golkar

Benarkah Menteri Rangkap Jabatan Langgar Konstitusi?

Ilustrasi

Arilangga sendiri juga kasusnya berbeda dengan yang lain. Airlangga jadi menteri dahulu baru jadi Ketua Umum. Beda dengan yang lain saat diminta jadi menteri dalam posisi punya jabatan politik. Terlepas dari kondisi itu, mengkritik soal amanah bukanlah sebuah kritik yang tepat.

Kang Dedi Urang Lembur

Ilustrasi

Penaku tak henti bergerak di atas kertas putih, seolah tak dapat menahan diri untuk mencatatkan apa yang dapat dirasakan ketika membuntuti perjalanan Kang Dedi selama berada di tengah-tengah rakyatnya saat itu.

Kang Dedi tidak pernah mencoba beralasan lelah, lagi sibuk, dan sedang pertemuan rapat penting, ketika ada rakyat kecil datang menghampiri.

Penangkapan Kader PSI Dianggap Kesalahan Mengartikan Penghinaan

Ilustrasi

Henri menjelaskan, satire sangatlah subjektif. Meski begitu, satire berbeda dengan tuduhan. Satire hanya lucu-lucuan dan tidak menuding seseorang. Sementara tuduhan, kata dia, bisa jadi fitnah dan pencemaran nama baik.

“Jadi, satire tidak bisa kena (pidana fitnah dan pencemaran nama baik),” kata ahli hukum dari Kementerian Komunikasi dan Informatika ini.

Lantas, meme atau unggahan seperti apa yang bisa dipidanakan?

Golkar Tidak Punya 'Kemaluan'

Oleh : Pepih Nugraha

Salah satu syarat berpolitik yang maknyus di Indonesia adalah dengan tidak punya kemaluan alias tidak perlu punya rasa malu. Politisi di sejumlah partai politik telah melakukannya dengan sukses, Golkar salah satunya.

Mau dibilang sakti, cerdik, dan tidak punya kemaluan, itu beda-beda tipis, tergantung dari pojok mana melihatnya. Tetapi, dengan politik tanpa kemaluannya itu, Golkar telah mengajarkan cara berpolitik yang baik, benar, dan maknyus di negeri ini.

Strategi Golkar Lumpuhkan Teman Ahok

Oleh : Yon Bayu

Setelah Setya Novanto terpilih menjadi ketua umum, dukungan Partai Golkar kepada Basuki Tjahaya Purnama (Ahok)- calon gubernur petahana dalam kontestasi pilkada DKI Jakarta 2017 sebenarnya tinggal ketok palu. Sinyal itu semakin jelas usai Yorrys Raweyai diangkat menjadi Plt Ketua DPD Golkar DKI. Tadi sore, secara resmi Golkar pun mendeklarasikan dukungannya kepada Gubernur DKI Jakarta. Apakah Golkar hanya sebatas sebagai pendukung ataukah akan tampil menjadi pengusung?

Pages