eko kuntadhi

Masalahnya karena Ahok adalah Ahok

Oleh: Eko Kuntadhi
 

Di Jakarta masyarakat terbagi menjadi dua golongan : pro Ahok atau pro FPI. Sebetulnya FPI dan pentolan Islam garis keras berada di bawah payung GNPF-MUI. Tapi Rizieq and the gank memang paling sering tampil di publik. Jadi yang kentara adalah Ahok vs FPI.

Mestinya saat pilkada ini, rakyat Jakarta terbagi jadi tiga kelompok besar, pendukung Agus, Ahok atau Anies. Kan cagubnya mereka.

Pertanyaan Penting untuk Cagub DKI

Oleh: Eko Kuntadhi

 

Jika nanti berlangsung debat cagub DKI Jakarta, saya ingin penyampaikan sebuah pertanyaan penting : apa pendapat semua kandidat mengenai tafsir Quran surat Al Maidah 51? Pertanyaan tepatnya, apakah mereka setuju jika tafsir Al Maidah 51 itu adalah merupakan pengharaman memilih Gubernur non-muslim.

Ok, Ahok gak perlu menjawab. Nanti khawatir disalah artikan lagi karena dia non-muslim. Toh, pertanyaan itu bisa disampaikan kepada wakilnya.

Mengapa pertanyaan itu penting?

Kekacauan Alat Ukur

Oleh: Eko Kuntadhi
 

Pemahaman teologis (ketuhanan), serasional apapun, tetap saja hanya dapat ditangkap kebenarannya oleh mereka yang meyakini. Orang yang berbeda keyakinan, bisa mempelajari konsep teologi agama lain, tapi belum tentu bisa meyakini kebenarannya.

Artinya, sebagai sebuah pondasi keyakinan, pemahaman teologis itu sifatnya subjektif. Untuk menilai kebenarannya, alat ukur yang digunakan juga khusus, artinya hanya menurut tuntunan agama tersebut.

Diam Sudah Nggak Musim

Oleh: Eko Kuntadhi
 

Banyak orang menyangka, kaum spesies dengkul pandai meributkan hal remeh temeh, disangkut pautkan dengan agama. Orang mengira itu disebabkan karena kebodohan belaka.

Bukan. Sesuatu yang tampaknya bodoh itu, menurut saya, memang sengaja disetting. Sengaja diproduksi. Tujuannya simpel. Untuk menciptakan kegaduhan terus menerus di masyarakat dan menjaring spesies dengkul lainnya. Mereka dijanjikan surga, padahal yang mau diciptakan adalah neraka.

Agama Kaum Paranoid

Oleh: Eko Kuntadhi
 

Apa agama sebuah mall? Kita tidak tahu.

Jika lebaran, mall menghias diri dengan hiasan ketupat, pohon kurma palsu, ornamen timur tengah dan musik kasidahan. Para pegawai pusat perbelanjaan biasanya memakai peci, baju koko, dan berkerudung.

Saat imlek, mall-mall dihiasi dengan lampion palsu. Warna merah terang dan pohon angpao juga terlihat.

Nah, ketika saat ini menyambut Natal, mall juga menghias dirinya. Biasanya ada pohon cemara berlampu kelap-kelip, dibumbui kapas menggantikan salju.

Aksi Bela Islam

Oleh: Eko Kuntadhi
 

Islam melarang pelacuran. Hukumnya sangat pasti dan tegas. Ketika Ahok menutup komplek pelacuran terbesar di Kalijodo, adakah aksi atas nama Islam untuk mendukungnya?

Islam melarang Narkoba. Ketika Ahok menutup diskotik Stadium dan Milles yang menjadi sarang peredaran narkoba, adakah aksi atas nama Islam yang mendukungnya?

Islam melarang korupsi. Ketika Ahok bergelut kekeuh tidak mau toleran dengan bancakan proyek-proyek APBD yang biasanya dilakukan oknum-oknum serakah, adakah aksi bela Islam yang mendukungnya?

Agus, Ahok, Anies Mewakili Dirinya Sendiri

Oleh: Eko Kuntadhi
 

Banjir di Jabar lebih disebabkan karena manajemen drainase yang belum tertata dan curah hujan tinggi. Bukan karena Gubernurnya dari PKS.

Demikian juga, berkurangnya banjir di Jakarta, disebabkan hasil dari keseriusan mengelola sungai dan fungsi drainase. Bukan karena Gubernurnya Tionghoa dan Kristen.

Ini menyangkut kemampuan manajerial dan konsistensi pembenahan tata kota. Gak ada hubungannya dengan agama, partai dan etnis seorang Gubernur.

Sasaran Mereka Sesungguhnya adalah Indonesia

Oleh: Eko Kuntadhi
 

Coba perhatikan. Para penggerak demo anti Ahok, adalah mereka yang selama ini mengatakan Pancasila sistem kafir, NKRI negara toghout, berniat tegakkan khilafah, sampai mengharamkan upacara bendera.

Ahok adalah sasaran antara. Sasaran sesungguhnya adalah Indonesia. Ya, Indonesia. Sebab mereka bukan hanya membenci Ahok. Mereka membenci Indonesia.

Pages