eko kuntadhi

Ahok Berhutang pada Rakyat, Anies Berhutang pada Sandi

Macam-macam cara pasangan ini mengumpulkan duit. Ada yang menjual merchandise, mengadakan gala dinner, sampai membuka rekening sumbangan. Bahkan ada orang yang memberi sumbangan sebesar Rp 10 ribu.

Bukan hanya sumbangan langsung. Puluhan ribuah rara relawan yang bergerak juga membiayai sendiri aktifitasnya. Tanpa dibayar. Bahkan mereka membeli sendiri atribut kampanye seperti baju kotak-kotan, kaos atau merchandise lain.

Berebut Franchise Tuhan dalam Pilkada

Berbeda dengan Anies. Dia terang-terangan mendatangi markas FPI dan semakin menunjukan keberpihakkan pada kelompok ini. Dalam wawancara di acara Mata Najwa, Anies juga terang-terangan mengharamkan memilih pemimpin non-muslim. Sebuah sikap yang bertolak belakang dengan idenya merajut tenun kebangsaan. Rupanya, dia masa bodo dengan tenun kebangsaan, yang penting menang Pilkada.

Jadi statemen keluar karena momen Pilkada saja. Anies sedang berusaha mendapatkan lisensi Tuhan untuk kampanyenya.

Ahok vs Gubernur Katrolan

Mengapa mereka tidak bereaksi? Karena memang tidak ada yang menistakan agama. Sesimpel itu.

"Kita biasa-biasa aja, tuh." ujar Jaenudin saat ditanya apa reaksinya mengenai pembicaraan Ahok. Bahkan para nelayan tepuk tangan sehabis Gubernur memberikan sambutan. Untuk soal Pilkada, omongan Ahok yang diingat Jaenudin hanyalah, "Jika ada cagub yang lebih baik, sebaiknya jangan pilih saya."

Virus Ahok Meracuni Indonesia

Sejak dulu kita memimpikan lahirnya pejabat yang anti korupsi, yang dapat menghela aparatnya melayani rakyat, yang mampu mewujudkan keadilan sosial dan berani memegang teguh prinsipnya. Kita bermimpi negara hadir untuk membantu urusan kita.

Indonesia itu kaya, sumberdaya alam melimpah, punya semangat gotong royong. Hanya saja selama ini diurus oleh orang yang salah. Korupsi menyengsarakan. Jabatan publik lebih banyak untuk memperkaya diri.

Urus Saja Moralmu

Sebagian lagi sibuk menyangkal bahwa itu fitnah. Memang belum terbukti kebenarannya. Meski potongan-potingan puzle itu sudah mulai membentuk mozaik utuh. Tapi mari untuk sementara kita berpraduga tidak bersalah.

Yang mengherankan FPI yang biasanya galak, dikit-dikit lapor, dikit-dikit demo, kali ini cuma sibuk menangkis-nangkis. Sikapnya tumben defensif. Tapi sekali lagi sikap itu juga tidak lantas menjadi pembuktian bahwa kasus itu benar terjadi.

ISIS di Spanduk Anti Wayang

Bukan hanya itu. ISIS menyerang dan membakar perpustaan di Mosul yang berisi ribuan manuskrip kuno. Mereka juga menghancurkan patung kerbau bersayap peninggalan budaya Assiria, yang dibuat abad ke-7 sebelum masehi. Hal yang sama dilakukan di Palmyra, Suriah. Banyak bangunan dan artefak bersejarah di kota indah di Suriah itu, kini tinggal puing.

Pantatmu Harimaumu

Sebelum polisi memeriksa kasusnya, Ahok mendatangi Polda Metro. Dia datang dengan kepala tegak. Ini sebagai salah satu ikhtiarnya untuk meredakan kesalahpahaman. Kedatangannya juga untuk menjaga publik dari perpecahan yang tidak perlu. Dia berkali-kali meminta maaf secara terbuka. Tapi su ini terus dijadikan semacam senjata untuk meringkus Ahok. Desakan disuarakan agar Ahok diproses secara hukum.

Masalahnya karena Ahok adalah Ahok

Oleh: Eko Kuntadhi
 

Di Jakarta masyarakat terbagi menjadi dua golongan : pro Ahok atau pro FPI. Sebetulnya FPI dan pentolan Islam garis keras berada di bawah payung GNPF-MUI. Tapi Rizieq and the gank memang paling sering tampil di publik. Jadi yang kentara adalah Ahok vs FPI.

Mestinya saat pilkada ini, rakyat Jakarta terbagi jadi tiga kelompok besar, pendukung Agus, Ahok atau Anies. Kan cagubnya mereka.

Pertanyaan Penting untuk Cagub DKI

Oleh: Eko Kuntadhi

 

Jika nanti berlangsung debat cagub DKI Jakarta, saya ingin penyampaikan sebuah pertanyaan penting : apa pendapat semua kandidat mengenai tafsir Quran surat Al Maidah 51? Pertanyaan tepatnya, apakah mereka setuju jika tafsir Al Maidah 51 itu adalah merupakan pengharaman memilih Gubernur non-muslim.

Ok, Ahok gak perlu menjawab. Nanti khawatir disalah artikan lagi karena dia non-muslim. Toh, pertanyaan itu bisa disampaikan kepada wakilnya.

Mengapa pertanyaan itu penting?

Pages