FPI

Welcome To Dubai

ilustrasi

Mereka adalah sel tidur yang pergerakannya mirip sel kanker. Bergerak mematikan di dalam senyap! Mereka sudah merebut banyak masjid, banyak majelis, banyak pesantren, bahkan begitu banyak umat yang nantinya akan disiapkan untuk merebut dan merubah bentuk negara. Tak ada lagi NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika. Semuanya akan dirubah menjadi Khilafah! Sebuah tujuan utopis yang sebenarnya hanyalah cara untuk menghancurkan sebuah negeri.

Selamat Jalan, FPI

Kini FPI izinnya akan habis pada Juni tahun ini, bersamaan dgn itu sudah beredah 40 ribuan tanda tangan petisi yg tak ingin FPI ada lagi. Alasan penolakannya jelas, bahwa sumber kegaduhan berdalil agama ini harus dihentikan. Indonesia tak butuh ormas yg tak ada guna-gunanya. Bila mewakili islam sudah cukup ada NU dan MU yg mumpuni. Jadi tak ada lagi alasan izinnya bisa diperpanjang, entah pula kalau ada pertimbangan lain yg bisa diajak kerjasama, karena konon setiap demo ada biaya yg dikeluarkan apakah FPI sendiri atau Polisi yg menangani demo.

Skenario Adu Domba Kelompok Radikal memanfaatkan BPN Dan Prabowo

ilustrasi

Jikalau kedua kubu sampai bertemu dan menurunkan tensi ketegangan, niscaya jalan terakhir mereka untuk menaikan posisi tawar menjadi sirna. Kembali kepada *zero sum game* tadi, skenario terbaik mereka adalah pemerintah/kubu pemenang pemilu mengalah dan meneken *deal* yang menguntungkan keberadaan kelompok ini.

Suara Ormas Islam Dalam Pilpres 2019

ilustrasi

KE MANA SUARA ORMAS ISLAM?

Suara dua ormas Islam besar NU dan Muhammadiyah seperti biasa berada di dua kubu. Menurut survei Denny JA:
- NU Jokowi 55%, Prabowo 44% (artinya Maruf Amin sebagai cawapres pun tidak mampu menarik gerbong NU)
- Muhammadiyah 50%, Prabowo 49% 
- Alumni 212 Jokowi 4,7%, Prabowo 97% 
- FPI Jokowi 2,4%, Prabowo 97%

Pages