FPI

Pilih Prabowo Demi Islam?

ilustrasi

Jika ideologi mereka itu memang benar perintah Allah dg bukti2 (dalil) yg sah dari Allah, saya tidak akan merasa terpanggil untuk terjun larut di dalamnya, pasang badan berjihad. Seperti yg pernah saya jalani selama 18 thun ketika saya masih terbelenggu dg pemahaman sesat yg ekstrim dan radikal itu. Siksaan dan penjara pun sudah saya alami dg tidak membuat saya kapok dan mundur di masa itu. Apalagi cuma sekedar pilpres melawan kubu Jokowi sekarang ini.

Ulama Versi HTI, FPI, PKS dan 212 Diam Seribu Bahasa Soal Jumatan Prabowo

ilustrasi

Terlalu banyak fakta yang bisa membuktikan bahwa Prabowo muslim yang patut diragukan. Salah satu buktinya pernah meminta Yenni Wahid untuk jadi imam ketika akan sholat berjamaah, atau video membasuh kaki kiri duluan dibandingkan kaki kanan, video tak menjawab salam saat bertemu dengan Ustadz Abdullah Gymnastiar dan masih banyak yang lainnya.

Disamping itu, ormas, parpol bahkan tim kampanye diam seribu bahasa mengenai polemik sholat Jum'at Prabowo. Sudah selayaknya mereka mengajak, mendorong, menunjukkan bahwa Prabowo benar-benar seorang muslim.

Fitnah : Rahmat Atau Laknat?

ilustrasi

"Biar saja saya difitnah. Kalau mau naik kelas memang harus melalui tahapan ini. Bahkan, kalau mau jadi wali fitnahnya semakin keras", katanya dalam perbincangan sebuah WAG.

Saya tidak tahu, apakah fitnah itu menjadi rahmat atau laknat? Semoga menjadi rahmat bagi yang difitnah dan menjadi laknat bagi yang menfitnah. Kalau soal keimanan dan keislaman ulama-ulama NU gak usah diragukan.

Terima Kasih FPI, Terima Kasih HTI

Ilustrasi

Sungguh pak Prabowo ini cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Kami kagum takjub melihat HTI FPI seperti kerbau dicocok hidungnya didepan dia, dan bersedia berada dibelakang dia. Ini mukjizat, dia punya mantera ajaib yang mampu menyamarkan segala identitas dan jatidiri sebenarnya, sehingga HTI FPI terkecoh dan mau mendukung dia. Kalau bukan karena campur tangan dari Allah, dia tak bisa melakukannya. Padahal dialah harapan kami terbesar untuk menggebuk siapapun yang punya mimpi khilafah.

Khilafah Masih Jauh

Ilustrasi

Tapi saya cukup lega, melihat Prabowo masih berbaur dengan keluarga besarnya yang nasrani. Masih merayakan Natal bersama, masih mau mengucapkan Selamat Natal disaat para pendukungnya menganggap hal itu sebagai sesuatu yang haram. Itu bukti bahwa Prabowo punya toleransi. Jauh didasar hatinya mungkin dia masih punya rasa kasih, dan rasa cintanya kepada Pancasila tetap terjaga.

Pages