eko kuntadhi

Preman Hijrah

Studio XXI bermaksud membangun bioskop si PGC. Tapi ada yang protes. Mereka memprotes bawa-bawa agama. "Menolak pendirian bioskop, karena disana ada masjid!," tulis sebuah spanduk. Bangke.

Membenturkan bioskop dengan masjid emang efektif. Buat narik simpati orang mabuk agama terpercik emosinya.

Apalagi di spanduk tertulis juga umpatan rasis, "Usir China dari Cililitan."

Sebetulnya mereka memprotes apaan sih? 

Agama Lagi yang Jadi Tameng

BMKG sudah memprediksi curah hujan tinggi. Tapi antisipasinya kacau. Akibatnya rakyat jadi korban. Harta bendanya hanyut. Korban jiwa melayang.

Wajar orang kecewa. Wong mereka membayar pajak. Buat gaji Anies. Masa gak boleh kritik?

Tapi sama Aa Gym, disamakan dengan ghibah. Mencari-cari kesalahan orang. Wong gak usah dicari, kesalahannya sudah terang benderang. Nongol sendiri.

Bom Waktu Pendidikan

Apalagi kalau mengucapkan selamat Natal?

Sekolah Islam Terpadu banyak bertumbuhan. Sebagian beraliran keras. Mencetak anak-anak jadi robot agamis. Suasana keindonesiaan yang pluralis dan menghargai perbedaan melorot. Habis.

Di Depok, sekolah-sekolah jenis ini juga bertumbuhan. Tidak ada pengajaran toleransi. Yang ada suasana beragama kaku dan keras. Anak didik yang masih unyu-unyu dibelah dengan pandangan agama yang sempit. 

Trump Menyulut Sumbu Bom

Keluarga-keluarga yang anggota keluarganya gugur di medan tempur, akan mendapat hormat dari publik. Biasanya jika ada yang gugur, sebagian orang meminta pada keluarga itu pakaian bekas atau barang apa saja dari mereka yang gugur. Kata teman saya, pakaian itu digunakan untuk tabaruk. Semacam berdoa. Sebab mereka meyakini, gugur di medan perang melawan ISIS merupakan perwujudan dari perjuangan melawan kelaliman. Dan surga adalah balasannya.

Tumbangnya Sebatang Pohon Cemara

"Meskipun aku membangun sarang di kubah masjid?"

"Iya, kalaupun kamu membangun sarang di kubah masjid. Kodratmu tetap burung Gereja."

Dia teringat pohon Cemara di depan sebuah masjid di Aceh. Pohon itu rindang dan bagus. Tapi ada orang-orang tolol di sana. Pohon itu ditebang, sebab menyerupai pohon Natal.

"Kenapa pohon itu tidak memilih jadi mualaf saja agar tidak ditebang?," tanya seekor burung gereja yang gelisah.

Boikot Produk China?

Istrinya datang. "Bi, ini HP Xiomi Umi udah jelek. Umi beliin HP Vivo dong. Kameranya bagus buat selfie-selfie sama teman pengajian..."

"Iya Mi. Nanti kalau Abi gajian kita beli. Biasanya kalau Desember gini banyak diskon di mall."

"Diskon Natal, Bi?"

"Terserah mau diskon apaan. Yang penting diskon."

"Tapi kita kan, gak boleh rayakan Natal."

Provinsi Kebarat-Baratan yang Intoleran

Bagaimana mereka menghadiri misa Natal setiap tahun? Gereja terdekat jaraknya 120 kilometer. Bayangkan. Hanya untuk ibadah, mereka harus berjalan sejauh Jakarta-Bandung.

Syarat ibadah harus di rumah ibadah memang lucu. Wong sholad ied, disunnahkan justru digelar di lapangan. Bukan di masjid. Jadi saya yakin, saban lebaran warga muslim di sana banyak yang ikut jemaah ied di ruang publik.

Reuni untuk Anies yang Tak Pernah Pede

Kita tahu itu adalah acara politik. Bukan acara agama. Tujuannya bikin gaduh. Bikin suasana tentram jadi bermasalah.

Dari Saudi Rizieq berkoar. Menuding Jokowi. Menuding PBNU. Menuding Ahok. Entah apa maunya.

Mereka bilang Islam rahmatan lil alamin. Tapi kelakuannya boro-boro rahnat. Wong suasana sedang adem saja mereka malah memprovokasi. Mereka menggunakan agama justru untuk mencari keributan.

Pages