Fitnah

Ibnu Muljam Ala Indonesia

Ilustrasi

Ditingkat masyarakat, intoleransi ala ibnu Muljam mudah kita temui bahkan dikehidupan sehari-hari. Baik dilingkungan pergaulan maupun di media social. Dan rata-rata para Ibnu Muljam ala Indonesia itu dapat diasosiasikan ke kelompok-kelompok tertentu.  Menjelang Pilkada 2018 dan Pemilu 2019, mereka mulai mengelompok dan merapat pada capres non petahana. Sejak awal mereka melawan dengan menggunakan tagar. Mengapa mereka dapat diidentifikasikan dengan merapat ke lawan petahana?

Peta Para Penebar Hoax

Ilustrasi
(3) Penelitian palsu. Misalnya, “Penelitian mutakhir yang dilakukan oleh Profesor Zlatan Ibrahimovic menemukan fakta, bahwa setelah berjongkok selama 15 menit, manusia bisa mengalami kesemutan, anehnya semut tidak bisa mengalami kemanusiaan. Sungguh, penelitian yang mencengangkan dokter di Barat. Fakta ini sengaja ditutup-tutupi oleh pihak Barat agar umat Islam bla…bla…bla…! Sebarkan, raih amal soleh dengan berbagi informasi gendeng seperti ini!”
 

Sibuk Menghujat Orang Pertanda Tak Pandai Bersyukur

Karena lalai terhadap anugerah Allah, maka kita, sebagai hamba-Nya, tak pernah mampu untuk sekedar mengenal-Nya, mengingat-Nya dalam benak kita walau sesaat pun, apalagi untuk bersyukur kepada-Nya. Sehingga karena lalai atau tak pernah mengingat-Nya maka keseluruhan anugerah itu, satu persatu, digunakan untuk melawan dan mendurhakai-Nya. Ya, kita seringkali menggunakan setiap anugerah Allah untuk mendurhakai-Nya.

Islam Labelling

Ilustrasi

Yang terakhir, aksi peluk untuk melepaskan stigma bercadar itu teroris, agak miris karena sebelumnya banyak anggapan dengan melabeli selain wanita bercadar atau hijab panjang maka bukan syar'i. Tunjukkan Islam (bercadar) bukan teroris bukan meminta dirangkul, tapi tunjukkan Islam adalah agama yang ramah dengan merangkul, rangkul mereka yang anda anggap sesat, bidah dan kafir, rangkul lah mereka yang terusir di sampang, rangkul lah mereka yang menjadi tunawisma akibat rumahnya dihancurkan di lombok.

The Next Spin For 2019

Ilustrasi

Tagline anti hoax sekarang diterima oleh seluruh kalangan, bahkan oleh kalangan yang nyaman dengan hoax politik dan diuntungkan dengan nya, sekarang mengakui juga anti hoax 

Mungkin Hoax untuk politik akan menurun ditataran public, dan hanya akan dipakai oleh produsennya untuk menjaga pemilih nya di lingkungan tertutup seperti group wa, group keluarga dan semacamnya.

Jejak Kebencian Dian Anggraeni Umar, Sel Tidur Pendukung Teroris

Dian Tak Berjilbab
Sampai dengan siang sekitar jam 12.00-13.00, status itulah yang terpasang di akun Facebook dengan follower kurang lebih 26 ribu orang. Tetapi menjelang sore, akun FB-nya sudah hilang. Sementara akun Instagram, Twitter, dan LinkedIn masih bisa diakses sampai dengan sore. Sore harinya, kemudian akun Twitternya sudah digembok. Akun Instagram dan LinkenIn menyusul hilang beberapa jam kemudian.
 

Pages