eko kuntadhi

Dan Papua Meledak Lagi

Tetiba ada gerakan aneh menyambut HUT Kemerdekaan RI. Mahasiswa-mahasiswa Papua di berbagai kota di Jawa menggelar demonstrasi. Di Surabaya, asrama mahasiswa Papua diserang FPI. Entah siapa yang membakar bendera merah putih disana. 

Mahasiswa Papua di Surabaya sendiri tidak merasa melakukan pembakaran bendera. 

Video seorang aparat melecehkan mahasiswa Papua juga beredar. Ikut memercikkan api. Suasana itu disambut oleh gerakan di Manokwari. Masyarakat menyerang DPRD Manokwari, membakar sebuah gedung kosong bekas kantor parlemen.

Setelah Menyaksikan Bumi Manusia

Petikan itu sama seperti paragraf terakhir dalam novel fenonemal karya Pramudya Ananta Toer. Saya ingat, ketika pertama kali menamatkan novel Bumi Manusia saat masih SMA, ada rasa perih yang menghujam. Bukan karena Minke harus melepaskan Annelis, istrinya, yang dirampas hukum kolonial. Tetapi juga membayangkan betapa nistanya hidup sebagai anak jajahan. Betapa tidak berartinya harga diri.

Pisahkan Anak-Anak dari Orangtua Teroris

Dua bulan belakangan IM berubah. Ia makin tertutup. Istrinya yang semula berjilbab biasa, mulai memakai jilbab hitam panjang hitam dengan cadar. Anak-anaknya jarang main ke luar.

IM mengikuti sebuah pengajian entah di mana. Pandangannya tentang dunia semakin kelam. Ajaran agama yang dihembus-hembuskan ke kepalanya penuh kebencian.

Enzo, Denny dan Birgaldo

Berbeda jika saya dan Abu Kumkum berbeda pendapat. Biasanya pendapatan saya diminta sama Abu Kumkum. Sementara pendapatan Abu Kumkum gak mau dikasih ke saya. Lalu kami berdebat keras. Kumkum menempelkan dua tangannya ke telinga sambil menjulur-jukurkan lidahnya-- Weekksss

Saya pun membalas : Weekkksss...

Lihat, cara kami berdebat gak berkelas sama sekali kan? Gak usah ditiru.

Pamer

Karena kalau sholat di mushola, gak akan ada orang yang liat. Buat apa sholat kalau gak keliatan orang? Padahal dia adalah tokoh. Tokoh 212. Wajahnya seting tampil di TV. Jadi orang harus tahu jika dia sholat.

"Lho, sholat kan untuk Allah, bukan untuk ditonton manusia?"

Ijtima Para Penghasut

Kita bisa memilih ulama untuk jadi panutan. Ada ulama yang jika didekatnya kita mengingat Allah dan hari akhir. Wajahnya memancarkan keteduhan. Isi pembicaraan membuat adem. Omongannya adalah nasihat.

Ada juga orang yang ngaku ulama, tapi jika didekati omongannya penuh hasut. Memandang wajahnya hanya menghasilkan kebencian dan prasangka. Dan saat mendengar suaranya bisa mengakibatkan diare.

Jangan Undang Radikalis Kelola Negara

Itu juga yang membuat banyak orang resah. Ketika Enzo Allie, seorang taruna militer ditenggarai sudah kesusupan virus khilafah. Cara membacanya gampang. Di halaman akun media sosialnya Enzo dengan bangga memasang foti sedang mengibarkan bendera HTI.

Semakin ditelusuri, kita juga akan menemukan kemana pemahaman anak muda ini berlabuh. Felix Siauw yang mengharamkan nasionalisme adalah salah satu idolanya. 

Tentang Sekolah

Waktu itu kami mendengarkan dengan rasa ingin tahu yang besar disertai dengan cekikikan. 

Saya yakin jika pertanyaan yang sama ditanyakan kepada Anda mengenai pengalaman sekolah, bukan bagaimana belajar fisika atau rumus matematika yang keluar. Tapi, siapa yang dulu suka tidur di kelas. Siapa yang resleting celananya rusak saat upacara bendera. Atau siapa yang pernah gelut hanya gara-gara kalah main kelereng.

Pages