denny siregar

Ini yang Terjadi Jika Anies-Sandi Menang Pilkada

Dengan mengalirnya dana ke kantung ormas agama, para pemain politik dan politikus memastikan bahwa mereka didukung oleh "umat Islam" yang menjadi kekuatan terbesar di negara ini.

Situasi ini sudah berlangsung puluhan tahun lamanya dan mereka - para ormas agama - itu berkembang biak dengan menjual ayat sesuai kepentingan pembelinya. Mereka juga meraih banyak pengikut dan simpatisan yang sedang mencari "petunjuk" dengan menggelar pengajian dan mimbar2 Jumat di masjid mereka.

Strategi Tidak Hadirnya Anies

Mereka berhitung, paling bulli-an tidak menghadiri debat hanya berlangsung sehari. Sedangkan jika hadir di debat, bisa berhari2.

Dari situ kita bisa melihat bahwa secara program dan kemampuan memaparkannya, Anies kalah jauh dibandingkan Ahok. Anies lebih mengandalkan kemampuan retorikanya daripada program. Ia dulu berharap bahwa pembawaannya yang tenang dan santun bisa menjadi jualan yang efektif.

Tapi sayang, Anies salah berhitung.

Sandiaga yang Mulai Lelah

Eh, tiba2 saat penjaringan Prabowo perintahkan Anies yang jadi Cagubnya. Pasti sedihlah dia, udah keluar uang banyak juga untuk lobi sana sini..

Ditambah lagi Anies ga punya uang banyak untuk membantunya. Mana PKS terus minta dana untuk merayu banyak jaringannya. Yah, namanya juga pengusaha pasti mulai hitung untung ruginya..

Langkah Kuda yang Sempurna

Saya malah melihat kunjungan itu sebagai langkah positif, terutama pada posisi Wiranto sebagai Menkopolhukam yang notabene adalah perwakilan pemerintah.

Salah satu pemikiran strategis Sun Tzu dalam "the art of war" adalah dekatlah pada sekutumu, tapi lebih dekatlah pada musuhmu. Merapat kepada mereka yang berlawanan sebenarnya adalah senjata yang efektif. Dengan semakin dekat, maka musuh akan semakin sulit bergerak.

Tangan Dingin Presiden dan Kapolri

Bersyukur karena ia berhasil membawa ke ranah hukum para petinggi aksi2 besar yang mengganggu jalannya pemerintahan, dan ngeri dengan langkah2nya yang dingin dan menghunjam tepat di jantung lawan..

Mungkin karena pak Tito berlatar-belakang pengetahuan tentang terorisme dan radikalisme global lah, maka ia cocok sekali berada pada posisi ini..

Pages