eko kuntadhi

SOS Dunia Pendidikan Kita

 
Saya membayangkan anak-anak dengan wajah lucu dan pipi gembil. Lemak bayi belum seluruhnya pupus dari wajahnya. Anak-anak yang jika kita memandangnya bisa menghilangkan kepengapan hidup.
 
Mereka yang jika berselisih dengan temannya satu jam kemudian sudah tertawa-tawa lagi bersama. Guru-guru koplak itu datang untuk merusak dunianya yang ceria. Kebencian dijejalkan di kepala anak usia 5 tahun.
 

Kenapa Saya Mendukung Ahok?

Ok. Saya tidak mau terlalu terbuai dengan pembangunan fisik, yang sering dinyinyiri Anies itu. Yang ingin saya apresiasi adalah Ahok berhasil mengubah paradigma birokrat Pemda. Yang semula bergaya bak raja-raja kecil tukang tilep, kini menyadari perannya sebagai pelayan rakyat.

Menurut saya itu terobosan revolusi mental. Pemerintah yang sadar pada fungsinya sebagai pelayan rakyat adalah pemerintahan impian kita. Dan ketika Ahok berhasil membangun itu, saya tidak punya alasan untuk tidak mendukungnya.

Indonesia Juara Satu, Saudi Juara Dua

Pas melihat Raja Saudi, boro-boro jenggotan. Wajahnya malah kelimis dengan kumis yang manis.

Saat sholat, mereka melebarkan kaki. Harus menyentuh jari-jari kaki orang di sebalahnya. Kadang malah membuat takut jemaah lain karena disangka mau diinjak.

Tapi melihat raja Saudi sholat sunah di Istiqlal, bukaan kakinya biasa aja. Gak dibuka lebar seperti kiper berhadapan dengan tendangan pinalti.

Saudi Perlu Belajar dari China

Meski menganut sistem komunis, China tidak terlalu tertarik mengekspor ideologi, seperti yang dilakukan Uni Sovyet dulu. Mereka lebih getol mengekspor barang industri. Karena lebih jelas manfaatnya.

Ini juga yang dirasakan Saudi Arabia. Dunia tahu selama ini mereka getol mengekspor Wahabisme ke seluruh dunia. Sekitar 100 miliar US dolar digelontorkan untuk proyek itu.

Celakalah Tukang Bubur yang Murtad

Pertama adalah Salaman Nuryanto alias Dumeri dan kedua adalah Yayat Cahdiyat alias Abu Panci.

Dumeri mulanya adalah tukang bubur ayam yang mangkal di Depok. Tapi ia telah murtad, tidak mau lagi mendorong gerobak bubur. Dumeri mendirikan koperasi simpan pinjam. Sialnya dia hanya mau menarik simpanan, tapi tidak mau meminjamkan. Uang nasabah habis dibelikan rumah mewah, mobil mewah dan motor balap, juga kawin lagi.

Pages