Fitnah

Ibunda Jokowi : "Tuduhan Komunis Menyakitkan Keluarga"

Ibunda Jokowi saat tasyakuran

Oleh : Alif Kholifah

Sejak mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI beberapa tahun lalu hingga saat ini, tuduhan yang diarahkan kepada Presiden Jokowi sebagai komunis masih saja mewarnai media sosial. Akibatnya keluarga memendam rasa sakit yang luar biasa. “Dari Jaman Pilgub terus Pilpres, keluarga kami selalu tak luput dari fitnah yang keji. Ya pak Noto, ya saya, ya anak saya, Jokowi dikatakan keluarga China, keluarga Komunis dan sebagainya. Tuduhan komunis menyakitkan keluarga, menyakitkan bagi saya” ungkap Sudjiatmi Notomiharjo, ibunda Presiden Joko Widodo.

Jokowi, Keteladanan Sang Pemimpin

Joko Widodo

Oleh Alif Kholifah

Terpilihnya Joko Widodo sebagai presiden yang mengalahkan Prabowo menyentak berbagai kalangan. Pelantikan Joko Widodo juga tak menghentikan berbagai fitnah pada dirinya bahkan hingga saat ini. Tidak hanya secara pribadi, hampir semua keluarga terkena fitnahan keji dari orang-orang yang secara politik bisa ditebak dari kubu mana.

Jonru Jadi Takaran Kewarasan Otak Kita

Ilustrasi

Siapa sih yang tidak kenal dengan Jonriah Ginting alias Jonru. Nama Jonru ini melambung lagi setelah lebaran 1437 H. Ya, dulu nama ini mentereng disukai banyak orang karena efek Pilpres 2014 dan dia berdiri dibarisan PKS, KMP alias sang Capres Prabowo Subianto. Cara pembelaannya pun model pendekar mabuk, apapun yang berbau Joko Widodo diserangnya. Tidak hanya paska Pilpres semata namun hingga kini.

Jokowi Presiden Kesayangan Jonru

Jokowi

Oleh Iwan Iwe

Dalam sebuah adegan di film The Dark Knight, Batman bertanya kepada Joker mengapa dia tidak segera membunuhnya. Joker dengan terkekeh menjawab:

“Tidak. Aku tidak akan membunuhmu. Apa yang akan aku lakukan tanpamu? Kembali membunuh penjahat jalanan? Tidak, tidak, tidak! Tidak. Kehadiranmu melengkapi diriku.”

Ahok : Saya Pilih Kalah Daripada Kehilangan Kepercayaan

Ilustrasi

Kalau ada orang yang saat ini paling membetot perhatian publik, salah satunya bisa jadi Basuki Tjahaja Purnama. Dia tak lain Ahok, Gubernur DKI Jakarta. Watak dan intonasi suaranya di atas rata-rata. Ceplas ceplos, seolah tak mau tahu lawan bicara sreg atau tidak. Kini setelah tak `sengaja` menjadi orang nomor satu di DKI, Ahok berencana kembali menakhodai Ibu Kota hingga 2022.

Hati-Hati Memobilisasi Kebencian, Kematian Taruhannya

http://www.nytimes.com/2016/03/13/opinion/sunday/my-fathers-killers-funeral.html?action=click&pgtype=Homepage&clickSource=story-heading&module=opinion-c-col-right-region&region=opinion-c-col-right-region&WT.nav=opinion-c-col-right-region&_r=0

Oleh Made Supriatna

Salman Taseer adalah bekas gubenur propinsi Punjab di Pakistan. Dia diangkat menjadi gubernur tahun 2008 dan dibunuh tahun 2011. Penyebabnya adalah karena dia menentang hukum penodaan agama yang amat keras di Pakistan. Penentangan itu dia ucapkan dalam satu talk-show di TV lokal.

Panasonic Tetap Normal Beroperasi

Ilustrasi

RedaksiIndonesia - Ditengah tudingan fitnah tutupnya PT Panasonic Indonesia, ada beberapa berita yang sebetulnya tidak tepat. Tapi bagi media yang jagoan fitnah seperti Portal Piyungan, jelmaan PKS Piyungan yang beritanya malah mengutip kadernya sendiri Said Iqbal. Selain kader PKS, juga Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menjadi sumber utama pemberitaan situs yang jadi andalan kader partai yang mengaku Islami meski tindakannya tidak Islami.

Pages