Gerindra

Benarkah Reuni 212 Menaikkan Keimanan?

Ilustrasi

Betapa ngoyonya sampai harus menggadaikan motor. Terus setelahnya kudu bekerja keras untuk nebus. Besok melek mata, besok dan besoknya besok lagi nyatanya presidennya masih Jokowi. Opo ndak nyesek Uda? Wih apa di benaknya sudah membayang surga dengan menuntun anak-anak ke Monas? Jadi teringat para perempuan di Arab yang selalu memboyong anak-anaknya sholat subuh di Masjidil Haram dan An Nabawi. Ketika takbiratul ikram paduan suara tangis mereka menggema indah sekali.

Pocong Buat Bowo

Ilustrasi

Saat terdesak, jurus pamungkas pembelaan diri yang dikeluarkan ialah bahwa itu hanya bercanda. Publik makin bingung apa dengan ulah bowo. Apa yang di mata publik dianggap serius, hanyalah candaan menurut bowo. Yang untuk bercanda, lucu-lucuan dan fiksi malah dianggap serius oleh bowo. Contohnya, novel fiksi dijadikan sebagai dasar bagi bowo untuk menyampaikan pesan bahwa 2030 Indonesia bakal bubar.

Jurus Dewa Mabuk Prabowo

Ilustrasi

Potret ini menggambarkan bahwa ajang Pilpres sebagai perwujudan demokrasi Indonesia bukan semakin maju. Selain kabar bohong, fitnah, hoax, ternyata ada capres dan parpol yang tidak benar-benar ingin mendewasakan demokrasi kita. Sebagian kecil elit partai ada yang memang tidak serius memberikan pendidikan politik yang makin dewasa. Sungguh upaya yang menyedihkan melihat perkembangan demokrasi yang selayaknya kita menjadi Negara yang elegan dalam penyelenggaraan demokrasi.

Prabowo Kembali Ngawur

Ilustrasi

Cobalah renungkan kembali. Dari pernyataan Indonesia Bubar 2030 yang referensinya hanya dari novel fiksi. Lalu tampang wartawan yang tak bisa belanja di mall. Tampang Boyolali yang tak mampu ke hotel berbintang hingga menuai protes keras warga Boyolali. Lalu mengatakan 99% rakyat Indonesia hidup pas-pasan menurut Bank Dunia, dan itu langsung dibantah oleh Bank Dunia.

Playing Victim Prabowo Subianto

Ilustrasi

Waktu yang sudah mepet kurang lebih 5 bulan lagi adalah bukan waktu yang lama. Mereka harus kejar tayang untuk mempersiapkan lagi serangan apa yang harus mereka buat dan ciptakan agar negara ini selalu gaduh dalam mengganggu pemerintahan yg sedang berjalan. Lalu setelah apa yg diharapkan terjadi, sesuai statement "Rampoklah Rumah yg sedang terbakar"

Ditambah lagi sang orator lapangan masih betah di Arab sana.

Menakar Kadar Keislaman Prabowo Subianto

Ilustrasi

Jadi menurut saya ada kesalahan strategi dari Tim Pemenangan Prabowo. Seharusnya kerukunan keagamaan dari keluarga Prabowo yang indah itu bisa dijadikan potensi untuk bahan kampanye kehidupan toleransi antar umat beragama di Indonesia. Tapi yang terjadi Tim Pemenangan Prabowo justru memposisikan Prabowo seolah lebih islami dibanding lawannya. Dan pendukung- pendukungnya malah dengan super ganas menyerang kadar keislaman Jokowi. Ini pilihan strategi yang konyol.

Gerindra Partai Terbanyak Sodorkan Caleg Ex Napi Koruptor

 

"Ada 34 caleg yang koruptor tetapi kemudian diloloskan Bawaslu. Kalau kita lihat, rasanya akan penuh caleg-caleg yang akan diisi oleh caleg eks napi korupsi yang diloloskan Bawaslu," kata Hadar Nafis Gumay, dalam diskusi "Polemik Pencalonan Napi Korupsi: Antara Komitmen Partai dan Penuntasan di MA" di Kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (9/9).

Pages