Dukungan

Kemana Kelompok Intoleran Berlabuh Paska Kekalahan Prabowo

ilustrasi

Saat ini, ada provokasi-provokasi yang dilakukan oleh kelompok teror dan elemen Daulah Islamiyah. Akan tetapi keberadaan mereka pun sudah tidak relevan dan penting lagi sekarang. Dengan demikian maka kemungkinan mereka untuk mengerahkan massa secara besar-besaran itu semakin kecil. Sel-sel teroris akan kembali ke taktik mereka semula, yaitu mencari celah untuk melaksanakan pola-pola serangan asimetris. Tetapi gerakan mereka sudah sangat dipersulit oleh aparat keamanan. Hal yang sama dengan kelompok Daulah Islamiyah.

PSI Akui Tak Bisa Berbuat Banyak

ilustrasi

Tahun 2024 mungkin saya nggak akan nyaleg lagi, tapi saya 100% siap bantu PSI. Dulupun waktu diajak bergabung di PSI dengan menjadi caleg saya udah sampaikan, bahwa tanpa nyaleg saya pasti bantu PSI. Dan sekarang setelah mengenal mereka, saya akan support mereka lebih dari kemarin.
Jaga2 kantor DPP buat nerimain tamu yang mau kasih dukunganpun oke. Harus ada pembagian tugas supaya perjuangan berhasil dan itu nggak selalu dengan harus nyaleg.

Fadli Zon Harus Minta Maaf

ilustrasi

Ulama Subang Pimpinan Pondok Pesantren Roudlotul Hasanah Subang KH Mochammad Abdul Mu'min menyebut Fadli Zon sebagai kurang ajar kepada ulama.

Fadli Zon sejauh ini berusaha mengelak bahwa sebutan kau itu bukan ditujukan untuk Mbah Moen. Klarifikasi atas pertanyaan Menteri Agama nampaknya dibuat terburu-buru hingga salah ketik. Yang bisa jadi menunjukkan kepanikan dia.

Prabowo Pemimpin Paling Ikhlas

Ilustrasi

Jokowi selalu diframing memusuhi Umat Islam dan antek aseng oleh hatersnya. Ndilalah Australia berencana memindahkan Kantor Kedutaannya di Israel ke Jerussalem. Lha kok Prabowo malah "mendukung" rencana itu dan sebaliknya Jokowi menentangnya. Disitulah pembedanya dan bisa dilihat jelas siapa yang konsisten membela Kemerdekaan Palestina. Padahal Prabowo juga salah satu figur sentral "Bela Islam". Nah, itu juga letak keikhlasannya.

SP3 dan Ancaman "Murtad" Massal

Ilustrasi

Jokowi sejak awal sudah sangat siap menghadapi "ancaman" kehilangan suara.
Kalau sejak awal dia sudah takut kehilangan suara, dia tak perlu mencabut subsidi energi.
Kalau sejak awal dia sudah takut kehilangan suara, dia tak perlu repot membangun wilayah timur dan pedalaman.
Kalau sejak awal dia takut kehilangan suara, cukup manjakan pembangunan Jawa dan Sumatra, beri banyak subsidi.

Poor General

Ilustrasi

PKS dan PAN sudah memiliki agenda tersendiri untuk pilpres 2019 nanti. Mereka tidak lagi sebagai "Yes Boss" tapi mulai menunjukan jatidiri kelompoknya. Apalagi Saat mantan Panglima TNI agak sedikit merapat kekubu mereka, itu seolah amunisi baru untuk mereka. Disisi lain PS pun seperti mendapat saingan. Disinilah awalnya kegamangan PS. Terlebih saat GN dengan percaya diri mengajukan diri sebagai capres bahkan menawarkan diri ke Partai Gerindra.

Pages