Gubernur DKI

Makna dibalik Statemen Rasis Gubernur DKI Baru Anies

Ilustrasi

3. Anies diberhentikan dari jabatannya sbg menteri pendidikan oleh pak Jokowi, lalu dia merapat ke kubu rival politik pak Jokowi. Sepertinya Anies masih menyimpan dendam karena pemberhentiannya sbg menteri tdk membuat dia dianggap masyarakat sbg menteri yg berprestasi. Lalu dia bersama kubu rival pak Jokowi mencoba menggiring image publik bahwa pak Jokowi tdk pro terhadap pribumi dgn membawa2 issue non pribumi cina.

Pribumi dan Prilangit

 

Anies pernah mengklaim gerakan kakeknya, para Arab banyak berjasa untuk bangsa Indonesia, bahkan lebih dulu dibanding Sumpah Pemuda (1928). Anies dengan santun berbohong. PAI (Partai Arab Indonesia) didirikan kakeknya, AR Baswedan, pada tahun 1934. Bagaimana mungkin mendahului Sumpah Pemuda? Dan mengklaim satu-satu pergerakan yang memelopori gerakan Indonesai Merdeka?

Istilah Pribumi, Anies Baswedan Dan Ancaman Disintegrasi Bangsa

Ilustrasi

malah bikin ribut, memecah belah masyarakat dengan isu yang tendensius.

Ini persis peribahasa Madura: akotak tak atellor (berkotek-kotek tapi tidak kerja), cuma bikin ribut thok! Ahok yang sudah banyak kerja cuma karena terlalu banyak ngomong, akhirnya kena jerat omongannya sendiri. Loh ini belum kerja sudah bikin ribut. Mau bayangkan 5 tahun ke depan seperti ini?

Kenapa Masih Heran dengan Anies Baswedan?

 

Anies Baswedan berbahaya karena dia paham sekali daya ledak yang bisa ditimbulkan dari pernyataan-pernyataan rasisnya. Daya ledak tersebut akan dipelihara karena hanya dengan itulah dia mampu mengontrol kekuasaannya. Apakah itu akan merusak tenun kebangsaan yang pernah dikemukakannya adalah soal lain yang mungkin akan dipikirkan atau mungkin juga tidak.

Move On

Ilustrasi

Anehnya, ada sekelompok orang yg nyuruh pencinta Ahok-Djarot move on, tapi mereka tidak bisa move on dari seseorang yg belum pernah memimpin, belum pernah berbuat kebaikan utk masyarakat bahkan belum pernah jadi pejabat pelayan publik. Dengan segala janji, mereka memaksa org lain bahwa orang itu layak jadi pemimpin. Kalau sekedar janji mah, semua tukang kecap mengatakan kecapnya no 1.

Mental Pecundang (Tanggapan Analisis Harsubeno Arif)

Ilustrasi

"PLAYING VICTIM"
Jadi sangat disayangkan Hersu menulis artikel yang terkesan "playing victim" yang mencoba memposisikan Anis dan Sandi adalah pihak yang teraniaya dan akan terus menerus di ganjal. Komentar dia ini nampaknya paralel dengan PKS yang menyalahkan Djarot jika program DP rumah nol persen gagal dilaksanakan.

Surat Terbuka untuk Anies

Ilustrasi

Seperti halnya saya dulu memilih Prabowo ketika Pilpres - meski ternyata Jokowi yang terpilih - saya akhirnya tetap mendukung presiden yang terpilih secara sah dan konstitusional. Dan ternyata Jokowi mampu menunjukkan integritas, kualitas kepemimpinan dan kinerjanya. Tak ada alasan bagi saya untuk tak mendukungnya, bahkan kelak saat pilpres 2019.

"Maling" Mulai Mengintip APBD DKI

Ilustrasi

Kini saat Ahok berhasil disingkirkan, Anggota Dewan yg terhormat bisa leluasa menggunakan anggaran untuk mereka. Meminta kenaikan tunjangan sebesar 20% dari saat ini. Padahal tunjangan anggota dewan di Ibu Kota saat ini mencapai Rp 70 juta. Selain itu, orang2 yg mengatakan dirinya wakil rakyat ini juga meminta tambahan lainnya seperti
- Tunjangan rapat yg dilakukan pimpinan dalam satu kali rapat besarnya Rp 3 juta, untuk wakil Rp 2 juta dan anggota Rp 500 ribu. 

Pages