eko kuntadhi

Anies-Sandi Menang, Apa Keuntungan Umat Islam?

 

Umat Islam yang kemarin saat Pilkada jenazah keluarganya ditolak untuk disholatkan di masjid-masjid, atau umat Islam pendukung Anies-Sandi yang menolak mensholatkan jenazah itu?

Umat Islam yang berduyun-duyun demonstrasi berjilid-jilid atau umat Islam yang merasa demo itu hanya sekadar menunggangi agama untuk kepentingan politik Pilkada saja?

Saya Menolak Move On

 

Jika Pilkada hanya sekedar perhelatan politik lima tahunan, saya memang gak mau memikirkannya lagi. Saya setuju perhelatan itu sudah selesai dan kini jakarta memiliki Gubernur baru. Itu faktanya. Bagi saya sendiri yang bukan bagian dari tim sukses, bukan termasuk organ relawan dan bukan warga Jakarta juga, gak ada urusannya terus menerus berkubang dengan menang dan kalah dalam Pilkada yang lalu.

Membengkokkan Informasi

 

Membangun infrastruktur butuh duit. Salah satu sumbernya dari pinjaman. Makanya utang pemerintah meningkat. Tapi karena duitnya digunakan untuk hal produktif maka hasilnya nanti akan positif. Bandingkan misalnya, pada jaman SBY, lebih dari Rp300 triliun dana APNBN tersedot untuk subsidi energi. Cuma habis jadi asap knalpot.

Anak Tangga Terorisme

 

Pertama adalah perasaan bahwa cara beragamanyalah yang paling benar. Perasaan ini melahirkan pandangan bahwa yang berbeda cara dengannya jelas salah. Lahirlah sikap beragana yang tinggi hati.

Ini adalah step paling awal menuju pemahaman radikal. Baginya dunia cuma terbagi menjadi dua : muslim atau kafir. Pada sesama muslim, juga dibelah lagi muslim yang sama atau yang berbeda pandangan. Jika berbeda dianggap musuh. Jadi dia cuma memandang dirinya benar yang lain salah.

Halusinasi Denny Siregar

 

Separuh dari calon pembesuk terbang dari luar kota. Saya mengusulkan titik kumpul di Margocity Mall, Depok. Sebagai mall yang paling dekat dengan Kelapa Dua. Jumat jam 13.00,

Sial. Sehari sebelum jadwal, tiba-tiba saya disergap perkerjaan yang susah untuk dihindari. Mau ditunda, klien meminta selesai sebelum libur panjang. Jika dituruti saya kehilangan kesempatan menjenguk Ahok.

Dua Mainan Berbahaya DPR

 

Bukan cuma kali ini aja DPR benci dengan KPK. Apalagi salah satu pimpinan DPR dari fraksi independen adalah Fahri Hamzah. Harus diakui Fahri adalah satu-satunya anggota DPR yang tidak punya partai sekarang.

Dia sendiri masih dendam dengan KPK karena memenjarakan koruptor kasus sapi Lutfi Hasan Ishak 18 tahun. Jadi apapun jika menyangkut KPK, Fahri akan mengganjalnya.

Antara Karyawan Rasis dan Kambing

 

"Gini. Gue tahu dia benci banget sama Cina. Kalau dia punya kekuasaan mungkin gue akan diganyang. Keluarga gue dihabisin. Terus apa alasannya gue masih pertahankan dia di kantor. Itu sama aja ngasih makan anak singa yang nanti bakalan melahap gue idup-idup."

Rupanya teman saya ini benar-benar resah. Dia tidak menanggapi ledekan saya. "Kalau gue pecat dia, apakah gue salah?," tanyanya lagi.

"Tanpa ada sebab apa-apa lu langsung pecat?"

Pages