Gerindra

Mahar Sandiaga Rp 1 T, Setara BOS 1 Juta Lebih Siswa Setahun

Ilustrasi

Sandiaga Uno juga telah mengakui adanya pemberian mahar itu. Hal tersebut disampaikan Sandi pada beberapa media dengan alasan “biaya kampanye”. Biaya kampanye 1 parpol mencapai Rp 500 M? Padahal PAN dan PKS di jagat perpolitikan kita hanya parpol medioker, parpol yang terancam terkena parliamentary threshold alias jumlah suara tidak mencapai 8 persen.

Dibohongi (Lagi) Pakai Prabowo

Ilustrasi

SBY sempat menawarkan "kompensasi" agar PAN dan PKS juga merekomendasikan AHY sebagai Cawapres Prabowo. Sedangkan Prabowo membaca hal ini sebagai langkah catur dari SBY untuk mengambil alih nahkoda koalisi karena "kompensasi" akan diberikan secara bertahap kepada PAN dan PKS hingga hari H pemilihan. Prabowo langsung meiakukan intercept atas strategi Cikeas dengan aksi borong melalui Sandi dengan kompensasi yang sama namun dengan format lebih baik dari yang ditawarkan Cikeas.

PAN dan PKS Bakalan Tak Punya Gerbong Dalam Pilpres 2019

Ilustrasi
Kedua, posisi sama kuat antar 3 kepentingan menyebabkan mereka kebingungan. Jika nekad mengambil dari Parpol, maka 2 parpol lain akan mundur. Hanya Gerindra dan parpol yang kadernya diajukan yang tetap bertahan. Prediksinya kursi Cawapres akan dilepas ke non parpol. Dan nama yang paling kuat tentu saja UAS. Jika UAS masuk, otomatis Partai Demokrat akan memaksa meminta jatah posisi menteri paling banyak. Mengapa?

Partai Remahan Rengginang

 

Wajar saja Prabowo cuek. PKS boleh ngotot, tetapi apa yang ditawarkan untuk Prabowo?

Di internal PKS sendiri saling cakar-cakaran. Konflik panjang faksi Anis Matta dan faksi Sohibul Iman sampai sekarang gak kelar juga. Bahkan di berbagai daerah banyak caleg dari PKS memilih mundur. Itu terjadi akibat kebijakan DPP PKS yang memaksa semua caleg menandatangani surat pengunduran diri. Dengan surat pernyataan itu, nanti anggota legistaltif dari PKS kapan saja bisa dipecat dari kursinya.

Pages