eko kuntadhi

Cadar Harus Dilarang di Tempat Umum

Saya suka dengan logika PKS yang membedakan ranah publik dan ranah privat. Beragama adalah ranah privat. Berpakaian adalah ranah privat. Pemerintah mestinya hanya fokus mengatur ranah publik. Jangan intervensi ke ranah privat warga negara.

Tapi dari statemen Menteri Agama itu harus kita lihat, 'melarang penggunaan cadar di instansi pemerintah'. Ada dua poin disini. Cadar dan instansi pemerintah.

APBD Jakarta Perlu Diserit

Yang menarik, untuk anak didik di Jakarta Barat, dianggarkan dana untuk membeli lem Aibon Rp82,8 miliar. Bayangin. Kalau rata-rata harga lem Aibon sekilo Rp60 ribu, ada 1,3 juta kaleng lem yang mau dibeli?

Masa siswa-siswa di Jakarta Barat mau disuruh ngelem semua?

Jangan suudzon dulu, mungkin saja lem itu digunakan buat menempel tenun kebangsaan yang terkoyak-koyak. Kita mana tahu.

Kabinet

Yang seru jika Prabowo Subianto juga masuk kabinet. Misalnya menduduki Menhan menggantikan Ryamizard. Seru juga sih. Jenderal bintang tiga nanti akan mengoordinir para Jenderal bintang empat. 

Untuk posisi Menteri Ekonomi Digital terdengar nama bos Gojek, Nadiem Makarim. Kementerian ini naik kelas dari sekadar lembaga. Sedangkan Mahfud MD namanya santer disebut sebagai Menteri Agama. 

Investor ke Vietnam

Pejabat Vietnam korupsinya mungkin lebih getol. Sogokkan gak kalah banyak. Tapi ada satu yang pasti, jalanan di Vietnam jarang ada demo. Buruhnya tertib. Produktivitasnya juga lebih tinggi.

Di Vietnam stabilitas politik terjaga. Pemerintah mungkin sedikit keras. Dan disana gak ada FPI apalagi HTI. Kerja, ya kerja. Dagang ya, dagang. Gak direpotin sama demo-demo.

Hayya dan The Santri

Begitupun. Jika potongan film Hayya ada bendera pemberontak Suriah yang tampil. Mungkin film itu mau memberikan pesan, terorisme yang menghancurkan negara lain, itu dibolehkan. Sepanjang bawa-bawa agama. Yang penting ada slogan agamanya, ada takbir-takbirnya.

Biasa saja. Kita gak usah terjebak mana film yang paling cocok untuk iman kita. Itu sih, pilihan saja.

Jika mau menunjukan hidup beragama yang saling toleran. Nonton saja The Santri.

Dan Papua Meledak Lagi

Tetiba ada gerakan aneh menyambut HUT Kemerdekaan RI. Mahasiswa-mahasiswa Papua di berbagai kota di Jawa menggelar demonstrasi. Di Surabaya, asrama mahasiswa Papua diserang FPI. Entah siapa yang membakar bendera merah putih disana. 

Mahasiswa Papua di Surabaya sendiri tidak merasa melakukan pembakaran bendera. 

Video seorang aparat melecehkan mahasiswa Papua juga beredar. Ikut memercikkan api. Suasana itu disambut oleh gerakan di Manokwari. Masyarakat menyerang DPRD Manokwari, membakar sebuah gedung kosong bekas kantor parlemen.

Setelah Menyaksikan Bumi Manusia

Petikan itu sama seperti paragraf terakhir dalam novel fenonemal karya Pramudya Ananta Toer. Saya ingat, ketika pertama kali menamatkan novel Bumi Manusia saat masih SMA, ada rasa perih yang menghujam. Bukan karena Minke harus melepaskan Annelis, istrinya, yang dirampas hukum kolonial. Tetapi juga membayangkan betapa nistanya hidup sebagai anak jajahan. Betapa tidak berartinya harga diri.

Pages