Fitnah

Jokowi Presiden Kesayangan Jonru

Jokowi

Oleh Iwan Iwe

Dalam sebuah adegan di film The Dark Knight, Batman bertanya kepada Joker mengapa dia tidak segera membunuhnya. Joker dengan terkekeh menjawab:

“Tidak. Aku tidak akan membunuhmu. Apa yang akan aku lakukan tanpamu? Kembali membunuh penjahat jalanan? Tidak, tidak, tidak! Tidak. Kehadiranmu melengkapi diriku.”

Ahok : Saya Pilih Kalah Daripada Kehilangan Kepercayaan

Ilustrasi

Kalau ada orang yang saat ini paling membetot perhatian publik, salah satunya bisa jadi Basuki Tjahaja Purnama. Dia tak lain Ahok, Gubernur DKI Jakarta. Watak dan intonasi suaranya di atas rata-rata. Ceplas ceplos, seolah tak mau tahu lawan bicara sreg atau tidak. Kini setelah tak `sengaja` menjadi orang nomor satu di DKI, Ahok berencana kembali menakhodai Ibu Kota hingga 2022.

Hati-Hati Memobilisasi Kebencian, Kematian Taruhannya

http://www.nytimes.com/2016/03/13/opinion/sunday/my-fathers-killers-funeral.html?action=click&pgtype=Homepage&clickSource=story-heading&module=opinion-c-col-right-region&region=opinion-c-col-right-region&WT.nav=opinion-c-col-right-region&_r=0

Oleh Made Supriatna

Salman Taseer adalah bekas gubenur propinsi Punjab di Pakistan. Dia diangkat menjadi gubernur tahun 2008 dan dibunuh tahun 2011. Penyebabnya adalah karena dia menentang hukum penodaan agama yang amat keras di Pakistan. Penentangan itu dia ucapkan dalam satu talk-show di TV lokal.

Panasonic Tetap Normal Beroperasi

Ilustrasi

RedaksiIndonesia - Ditengah tudingan fitnah tutupnya PT Panasonic Indonesia, ada beberapa berita yang sebetulnya tidak tepat. Tapi bagi media yang jagoan fitnah seperti Portal Piyungan, jelmaan PKS Piyungan yang beritanya malah mengutip kadernya sendiri Said Iqbal. Selain kader PKS, juga Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menjadi sumber utama pemberitaan situs yang jadi andalan kader partai yang mengaku Islami meski tindakannya tidak Islami.

Giliran Densus 88 Difitnah Jonru dan Suaraislam.com

Bukti Fitnah Jonru

 

Oleh: Alif Kholifah

Fitnahan kepada pemerintah terus saja bergulir dan dihembuskan oleh kubu sebelah yang sakit hati. Meski fitnahan kepada kepala negara berkurang (Entah karena sudah ada pertemuan antara dua Presiden, yang satu Presiden Indonesia dan satunya Presiden Partai). Tapi tim siluman masih saja bergerilya. Tentu saja gerombolan itu banyak dan tersebar di berbagai jenis dan karakter masing-masing.

Pages