eko kuntadhi

Ini Krisis, Jangan Berpikir Normal

Pidato itu dibuka Jokowi dengan membeberkan prediksi Bank Dunia dan lembaga keuangan internasional mengenai ekonomi global. Semua menunjukan dunia sedang krisis. "Kita harus satu hati. Harus paham, saat ini suasana krisis. Gak bisa kerja biasa-biasa saja," ujarnya dengan nada agak tinggi.

"Jika untuk hasil maksimal, saya harus keluarkan Perppu, saya keluarkan. Apabila dibutuhkan Kepres, saya keluarkan. Saya pertaruhkan reputasi saya untuk 260 juta rakyat."

Derita Soekarno dan Kelahiran Seorang Mulyono

Dokter itu sadar, kekuasaan yang baru saja berdiri hanya membolehkannya datang untuk merawat sebisanya. Bukan untuk penyembuhan. Di kamar yang pengab itu, seorang lelaki perkasa, seperti dibiarkan mati pelan-pelan. Jiwanya di penjara. Badannya dikungkung. Bathinnya dikungkung.

Kadang, pada malam hari, lelaki itu menangis menahan sakit yang luar biasa. Para tentara yang berjaga di depan kamarnya, sebagian tidak tahan. Satu-dua mereka ikut mengusapkan air mata mendengar rintihan orang yang dulu dikaguminya.

Optimisme Indonesia Pasca Pandemi

Untung kita punya BPJS. Seluruh rakyat, miskin, menengah dan kaya bisa menggunakan fasilitas asuransi raya ini untuk pengobatan. Bayangkan kalau Anda hidup di AS, misalnya, yang asuransi swastanya ribet. Mungkin ada banyak klausul saat mau klaim. Sakit ini gak termasuk, obat itu gak ditanggung, virus yang ini gak akan dicover asuransi.

Atau di negara lain yang tidak ada sistem kesehatan seperti di Indonesia. Semua penyakit ditanggung sendiri. Bisa modar!

Menikmati Berkah Pengetahuan

Perdebatan tersebut diawali dari sebuah Webinar yang menghadirkan Goenawan Mohammad membicarakan soal Sains. Tentu saja konteksnya merespon fenomena virus yang saat ini menerkam dunia. Sains menjadi garda terdepan untuk menjawab masalah kehidupan.

Seorang penanggap, penulis yang tulisannya selalu menggelitik, AS Laksana (Mas Sulaks), akhirnya menulis di laman FB mengkritisi komentar GM dalam webinar tersebut.

Pemimpin yang Menginspirasi

Hal yang sama dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Kemarin pria berambut putih ini sigap mengecek sekolah, terminal, perkantoran, sampai ke masjid. Selain ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat, Gubernur juga ingin memastikan virus tidak menyebar. 

Ada dua hal disini : kesehatan harus dijaga, tapi ekonomi tidak boleh loyo. Kedua pemimpin itu ingin keduanya berjalan beriringan. Ekonomi bergerak, kesehatan tetap nomor satu.

Jokowi Membabat Korupsi Perizinan

Akibat Covid19, para ahli menyatakan ekonomi Singapura, misalnya, bakal melorot 7%. Ekonomi AS juga mengalami guncangan yang sama. Bahkan dunia sendiri, pertumbuhan ekonomi diperkirakan negative. 

Bagaimana dengan Indonesia? Ada yang bilang, pertumbuhan kita masih bisa positif 2%. Syaratnya jika dampak ekonomi bisa diantisipasi. Kalau gak bisa ditangani, kemungkinan malah tumbuh negative. Pertumbuhan negative artinya kesejahteraan rata-rata rakyat terpangkas.

Data Bansos DKI Sengaja Dikacaukan?

Lalu pada rapat itu diputuskan, pemerintah pusat akan mengcover 2,5 juta orang yang terdampak. Sisanya 1,1 juta orang akan dihandle oleh Pemda DKI. Masing-masing akan mendapat bantuan Rp600 ribu selama tiga bulan.

Artinya jika program tersebut jalan, ada 1,2 juta KK yang akan mendapat bantuan. Sebagian besar dari pemerintah pusat, sisanya dari kas Pemda DKI. 

Pages