Dosen

Peta Para Penebar Hoax

Ilustrasi
(3) Penelitian palsu. Misalnya, “Penelitian mutakhir yang dilakukan oleh Profesor Zlatan Ibrahimovic menemukan fakta, bahwa setelah berjongkok selama 15 menit, manusia bisa mengalami kesemutan, anehnya semut tidak bisa mengalami kemanusiaan. Sungguh, penelitian yang mencengangkan dokter di Barat. Fakta ini sengaja ditutup-tutupi oleh pihak Barat agar umat Islam bla…bla…bla…! Sebarkan, raih amal soleh dengan berbagi informasi gendeng seperti ini!”
 

Cadar, Antara UIN dan UGM

Ilustrasi

Kalau di UIN? Anda wajib berjilbab. Itu pun belum cukup. Seperti beli jilbab di Bringharjo, penjual saja nanya "yang syar'i" atau "nggak". Banyak dosen UIN menolak ngajar mahasiswa yang jilbabnya tidak syar'i. Di post saya, banyak tuh yang belum pernah kuliah di UIN tapi nyinyir begini, "yang pakai cadar dilarang, yang seksi-seksi dibiarin." Ah, lambe turah.

MCA Tidak Tunjukkan Akhlak Muslim

Ilustrasi

Bahkan jika ia si pasukan penebar hoaks adalah seorang ASN (seperti yang diberitakan ada setidaknya 1 orang), ia bersalah puluhan kali lipat. Melanggar sumpahnya sebagai aparat negara

Ayo kawan berhentilah..
Anda boleh benci seorang pemimpin, termasuk yang kebetulan Presiden RI saat ini, tapi gunakan jarimu dengan bijaksana

Sebutan "Ustad", Lain Di Sana Lain Di Sini

 

Penceramah juga jarang yang dipanggil "ustad", kecuali Ustad Zainuddin MZ atau Ustad Kosim Nurseha, dua di antara dai populer di zaman old yang saya suka ceramah-ceramahnya. Sepertinya sebutan "ustad" ini bermula di kelompok Islam kota, khususnya Kota Jakardah. Sebutan ini kini semakin populer siiring dengan pengaruh Arabisasi di Indonesia.

Pengalaman Mengajar di Arab dan Barat

Ilustrasi

Hal ini tentu saja berbeda dengan di kampus-kampus di Arab. Kultur Arab bukan "kultur demokrasi" liberal. Di kawasan ini, pendidikan itu sejenis kewajiban yang harus ditanamkan ke setiap siswa dan mahasiswa. Karena itu, mekanisme kontrol lewat sejumlah aturan ketat menjadi penting untuk diterapkan.

Pages