eko kuntadhi

Seekor Nemo

Seekor ikan kecil, di tengah arus Jakarta yang sangat lebat. Kadang berenang melawan arus yang deras. Menari-nari diantara hujaman cuaca. Ikan kecil yang berjuang untuk sebuah idealismenya tentang pemerintahan yang berpihak pada rakyat. Tentang menjunjung kejujuran dalam bekerja. Tentang keikhlasan dalam melayani.

Tapi siapakah yang tertarik dengan itu semua?

Kita Putuskan Mata Rantai Itu

Rakyat Jakarta 'pernah' merasakan bagaimana keberadaanya direken oleh pemerintah. Kita berharap kata 'pernah' tidak pernah terjadi. Artinya, siapapun yang akan memimpin Jakarta nanti rakyat tidak lagi cuma dihitung sebagai obyek. Tetapi justru dianggap sebahai subyek yang nyata.

Kita tahu bahwa Pemilu seringkali meninggalkan bekas yang panjang. Pilpres yang baru lalu membuktikan ada orang-orang yang tidak mau move on menghadapi kenyataan. Ada yang tidak bisa beranjak menerima hasil dari proses elektoral.

Mereka Menista Masjid

Masjid didirikan untuk menandakan kerendahan hati manusia di hadapan sang Khalik. Bukan sarana untuk petantang-petenteng, merasa sok kuasa. Masjid bukan sarana untuk melampiaskan ego. Apalagi cuma karena alasan beda pilihan politik.

Kita menyaksikan kekurangajaran itu. Kita menyaksikan masjid-masjid kita dikotori oleh kejahilan. Kita juga mendengar mimbar-mimbar Jumat berubah jadi ajang kampanye. Semakin lama, semakin memuakkan.

SOS Dunia Pendidikan Kita

 
Saya membayangkan anak-anak dengan wajah lucu dan pipi gembil. Lemak bayi belum seluruhnya pupus dari wajahnya. Anak-anak yang jika kita memandangnya bisa menghilangkan kepengapan hidup.
 
Mereka yang jika berselisih dengan temannya satu jam kemudian sudah tertawa-tawa lagi bersama. Guru-guru koplak itu datang untuk merusak dunianya yang ceria. Kebencian dijejalkan di kepala anak usia 5 tahun.
 

Kenapa Saya Mendukung Ahok?

Ok. Saya tidak mau terlalu terbuai dengan pembangunan fisik, yang sering dinyinyiri Anies itu. Yang ingin saya apresiasi adalah Ahok berhasil mengubah paradigma birokrat Pemda. Yang semula bergaya bak raja-raja kecil tukang tilep, kini menyadari perannya sebagai pelayan rakyat.

Menurut saya itu terobosan revolusi mental. Pemerintah yang sadar pada fungsinya sebagai pelayan rakyat adalah pemerintahan impian kita. Dan ketika Ahok berhasil membangun itu, saya tidak punya alasan untuk tidak mendukungnya.

Pages