Guru

Industrialisasi Dakwah

Ilustrasi

Saya melihat fenomena yang sama terjadi di situs teaching online seperti wiziq dot com. Kalau dulu umumnya para pengajar menyelenggarakan kelas online secara gratis, sekarang rata-rata sudah menetapkan tarif. Publik sudah tidak bisa lagi sign kelas yang diinginkan secara gratis, kecuali harus mendaftar dulu dan mentransfer sekian uang kepada admin.

Inilah Pesan Anies Buat Semua Pendidik di Akhir Jabatannya

Anies Baswedan

Menteri Anies Baswedan resmi diganti dengan Muhajir Effendy dan beliau menuliskan surat yang tetap menampakkan sikap kenegarawanan beliau. Sama sekali tidak tersirat kekecewaan atau sakit hati namun justru memberi respon positif dengan mendorong pelaku pendidikan selalu melihat dari sisi positif. Pak Anies tahu, mendorong optimisme jauh lebih penting dibandingkan dengan kekecewaan diri, ketidakpuasan hati apalagi ada iri dan dengki. Beliau memahami betul makna kehidupan. Selamat jalan pak Anies dan berikut coretan hati sang menteri untuk para pendidik.

Kelemahan dibalik Kokohnya Tembok China

Ilustrasi

Oleh Jarred Diamond

Ketika bangsa Cina ingin hidup tenang, mereka membangun tembok Cina yang sangat besar.
Mereka berkeyakinan tidak akan ada orang yang sanggup menerobosnya karena tinggi sekali.

Akan tetapi 100 tahun pertama setelah tembok selesai dibangun, Cina terlibat tiga kali perperangan besar.
Pada setiap kali perperangan itu, pasukan musuh tidak menghancurkan tembok atau memanjatnya, tapi cukup dengan menyogok penjaga pintu gerbang.

Pak Guru, Renungkan Suara Siswa Ini

Ilustrasi

Oleh : Afi Nihaya Faradisa

Saya adalah murid yang baru saja naik ke kelas 12 (kelas 3 SMA).
Tanpa mengurangi sedikitpun rasa hormat pada para "pendidik" sekaligus terlepas dari siapa yang benar dan siapa yang salah dalam kasus wali murid mempolisikan guru yang ramai belakangan ini, ijinkan saya menyampaikan beberapa pandangan saya tentang 'rasa' dari pendidikan Indonesia.

Generasi Yang Terlalu Banyak di Hajar

 

Oleh : Hilman Fajrian

Saya seorang ayah yang pernah memukul anak, dan itu bukan hal yang saya banggakan dan saya menyesal. Meski pemukulan itu karena ia nakal, namun saya akui banyak faktor lain yang mendorong pemukulan itu: kelelahan fisik dan mental, beban pikiran, kemarahan, hilangnya kesabaran serta pengendalian diri, dan kurangnya pengetahuan cara mendidik anak yang baik. Jadi, saya akui juga, pemukulan itu tak semata-mata terjadi karena alasan mendidik atau membina. Tapi juga faktor kelemahan saya sebagai seorang manusia. Serta kebodohan.

Hate Speech, Lima Kalangan Harus Beri Keteladanan

Ilustrasi

Tidak mungkin suatu peraturan dikeluarkan jika tanpa tujuan dan maksud tertentu, begitu juga dengan SE ujaran kebencian yang dikeluarkan oleh Kapolri. Maka dari itu terlintas dalam pikiran Saya, pihak mana saja yang diprioritaskan dengan hadirnya perihal tersebut? Selain itu perlu dicermati pula secara seksama dan seobjektif mungkin surat edarannya, karna telah banyak persepsi serta tanggapan masyarakat yang beranekaragam.

Pages