian di muka bumi untuk memuaskan nafsu keserakahan?.

Pages