Gerindra

Prabowo Selalu Benar

Ilustrasi

Sudah berkali-kali Prabowo jatuh terjerambab karena ulah perkataan dan perbuatannya sendiri. Bukannya mengingatkan, mereka justru mencari alasan yang membenarkan pengingkaran terhadap kenyataan. Mereka menganggap Prabowo sebagai suprahuman. Bahkan ada yang menganggapnya sebagai titisan Allah. Jadi tidak peduli yang keluar dari mulut Prabowo hoax maupun kebohongan, akan dianggap sebagai kebenaran atau setidak-tidaknya menyamarkannya sebagai kebenaran.

Syahwat Kekuasaan Gerindra-PKS

Dan belum genap 10 bulan menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno memutuskan untuk mendampingi Prabowo Subianto sebagai cawapresnya diiringi dengan bau busuk 1 T untuk memperoleh restu dari PKS - PAN. Prestasi apa yang telah ditorehkan oleh SU ? Nol Besar. Kemunculan "Anak Ajaib" ini mengalahkan hasil kesepakatan "para ulama". Untuk mengelabuhi publik, Anak Ajaib ini diberikan predikat Santri. Belum genap sebulan, predikat ulama telah disematkan. Oleh siapa ?

Politik Gerindra, Politik All You Can Eat

 

Melalui Ijtima Ulama I, manuver PKS berhasil. Nama Salim Segaf diusulkan mendampingi Prabowo. Nama lain, Somad kayaknya cuma aksesoris. Mana mungkin mereka mau mendorong Somad yang gak bisa membedakan tol laut dengan kapal selam.

Jadi penceramah yang melawak di atas podium, Somad ok-lah. Tapi untuk jadi Cawapres kayaknya belum ada potongan. Makanya hasil Intima Ulama I itu bisa dibaca cara PKS menekan Prabowo untuk memilih Salim Segaf.

Gerindra Tunjuk Koruptor Jadi Wagub DKI Gantikan Uno

Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Syarif pun membantah dan menolak dengan tegas isu soal Mardani yg akan jadi Wagub DKI. Menurutnya, hanya partai Gerindra yang dapat menggantikan posisi dari Sandiaga Uno.

"Oh enggak bener, kalau isu mah boleh-boleh saja. Biarin saja, kan ada dua pendekatan soal ini, regulasi dan proses politik
. Jelas Gerindra dong, ya kita akan majukan senior kita Ketua DPD Gerindra, M Taufik," terangnya.

Koalisi PADI Berantakan, Suasana Sangat Tegang

Ilustrasi

Rapat yang cuma diikuti 3 parpol pengusung Prabowo itupun konon berjalan tegang karena tidak ada kesepakatan mengenai logistik yang akan dipakai untuk kampanye. PKS dan PAN konon meminta Sandi yang menyediakan, tapi PADI meminta parpol pengusung bisa memberdayakan dan memobilisasi kadernya secara swadaya. Tensi rapat dikabarkan memanas saat membahas hal itu, terutama saat PAN dan PKS menanyakan komitmen sebelumnya yang belum tuntas, sehingga akhirnya dihentikan.

Pages