DKI

Anies Di Deadline Buka Jalan Jatibaru Dalam 60 Hari

Ilustrasi

Kesalahannya berawal dari kiat Anies-Sandi dalam pilkada DKI yang menggunakan jasa “Makelar” dalam kampanye politik yang menjual SARA. Benggolnya kita semua sudah tahu sekarang sedang mengungsi di Arab Saudi. Disitu juga ada keterlibatan Lulung dan para preman. Sesudah kemenangan tercapai maka tiba gilirannya pihak makelar menagih janji. Karena APBD DKI sudah dikunci oleh Ahok-Jarot maka dicari jalan keluar dengan menjual lapak kepada PKL.

Jakarta Kota Oposisi

 

Benar saja, pidato pertama Gubernur bicara soal kebangkitan pribumi, sebuah kosa kata yang kita tahu kemana arahnya.

Lalu perhatikan penyusunan RAPBD, banyak pos anggaran yang terkesan bagi-bagi jabatan. Tim pembantu Gubernur saja sampai 73 orang, dengan anggaran Rp 28 miliar setahun.

Belum lagi dana tunjangan Parpol yang naik 10 kali lipat. Dana perjalanan dinas yang saohah, sampai dana hibah ke ormas yang kita tahu arah ideologinya.

Dipecat Koq Merasa Lulus Cepat

Ilustrasi

Kan banyak orang mau lewat naik kendaraan biasanya bisa jadi ga bisa. Ah, udah lewat ngapain dibahas. Ntar dibilang ga mupon lagi. Pindah ke bisnis, deh. Bisnis pribumi katanya mau dimodalin ternyata suruh ngutang trus bayar sendiri sekalian ribanya. Alamak.. Rumah katanya dp 0% ternyata bkn buat orang susah.

Ahok, Kenapa Kau dulu Ada

 

Sekarang kita menganga melihat Gubernur penggantinya yg terus salah gaya, dan tak bisa kerja, kelihatan banget mau bagi-bagi duitnya, membetulkan kolam saja begitu mahalnya, dana hibah salah alamat, mengangkat pembantu melebihi menteri negara, gajinya besar tak berdasar, sayang uang KJP dipenggal dagingpun sulit dibeli untuk menambah gizi anak-anak negeri karena subsidi dialihkan kepada tim untuk balas budi.

Penuturan Aiman, Jurnalis Kompas TV Tentang Kejanggalan APBD DKI

Ilustrasi

Wawancara berujung sanksi

Mengapa saya tidak menghentikan serta merta kala itu? Saya menganggap ada hak publik untuk tahu soal kongkalikong anggaran Pemprov DKI dan DPRD DKI Jakarta. Dan saat itu, Gubernur Ahok berjanji akan mengupas semua kebobrokan pembahasan yang diketahuinya.

Move On

Ilustrasi

Ini bukan masalah Move On atau enggak nya. 
Bukan masalah menang atau kalah nya.

Tapi kalau caranya begini mah sama aja mereka telah membohongi seluruh khalayak muslim yg menang nya dengan Saracen itu yg mereka gaungkan pada saat kampanye. Ini namanya Munafik Plus.

Pages