gatot nurmantyo

Menyoal Masjid Dipakai Untuk Politik

Masjid yg ingin terjun k politik WAJIB mewarnai masjidnya sesuai warna partainya. Setidaknya harus ada lambang partai d dinding masjid. Agar umat tdk merasa tertipu.

Kalau secara global umat Islam cuma terbagi 2, Sunni atau Syi'ah, secara lokal nanti setidaknya umat Islam terbagi 16. Sesuai banyaknya partai peserta pemilu selanjutnya.

Poor General

Ilustrasi

PKS dan PAN sudah memiliki agenda tersendiri untuk pilpres 2019 nanti. Mereka tidak lagi sebagai "Yes Boss" tapi mulai menunjukan jatidiri kelompoknya. Apalagi Saat mantan Panglima TNI agak sedikit merapat kekubu mereka, itu seolah amunisi baru untuk mereka. Disisi lain PS pun seperti mendapat saingan. Disinilah awalnya kegamangan PS. Terlebih saat GN dengan percaya diri mengajukan diri sebagai capres bahkan menawarkan diri ke Partai Gerindra.

Gatot Nurmantyo-Tommy Winata Sahabat Sejati

 
Dialah Tomy Winata. Usianya 25 tahun ketika itu. Ke mana-mana naik sepeda motor, Tomy berjualan bahan bangunan dan mengerjakan pelbagai proyek tentara. "Ini Tomy, saya akan didik," ujar Edi, yang meninggal pada 2006, seperti dituturkan Gatot. Edi terkesan pada Tomy yang konsisten membela teman.

Benarkah Tommy Winata Penyandang Dana Gatot untuk Piplres 2019?

Tomy Winata, sementara itu, punya bisnis kian moncer. Ketika Edi menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat, pada 1988, Tomy membeli saham Bank Propelat. Semula, bank ini hanya dimiliki Yayasan Kartika Eka Paksi, yang berada di bawah TNI Angkatan Darat. Bank inilah yang menjadi cikal-bakal Bank Artha Graha, lini utama bisnis Tomy.

Membaca Manuver Politik Nurmantyo

Ilustrasi

Belajar dari pengalaman Pilkada DKI 2017. Terlalu mahal ongkos sosial yang harus kita bayar. Kegaduhan, kebencian, perpecahan dsb. Sampai-sampai kita juga harus "mengorbankan" salah satu putra terbaik bangsa yang telah membawa Jakarta lebih baik, hanya karena isu SARA dalam Politik Identitas. Bayangkan jika hal yang sama terjadi dalam skala nasional. Padahal Jakarta yang masyarakatnya relatif rasional dan terdidik, dampak "kerusakannya" begitu terasa.

Menimbang Pro Kontra Statemen Panglima TNI Soal 5.000 Senjata

Ilustrasi

"Ke siapa saja. Baik ekstrimis kanan atau ekstrimis kiri. Tapi realitanya pergolakan bersenjata diberbagai negara saat ini lebih banyak dilakukan oleh kelompok ekstrim kanan. Ketika jalur kekuatan politik mereka untuk merebut kekuasaan diputus, mereka akan menempuh jalan angkat senjata. Tak terkecuali bisa saja terjadi di Indonesia. Dimana Perppu Ormas sedikit banyak berpengaruh mereduksi jalur perjuangan politik mereka.

Pages