fadli zon

Bintang Jasa

ilustrasi

Sesuai Pasal 25 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009, salah satu syarat umum untuk memperoleh tanda kehormatan di semua tingkatan dan kelas adalah: berkelakuan baik.

Catat itu. Artinya penerima belum pernah berbuat kriminal. Kalo cuma NYINYIR, yang dalam Tesaurus Bahasa Indonesia, Kamus Besar Bahasa Indonesia, dan lain-lain bersinonim sampai 80 kata, gak masuk hitungan.

Penyebab Ketidakbecusan

Benarkah isyu (atau masalah) radikalisme tak penting? Karena hanya sekedar pengalihan isu, seperti omongan Fadli Zon? Atau karena yang lebih penting adalah soal ketimpangan ekonomi, juga ketidakadilan?

Persoalannya, kenapa baru sekarang? Bukankah ketidakadilan, kemiskinan, ketimpangan ekonomi di Indonesia sejak rezim Soeharto? Bahkan sejak Sukarno? Kenapa saat itu radikalisme tidak muncul?

Ketika Pengamat Jadi Pengumpat

Pengamat-pengamat karatan yg gak kebagian jabatan ini selalu saja mengumbar umpatan, celotehnya seperti orang kesurupan. Kalau Fadli Zon komen soal Ahok, sebenarnya dia menguatkan posisinya sbg politisi otak jongkok. Disini kita mau konter komennya Refly Harun ttg staf khusus presiden dari kaum milenial berprestasi yg mulai dikasi posisi. Refly terkesan iri, komentarnya jd tak berisi.

Keributan dan Kesombongan Kita

Kekalahan dalam akselerasi maupun kompetisi, kemudian dikamuflase dengan sikap jumawa dan sombong. Di tingkat paling sudra, sombong sering disebabkan faktor materi. Merasa lebih kaya, lebih cantik, lebih terhormat daripada orang lain. Tapi jaman berubah, orientasi berubah, comfortable zone berubah, ngamuklah dia karena dirugikan. Mau Tommy Soeharto atau Hasjim Djojohadikusumo, bisa ngamuk karena makin susah eksis. Jalan dan pintu tertutup.

Pages