film

HTI Partai Politik, Ikut Pemilu Atau Tetap Menipu?

ilustrasi

Jika sudah jelas tujuannya adalah kekuasaan politik, lalu mengapa HTI tidak mendaftarkan diri ke Kementerian Dalam Negeri dan Komisi Pemilihan Umum sebagai partai politiki agar bisa ikut dalam kontestasi pemilihan legislatif dan pemilihan Presiden? Kenapa HTI malah mendaftarkan diri sebagai organisasi masyarakat dan terdaftar sebagai organisasi masyarakat selama beberapa tahuh yang kemudian pada tahun 2017 dicabut oleh Kementerian Dalam Negeri?

Para Manipulator Agama

ilustrasi

Kini kita melihat dan merasakan sebuah "Copy Paste" yang dilakukan oleh para Manipulator Agama. Setelah "Tanah Yang Dijanjikan" dalam doktrin Yahudi, kini dengan tema "Khilafah Yang Dijanjikan" dalam Islam. Kalau Zionist hanya dalam skala satu wilayah negara, konsep Khilafah justru dalam skala trans nasional atau tanpa batas wilayah negara. Itulah kenapa gerakan semacam ISIS dan HTI bisa menjadikan wilayah dimana saja sebagai episentrum gerakan.

Menjadi Produktif dengan Nonton

Hingga ketemu dua film yang cuma saya kasih catatan, tapi belum pernah saya lihat. “Artificial Intelligence” (2001) garapan Steven Spielberg, dan “Where God Left His Shoes” (2007), sebuah judul unik sutradara Salvatore Stabile (lebih dikenal sebagai penulis dan sutradara film televisi di AS). Memenangkan ‘Humanitas Prize Best Director’. Wih, keren.

Tags: 

Kebakaran Celana Dalam Karena Film

Jelaslah adegan ini bikin orang-orang palsu itu marah. Sebab biasanya, mereka bertepuk tangan kalau ada yang bawa bom ke gereja. Ini kok, santri-santri yang dibawa malah nasi tumpeng?

Bom dan nasi tumpeng, hanya pertanda. Yang satu hadir dalam semangat kebencian. Yang satunya lagi ingin merajut persahabatan. Bom dan nasi tumpeng sampai kapanpun tidak bisa disatukan.

Hotel Mumbay

ilustrasi

Mengingatkan saya pada beberapa artikel menarik, yang bahas begini: apakah agama yang memberi penafsiran sehingga mengarahkan perilaku seseorang, atau sebenarnya seseorang sudah punya default moralnya sendiri (terbentuk dari berbagai faktor) lalu dia memilih jenis penafsiran yang memberi pembenaran pilihan moralnya itu.

Singkat kata: film yang layak tonton.

Zaky, Belajarlah Kesombongan Pada Hanum Rais

ilustrasi

Hanum ingin menguji kekuatan 7 juta umat difilm Hanum Rangga, tak sampai disitu ayahnya Sengkunipun mengerahkan kader PAN wajib nonton film Hanum, itupun belum cukup utk melawan keganasan Cebongers, lalu mengirim surat kesalah satu perguruan tinggi di Jawa Tengah utk mengerahkan Mahasiswa dan para dosen utk menonton film Hanum, apakah itu sdh mengalahkan film Ahok? Tidak, bahkan penonton film Hanum tak sampai 500ribu sementara film Ahok sdh tembus 1,5 juta penonton.

Apa Yang Kau Cari Atiqah

Ilustrasi

Atiqah yang baik,
Secara obyektif harus engkau akui, bahwa kelakuan Ibumu sangat luar biasa jahat. Bukan hanya pada kasus ini saja. Ibumu juga sering sekali melemparkan isu dan fitnah dengan nada frontal dan membabi-buta ke semua pihak. Saya tidak tahu, ada apa dengan Ibumu. Saya tidak mengerti, apa yang terjadi dengan hati Ibumu.

Pages