gatot nurmantyo

Membaca Manuver Politik Nurmantyo

Ilustrasi

Belajar dari pengalaman Pilkada DKI 2017. Terlalu mahal ongkos sosial yang harus kita bayar. Kegaduhan, kebencian, perpecahan dsb. Sampai-sampai kita juga harus "mengorbankan" salah satu putra terbaik bangsa yang telah membawa Jakarta lebih baik, hanya karena isu SARA dalam Politik Identitas. Bayangkan jika hal yang sama terjadi dalam skala nasional. Padahal Jakarta yang masyarakatnya relatif rasional dan terdidik, dampak "kerusakannya" begitu terasa.

Menimbang Pro Kontra Statemen Panglima TNI Soal 5.000 Senjata

Ilustrasi

"Ke siapa saja. Baik ekstrimis kanan atau ekstrimis kiri. Tapi realitanya pergolakan bersenjata diberbagai negara saat ini lebih banyak dilakukan oleh kelompok ekstrim kanan. Ketika jalur kekuatan politik mereka untuk merebut kekuasaan diputus, mereka akan menempuh jalan angkat senjata. Tak terkecuali bisa saja terjadi di Indonesia. Dimana Perppu Ormas sedikit banyak berpengaruh mereduksi jalur perjuangan politik mereka.

Hari Raya Orde Baru (30 September & 1 Oktober)

Dua hari ini adalah hari yang paling sentral dari ‘agama Orde Baru.’ Saya katakan agama karena dua hari ini berfungsi mirip seperti agama: ada upacara, ada renungan, ada doa-doa, ada ritus-ritus (berkunjung ke Lubang Buaya). 30 September adalah hari kematian. Disusul kemudian oleh 1 Oktober yang merupakan hari kemenangan. Susunan upacara peringatan ini sungguh mengingatkan kita pada hari raya agama-agama, dimana ada penaklukan atas kematian dan kemudian merayakannya sebagai kemenangan?

Karni Ilyas Layak Dimintai Keterangan Pertama Soal Isu Pergantian Panglima TNI

Gatot Nurmantyo

Oleh Alif Kholifah

Tanpa kabar apapun tiba-tiba Rabu (9/11) pagi beberapa media social mengunggah berita tentang Panglima TNI. Ada yang menyatakan Panglima TNI akan diganti maupun Panglima TNI cocok jadi Presiden RI.

Pages