Gerindra

Peta Konflik Pemikiran Menjelang Pilpres 2019

Ilustrasi

Ada konflik pemikiran global yang belum pernah dituntaskan, yakni pemikiran modernis vs konservatif itu. Atau bila dipertajam lagi menjadi konflik pemikiran moderat vs radikalis. Banyak orang yang tidak sadar bahwa pilihan politiknya selama ini lebih dipengaruhi oleh latar belakang pemikirannya yang berada di posisi kedua hal itu (modernis atau konservatif) hingga ia menjadi moderat atau radikal.

Nyala Seorang La Nyalla

Ilustrasi

Si Kotot bilang ulama mereka mengatakan titik fokus pemenangan dengan kopi paste skenario tumbangnya Ahok adalah di lima daerah, termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sumatra Utara. Dia juga bilang hanya karena 212 berkontribusi banyak kepada Gerindra, Pilkada Jakarta bisa dimenangkan. Jadi penolakan Gerindra adalah penghianatan.

Dibohongi Pake Prabowo

Ilustrasi

"Dua hari kemudian (8 Januari 2006), beliau mendatangi Pak Jokowi (Walikota Solo) dirumahnya. Gus Dur meminta beliau untuk menjadi Presiden suatu saat nanti. Pak Jokowi yang menjabat sebagai Walikota baru 6 bulan tentu saja kebingungan. Karena untuk menjadi seorang Presiden sama sekali tak terlintas di benaknya. Tapi Gus Dur meyakinkan bahwa jika Tuhan berkehendak, apapun bisa terjadi. Beliau memilih Jokowi karena dianggap sebagai pemimpin yang ikhlas bekerja.

Prabowo Islami?

Ilustrasi

*) Ini kalau pakai ukuran-ukuran mereka ya, saya sendiri tidak pernah pakai ukuran-ukuran seperti itu tentang Islami, saya pakai ukuran-ukuran Islami seperti: tidak korupsi, bersih, melayani kepentingan rakyat, motivasinya bukan karena ego pribadi, dsb.

Berita dibawah mungkin bisa sedikit menjelaskan bagaimana dan siapa-siapa saja narator cerita diatas.

Penolakan Yeni, Signal Prabowo Tak Layak Capres?

Ilustrasi
Ketiga, Salah pilih di Jakarta. Paska terpilihnya Anies – Sandi di Jakarta bukannya menguntungkan malah merugikan partai. Lihat saja sejak dilantik sampai saat ini polemik terus menerus terjadi. Mulai dari hal sepele administrative hingga hal-hal yang substansial yang jelas-jelas nir keadilan. Kita tahu soal salah kostum, penghapusan video rapat gubernur, kantor gubernur ditutup tirai, pengalihan pengaduan dari gubernur ke tingkat kelurahan.

NU Jatim Gagal Diobrak Abrik

Ilustrasi

Imam Besar Kerusuhan yg semula digadang-gadang bakal menjadi satu-satunya lubang untuk bisa masuknya tiga partai tersebut menembus Jawa Timur telah pergi tanpa ada kejelasan kapan dirinya pulang, tiga partai inipun makin poyang-paying tidak karuan ketika lamarannya ditolak oleh Putri Sang Guru Bangsa. Jelas saja sang putri itu menolak, karena ia dari kecil tidak terbiasa didik sebagai biang kerusuhan. Merasa dirinya khawatir tidak bisa menjadi biang Kerusuhan akhirnya ia menolak lamaran tsb.

Pesan Gus Dur dalam Pernyataan Yeni Wahid Saat Tolak Pinangan Gerindra

Ilustrasi
Lalu pilihan kata “punya tugas sejarah menjaga bangsa”, dapat diinterpretasikan sebagai tugas penting nan mulia. Bukankah Prabowo pernah jadi Danjen Kopassus? Bukankah dia Capres 3 kali? Bukankah sejak Gerindra berdiri, dia menjadi pengambil kebijakan penting di Partai berlambang kepala burung Garuda?  Berbicara tentang tugas menjaga bangsa kan mestinya tugas kita bersama, apalagi bagi Prabowo. Sebagai mantan tentara tentu tak perlu diajari bagaimana “menjaga bangsa”.
 

Masih Mau Pilih Prabowo Jadi Presiden?

Ilustrasi

Mereka masing-masing divonis 20 bulan penjara dan dipecat dari korps TNI. Sedangkan 6 prajurit lainnya, Kapten InfantriDadang Hendra Yuda, Kapten Infantri Djaka Budi Utama, Kapten Infantri Fauka Noor Farid, hanya dihukum penjara 1 tahun 4 bulan, namun tidak dikenai sanksi pemecatan.

Pages