gajah mada

Gaj Ahmada dan Kematian Ilmu Pengetahuan

Di sini, saya mulai mengerti bahwa di era media sosial ini ternyata banyak temuan baru dalam dunia ilmu pengetahuan. Yang lebih menarik, temuan itu dilakukan tidak melalui verifikasi dan pembuktian melalui perdebatan di forum akademik ataupun jurnal-jurnal ilmiah internasional, yang sebelumnya didapatkan melalui proses riset yang panjang. Pengetahuan ilmiah itu dapatkan dan dibuktikan dengan perasaan dan bukti keberagamaan yang kuat bahwa ada yang salah dengan bukti sejarah dan ilmiah saat ini.

Meluruskan Sejarah Ala Oneng

 

Jadi jika ada yang bilang bahwa Śrī Kṛtarājasa Jayawarddhana (gelar bagi Raden Wijaya setelah bertahta) pendiri Kerajaan Majapahit adalah Narārya Sanggrāmawijaya (versi prasasti Kudadu), Dyah Wijaya (sumbernya Nāgarakṛtāgama) atau Rahadyan Wijaya (sumbernya Pararaton) itu semuanya sebenarnya adalah hoax, konspirasi dan rekayasa yang dibuat oleh sejarawan kafir untuk menghapuskan jejak Islam di Indonesia.

Pages