elit politik

Zaadit, Tolol Boleh Tapi Jangan Diperalat Kepentingan Politik

Ilustrasi

Salah satu ketololanku waktu kuliah di Bandung adalah malas kuliah, dan lebih rajin ikut aktivitas luar kampus. Suatu pagi ada mata kuliah yang aku malas hadir, dan lebih memilih tidur pagi di kamar. Nah teman kostku, teman baikku, ia pagi-pagi sudah berada di kelas. Dan karena ia sangat baik, maka ia "berbuat baik" dengan mengabsenkanku di kelas padahal aku tidak hadir, dan tidak pernah dalam sejarah aku minta titip absen. Dan ketahuan pula, alamak! Tolol yang tidak ketulungan, bukan?

Jangan Hanya Salahkan Pemerintah dan Elite Politik

Oleh : Sumanto Al Qurtuby

Sebagian orang tanpa sadar begitu mudahnya mengarahkan jari telunjuknya ke para elit politik atau pemerintah setiap ada kasus ketidakberesan sosial. Padahal, di alam demokrasi seperti ini, masyarakat--semuanya tanpa kecuali--juga turut bertanggung jawab jika terjadi ketidakberesan itu. Bukankah kita yang memilih mereka? Tetapi sayangnya, sebagian masyarakat lebih suka "berlagak oon" dan hobi "tunjuk hidung" kepada pemerintah dan elit politik itu ketimbang kepada dirinya sendiri.

Pages