Gus Mus

Gusmus, Gusku

 

Sumatera Barat memang mengubah cara pandang saya dengan sangat radikal. Saya jadi sangat kritis dan hobi berdebat. Saya kehilangan unggah-ungguh, kesopanan ala Jawa. Semua orang saya kritik, tak terkecuali Gusdur, Gusmus, juga kyai-kyai lain. Bacaan ayat kurang fasih, saya persoalkan. Pemaknaan kitab kurang fokus, saya permasalahkan. Ceramah kurang enak, saya cemooh. Setiap waktu saya menggerutu.

Mereka yang Dikafirkan

 

Gus Dur, yang di hina buta mata buta hati, liberal, bahkan kafir oleh sekelompok orang yang tidak suka dirinya. Padahal, Gus Dur ahli kitab kuning, cucu dari pendiri NU dan anak dari KH. Wahid Hasyim, kurang apalagi coba? Berkat Gus Dur, Islam yang identik dengan teroris menjadi Islam yang lembut. Saat peralihan rezim Soeharto, banyak konflik agama di tiap daerah, tapi Gus Dur mampu meredamnya. Sehingga kita bisa lihat, Indonesia bersatu dan damai.

Dua Mutiara Ditengah Umat

 

Gus Mus mengatakan, bahwa para sufi terkadang setelah mengucapkan Allahu Akbar langsung pingsan, karena mereka mengerti, bahwa kalimat takbir ialah kalimat suci yang mana kita harus merendahkan diri dan mengecilkan diri ketika mengucapkan takbir. Bukan petantang petenteng merasa paling benar, setiap orang disalahkan hanya karena berbeda, apalagi takbir untuk demo. Allah ko di ajak kampanye.

Jangan Hancurkan Dakwan dengan Sikapmu yang Egois dan Tidak Dewasa

"Atheis dimusuhi karena tidak bertuhan. 
Bertuhan dimusuhi karena tuhannya beda. 
Tuhannya
sama dimusuhi karena nabinya beda. 
Nabinya sama dimusuhi karena alirannya beda. Alirannya sama dimusuhi karena pendapatnya beda. Pendapatnya sama dimusuhi karena partainya beda. Partainya sama dimusuhi karena pendapatannya beda."
Apa kamu mau hidup sendirian di muka bumi untuk memuaskan nafsu keserakahan?.

Bela Imanmu, Son?

Dia membai'at semua orang bahwa dia Imam Besar Umat Islam. Padahal banyak ulama ulama yang lebih wara, zuhud, alim, berilmu yang diikuti puluhan juta manusia, mereka tidak berani menyebutnya dirinya Imam besar. Apa kurangnya kezuhudan K.H Hasyim Azhari dengan puluhan juta pengikutnya, apakah beliau menyebut dirinya Imam Besar Nahdatul Ulama ?, Apa kurangnya keilmuan K.H Ahmad Dahlan dengan puluhan juta juga pengikutnya, apakah beliau menyebut dirinya Imam Besar Muhammadiyah ?

Pesan Gus Mus...

Kita sering lupa bahwa masing-masing calon itu sama-sama orang Indonesianya. Ndak ada orang Yahudinya, ndak ada orang Amerikannya, tidak ada orang Arab atau orang yg lainnya. Orang Indonesia semua. Prabowo sama Jokowi sama-sama Indonesia. Kedua-duanya pasti mempunyai program untuk kebaikan Indonesia, tapi ketika pendukung ini selalu berlebih-lebihan di dalam mendukung calonnya, selalu tidak hanya memuji calonnya saja.

Pages