film indonesia

Hayya dan The Santri

Begitupun. Jika potongan film Hayya ada bendera pemberontak Suriah yang tampil. Mungkin film itu mau memberikan pesan, terorisme yang menghancurkan negara lain, itu dibolehkan. Sepanjang bawa-bawa agama. Yang penting ada slogan agamanya, ada takbir-takbirnya.

Biasa saja. Kita gak usah terjebak mana film yang paling cocok untuk iman kita. Itu sih, pilihan saja.

Jika mau menunjukan hidup beragama yang saling toleran. Nonton saja The Santri.

Ada "Uis Nipes" di Antara Kampret dan Kecebong

 

Melalui olimpide yang diselenggarakan pada 4–14 Juli 2018 itu, 6 pelajar Indonesia berhasil menyabet satu medali emas dan lima medali perak. Medali emas diraih Gian Cordana Sanjaya, medali perak diraih Valentino Dante Tjowasi, Farras Mohammad Hibban Faddila, Kinantan Arya Bagaspati, Alfian Edgar Tjandra, Otto Alexander Sutianto. Sebelumnya, medali emas pernah diraih Stephen Sanjaya pada tahun 2013.

Biar Dosanya Kami yang Tanggung

 

Beberapa tahun kemudian Sang Ibu meninggal. Dia dikubur secara Islam, tentu saja. Saat penguburan, beberapa muslimin masuk ke liang lahat untuk menerima dan menurunkan jenazah Bunda. Aryo dan Adi kepingin nyebur. Handai-taulan melarangnya.

"Ibumu sudah dimandikan. Dia sekarang suci, tak boleh dijamah oleh sesuatu yang haram," kata Tantenya yang beragama Islam..

"Aisyah Biarkan Kami Bersaudara", Sebuah Review Santai

Oleh: Mumu Aloha
 

'Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara': Sebuah Review Santai

Pulang dari liburan ke Lombok, saya tergopoh-gopoh nonton film ‘Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara’. Film islami yang lain? Jenis film yang memadukan nilai-nilai religi dengan traveling? Tak ada informasi sama sekali, sekali posternya yang tak menggugah selera, dan judulnya ya lebih mirip judul paper mahasiswa antropologi semester satu tentang agama dan nasionalisme.

Pages