golkar

Sebaiknya Golkar Memilih Calon Alternatif

Menurut salah satu tokoh Golkar Indra Bambang Utoyo, Sabtu (20/7/2019), faktor kepemimpinan yang memicu masalah, "Tidak adanya isu strategis, tidak terlaksananya konsolidasi dengan baik, serta kasus2 korupsi yang menjerat kader partai," katanya.

Golkar ini pada awalnya dikenal sebagai Partai Tentara, cikal bakal Golkar lahir pada tahun 1964 atas dorongan Jenderal Ahmad Yani dengan nama Sekber Golkar, dibentuk dengan misi mempertahankan ideologi bangsa Pancasila dari rongrongan PKI atau komunisme.

Sebaiknya Golkar Memilih Calon Alternatif

Menurut salah satu tokoh Golkar Indra Bambang Utoyo, Sabtu (20/7/2019), faktor kepemimpinan yang memicu masalah, "Tidak adanya isu strategis, tidak terlaksananya konsolidasi dengan baik, serta kasus2 korupsi yang menjerat kader partai," katanya.

Golkar ini pada awalnya dikenal sebagai Partai Tentara, cikal bakal Golkar lahir pada tahun 1964 atas dorongan Jenderal Ahmad Yani dengan nama Sekber Golkar, dibentuk dengan misi mempertahankan ideologi bangsa Pancasila dari rongrongan PKI atau komunisme.

Tentang Parpol Pendukung Yang Banyak Korupsinya

ilustrasi

Di jaman Jokowi, KPK diperkuat, diberi kebebasan untuk memeriksa rekening bank, diberi alat penyadap yang canggih hingga banyak yang tertangkap. Dan Jokowi berani menolak RUU yang berpotensi melemahkan KPK yang dirancang DPR.. Padahal RUU itu disetujui oleh partai pendukungnya sendiri.

Memorial Of Rhman Tolleng

ilustrasi

Rahman Tolleng adalah salah satu pendiri MI. Dia adalah tokoh yang sangat terlibat dalam proses-proses awal Orde Baru. Dia berkawan dengan hampir semua orang yang kemudian diidentifikasikan sebagai Angkatan 66: Soe Hok Gie, Wiratmo Sukito, Liem Bian Koen (Sofjan Wanandi), Liem Bien Kie (Jusuf Wanandi), Cosmas Batubara, Arief Budiman, Aristides Katoppo, dan lain sebagainya.

Jabatan Wagub DKI, Kapan Terisi?

Ilustrasi

Sementara PKS menyodorkan Mardhani Ali Sera dan Ahmad Syaikhu yang gagal total di Jawa Barat. Tampaknya gonjang ganjing kursi Wagub ini akan berlangsung panjang sehingga tugas-tugas berat Gubernur DKI kian menumpuk. Rakyat DKI juga makin lama terabaikan. Program-program gubernur DKI menjadi tidak terealisasi dengan baik.

Benarkah Menteri Rangkap Jabatan Langgar Konstitusi?

Ilustrasi

Arilangga sendiri juga kasusnya berbeda dengan yang lain. Airlangga jadi menteri dahulu baru jadi Ketua Umum. Beda dengan yang lain saat diminta jadi menteri dalam posisi punya jabatan politik. Terlepas dari kondisi itu, mengkritik soal amanah bukanlah sebuah kritik yang tepat.

Kang Dedi Urang Lembur

Ilustrasi

Penaku tak henti bergerak di atas kertas putih, seolah tak dapat menahan diri untuk mencatatkan apa yang dapat dirasakan ketika membuntuti perjalanan Kang Dedi selama berada di tengah-tengah rakyatnya saat itu.

Kang Dedi tidak pernah mencoba beralasan lelah, lagi sibuk, dan sedang pertemuan rapat penting, ketika ada rakyat kecil datang menghampiri.

Pages