eko kuntadhi

Menyebar Benci dengan Corona

Asumsi dasarnya jelas : Kebencian! Sehingga bencanapun jadi ajang mempertajam kebencian itu. 

Dengan bilang virus Corona sebagai tentara Allah, maksudnya mau meyakin-yakinkan diri Allah berpihak pada mereka. Buktinya yang bukan muslim kena Corona. Jadi yang muslim disayang Allah. Begitu kira-kira kesimpulan ngaconya.

Padahal virus Corona gak nanya apa agama orang. Dia nempel ke tubuh siapa saja. Mau muslim. Mau kristen. Mau Kong Hu Cu. Emang virus pikirin.

Corona Bukan Cuma Epidemi VIrus tapi juga Epidemi Isu

Beberapa media lokal menulis ada 136 suspect Corona. Anggota DPD Fahira Idris menyebarkan infonya. Ternyata info itu palsu. Pemerintah Indonesia memastikan kesemua orang tersebut tidak ada yang terdampak Corona.

Corona memang virus yang mewabah. Di China ada 85 ribu yang tertular dengan tingkat kematian 2 ribuan orang. Selebihnya pasien terbanyak ditemukan di Korea, Iran dan Italy. Lalu ada Taiwan, Singapura, Jepang, sampai Saudi Arabia dan beberapa negara Afrika.

Urus Saja Moralmu

Jika ada rencana membuat video tutorial, saya request, bintangnya Mia Khalifah. Penghayatan perannya bagus dan komunikatif. 

Contohnya PKS. Mereka selalu sibuk mengurus moral personal orang lain. Sama kayak kelompok hijrah. Sebelum hijrah, dia menyadari dirinya penuh dosa. Setelah hijrah, biasanya dia akan menuding orang lain yang penuh dosa. Makanya selalu ribet. 

Monas, Monas Gejrot, Gejrot. Gegelengan

Bermodal kosa kata bahasa Arab itu, orang manggut-manggut. Sebab bahasa Arab saja sudah terdengar sangat syari. Kayak ana-antum atau fil umrik. Orang jadi merasa berdosa kalau ada yang ulang tahun, lalu gak nulis umrik-umrik dalam pesan WA-nya. Pokoknya kalau sudah umrik, serasa mencium bau surga. Baik untuk yang ulang tahun maupun yang mengucapkan..

Preman Hijrah

Studio XXI bermaksud membangun bioskop si PGC. Tapi ada yang protes. Mereka memprotes bawa-bawa agama. "Menolak pendirian bioskop, karena disana ada masjid!," tulis sebuah spanduk. Bangke.

Membenturkan bioskop dengan masjid emang efektif. Buat narik simpati orang mabuk agama terpercik emosinya.

Apalagi di spanduk tertulis juga umpatan rasis, "Usir China dari Cililitan."

Sebetulnya mereka memprotes apaan sih? 

Agama Lagi yang Jadi Tameng

BMKG sudah memprediksi curah hujan tinggi. Tapi antisipasinya kacau. Akibatnya rakyat jadi korban. Harta bendanya hanyut. Korban jiwa melayang.

Wajar orang kecewa. Wong mereka membayar pajak. Buat gaji Anies. Masa gak boleh kritik?

Tapi sama Aa Gym, disamakan dengan ghibah. Mencari-cari kesalahan orang. Wong gak usah dicari, kesalahannya sudah terang benderang. Nongol sendiri.

Bom Waktu Pendidikan

Apalagi kalau mengucapkan selamat Natal?

Sekolah Islam Terpadu banyak bertumbuhan. Sebagian beraliran keras. Mencetak anak-anak jadi robot agamis. Suasana keindonesiaan yang pluralis dan menghargai perbedaan melorot. Habis.

Di Depok, sekolah-sekolah jenis ini juga bertumbuhan. Tidak ada pengajaran toleransi. Yang ada suasana beragama kaku dan keras. Anak didik yang masih unyu-unyu dibelah dengan pandangan agama yang sempit. 

Trump Menyulut Sumbu Bom

Keluarga-keluarga yang anggota keluarganya gugur di medan tempur, akan mendapat hormat dari publik. Biasanya jika ada yang gugur, sebagian orang meminta pada keluarga itu pakaian bekas atau barang apa saja dari mereka yang gugur. Kata teman saya, pakaian itu digunakan untuk tabaruk. Semacam berdoa. Sebab mereka meyakini, gugur di medan perang melawan ISIS merupakan perwujudan dari perjuangan melawan kelaliman. Dan surga adalah balasannya.

Pages