eko kuntadhi

Dilarang Beriman Pada Coca Cola

 

Padahal sosok Santa Claus yang kita kenal sekarang sebagai lelaki gendut berjanggut putih dengan sweter merah menyala, adalah sosok ciptaan seorang artis asal Swedia, Haddon Sundblom. Ia mendapat oder dari D'Archy Advertising, biro iklan yang menangani kampanye Coca-Cola.

Pada akhir 1920-an, bisnis Coca-Cola memang sedang lesu. Minuman ringan ini bersaing dengan kopi yang menjadi kegemaran baru masyarakat AS. Coca Cola bekerja keras untuk mengangkat kembali bisnisnya.

Membunuh Sambil Teriak Kalimat Tauhid,Membunuh Keteduhan Beragama

 

Plis. Jangan share video laknat itu. Cukup sudah kekejian memghiasasi ruang udara kita. Cukup sudah sebagai manusia, bathin kita dirobek-robek oleh perilaku kaum barbar itu.

Jila perilaku para supporter seperti ini, hentikan saja semua pertandingan sepak bola di Indonesia. Jangan beri kesempatam para drakula itu melampiaskan kebengisannya. Satu nyawa melayang terlalu mahal untuk mengkompensasi meriahnya sebuah pertandingan.

Para Pembenci Itu Masih Ada

Kejadian tragis yang memilukan menjadikannya sebagai manusia dengan perasaan paling halus. Setiap malam ia bersujud. Mengadukan kegudandahan hatinya kepada Tuhan semesta alam. Disaksikan malaikat dan langit purba Arabia, doanya selalu menggetarkan. Air matanya meleleh, menandakan kesedihan yang menghujam.

Pada masa hidupnya, ada seorang desersi tentara yang dikejar-kejar tentara pemerintah. Tentara disersi itu kelaparan dan hidup tanpa perlindungan. Dia memutuskan satang datang kepada lelaki mulia itu.

Pages